Legenda Dewa Perang

Legenda Dewa Perang
44. Jurus yang telah lama hilang


__ADS_3

"Siapa orang yang kamu maksud?" Yura menatap Liu jie seakan tak percaya bahwa dewa naga yang perkasa kini sedang berada didunia terlebih lagi bersama dalam rombongan kecil dihadapannya ini.


"Ada deh, yang jelas jika orang itu marah uhhhhh bahkan dewa naga emas pun akan kewalahan khihihi. nah mengingat rencana negosiasiku gatot alias gagal total, sekarang bagaimana keputusanmu Yura?" Liu jie memegang tangan Yura sambil memasang tatapan yang berkilauan seakan tatapan itu berkata bergabunglah denganku.


Kini Yura merasa tak punya pilihan, dia yakin bahwa bersama dengan kelompok Liu jie pasti jauh lebih aman terlebih lagi dia bisa hidup bebas dan memperbanyak bibit bibit mawar api di dunia alam dimensi seperti yang dijanjikan Liu jie tadi.


"Sepertinya dalam hal ini tak ada yang dirugikan, tapi ingat ya saya tak suka dilecehkan atau diperdaya. jika kamu melakukannya maka saya akan memusnahkan diri serta seluruh bibit mawar api yang akan kubudidayakan dialam dimensimu" Yura melepaskan tangan Liu jie dan memelototinya sehingga membuat Liu jie agak termundur karena merasakan detak jantungnya berdetak sangat cepat.


"Mantapppp, kalian semua lihat kan tak semua masalah harus dihadapi dengan kekerasan hahaha" kali ini Liu jie makin menjadi jadi, dia tertawa sambil bersiul siul.


Dhuarrrrrrrrrrrr


Dhuarrrrrrrrrrrr


Dhuarrrrrrrrrrrr


Sebuah ledakan besar menghentikan tawa Liu jie, kepulan asap tebal bercampur racun menyebar keseluruh udara sekitar, jarak pandang diarea tersebut semakin terbatas.

__ADS_1


Sluuuup


Sluuuup


Sluuuup


Suara puluhan belati beracun kini mengarah kepada Yura dan Liu jie yang masih berada didalam kabut beracun tadi seakan tak ingin memberi kesempatan hidup.


"Selesai sud-" salah seorang penyerang tadi belum sempat menyelesaikan ucapannya dan tiba tiba matanya melotot. keringat dingin mengucur dipelipisnya bahkan pimpinan mereka yang tadi menyangka telah berhasil melumpuhkan Mawar api yang teramat langka, kini harus memasang sikap waspada dengan delapan buah belati dimasing masing sela jarinya.


"Ahhhhh racun ini sungguh terasa nikmat, apa kalian masih memilikinya? Sudah lama sekali saya tak makan" Yura yang berdiri sambil menjilati bibirnya kini menengok kearah Liu jie yang sedang tertutup dengan pertahanan Daun mawar api milik Yura.


"Wahhhh kamu hebat juga ya Yura, selain cantik ternyata kamu tidaklah lemah" Liu jie mengacungkan jempol kanannya dari atas kepala hingga sejajar dengan dada, matanya berkedip sekali dan disertai senyuman sehingga lebih mirip dengan pria raja gombal.


Yura hanya bisa tersipu dan menggeleng pelan melihat tingkah Liu jie. Dia kemudian berbalik dan berjalan menuju kelompok penyerang tersebut. Tubuhnya yang berjalan Gemulai dengan kain tipis yang hampir tembus pandang membuat penyerang tadi terhipnotis.


Mereka fokus akan keindahan tubuh yura, namun tak butuh waktu lama hingga saat mereka sadar bahwa ribuan duri beracun berukuran lengan manusia telah bersarang di dada mereka.

__ADS_1


Dbukkkkkkk Jebbbb debbbbb


Arghhhhhhh


kelompok Penyerang tadi terlambat menyadari jebakan dan serangan dari Yuri sehingga satu persatu dari mereka hanya bisa jatuh ketanah dari dahan dahan pohon persembunyiannya. Mata mereka melotot seakan tak percaya, bahwa desas desus teror gadis cantik penunggu hutan ini memang benar adanya. namun sayangnya sudah terlambat untuk sadar.


Melihat pria pria penyerang tadi berjatuhan ketanah bagaikan daun dimusim gugur membuat Yura tertawa kecil sambil menutup mulutnya dan mulai mengejek korbannya yang sedang dalam kondisi kritis.


"Kelompok Belati terbang ya, ternyata kalian tak kapok juga. sepertinya semua anggota belati terbang mata keranjang dan hidung belang ya khihihi. Ahhh sebaiknya saya menghisap sari kehidupan kalian, kan sayang kalau disia siakan Jurus Penyerap Sukma" Yura kemudian mengangkat jari telunjuknya dan dari bawah tanah muncul akar akar halus yang segera menutupi seluruh tubuh kelompok belati terbang tersebut.


Pemandangan akar halus yang membungkus bagaikan membungkus Mumi membuat Liu jie berdecak kagum dan bertepuk tangan "Plok plok plok . . . Yura kapan kapan ajari saya jurus dadar gulung itu ya".


"Aa aa apaaaa jurus dadar gulung kepalamu, ini namanya jurus penyerap sukma. seenaknya saja memberi nama pada jurusku. nantilah kalau waktunya tiba baru kuturunkan jurus ini padamu, itupun kalau kau sanggup" Yura sungguh terkejut mendengar salah satu jurus terlarang milikinya disebut jurus dadar gulung, tapi semua kekonyolan Liu jie sungguh membuat hatinya bahagia dan terhibur.


Yura berniat mengikuti Liu jie sebenarnya bukan karena ancaman yang diberikan Shangdi, tapi lebih karena keinginannya sendiri yang meyakini Liu jie akan memberinya kebahagiaan setiap waktu lewat sikap sikap anehnya.


Setelah merasa cukup, Yura menarik kembali jurusnya dan pemandangan yang tak kalah mengejutkan lagi lagi membuat Liu jie kagum. Manusia tadi kini hanya sisa tulang kering kerontang dibungkus pakaian. Tulang itu sangat kering bahkan saat ranting pohon jatuh dan mengenainya, tulang tersebut langsung hancur bagai debu.

__ADS_1


Xie xue tak kalah kagetnya, Jurus itu adalah salah satu jurus terlarang yang membuat siapa saja akan sangat kerepotan di era peperangan dahulu, hingga kini dia tak lagi pernah melihat dan mendengar jurus tersebut. namun kini jurus itu muncul didepan matanya, kepalanya serasa mau pecah dipenuhi tanda tanya, ini karena setahu xie xue jurus penyerap sukma tak dapat diturunkan lewat latihan dan hanya akan dimiliki seseorang jika berhasil memakan jantung pemilik jurus tersebut. itu berarti Yura telah membunuh dan memakan jantung pemilik jurus penyerap sukma yang sebelumnya.


"Heiii Kucing tua, sepertinya kamu terlalu banyak berfikir. sudahlah sekarang kita satu kelompok, perkenalkan saya Yura dan kamu siapa?" Yura menghampiri Xie xue yang masih melamun dan bergelut dengan fikiran fikiran yang memenuhi kepalanya.


__ADS_2