Legenda Dewa Perang

Legenda Dewa Perang
60. Jurus baru ciptaan Liu jie


__ADS_3

Diluar sana Anggota bintang surgawi semuanya tiada henti hentinya berdoa demi Liu jie tanpa mereka ketahui bahwa saat ini Liu jie dan Kongju sedang menikmati ayam bakar.


"Sebelum kita bertarung ada hal yang ingin kutanyakan anak muda" sambil menyantapayam bakar Kongju membuka pembicaraan ringan.


"Uhmmm ya ya silahkan pak tua selama saya bisa jawab" tanpa berbasa basi Liu jie menjawabnya dengan mulut penuh daging.


"Apa kamu adalah dewa perang yang bereinkarnasi?" masih dengan santainya kongju bertanya namun matanya menyipit menunggu jawaban.


"Oh itu, ya jelaslah saya dewa perang buktinya belum ada yang bisa mengalahkan saya hahahaa uhukk uhukkk" sambil terbatuk Liu jie menjawab enteng seakan tak tau maksud pertanyaan dari Kongju.


Dengan penuh rasa curiga Kongju tetap tenang karena merasa meskipun Liu jie dewa perang tetapi dia belum tahu bahwa dirinya adalah dewa perang yang bereinkarnasi, didalam hatinya dia sebenarnya khawatir takkan mampu mengalahkan Liu jie mengingat aura kekuatan yang dipancarkan dari sekuhur tubuh Liu jie.


"Paman pendekar tua, tadi saya membuat 2 buah pil yang bisa membuat kita bersenang senang nanti, jadi silahkan ambil satu" Liu jie merogoh sakunya dan memberikan pil tersebut kepada kongju.


Melihat pil tersebut mata Kongju terbelalak "Aaapaaaa pil ini, siapa yang memberimu pil ini?"


"Oh itu tadi saya buat pas paman sibuk membuat alam dimensi, kalau tak mau ya sudah sini saya ambil"


namun dengan cepat Kongju memasukkanPil tersebutkedalam sakunya sambil berfikir "Anak muda ini mampu membuat pil yang hanya bisa dibuat oleh dewa obat, tentunya dia bukanlah manusia biasa, sepertinya kali saya akan puas bertarung".


Setelah menghabiskan makanan, mereka beristirahat sejenak mengumpulkan energi yang berlimpah dari alam dimensi tersebut.


Boooommmmmm


"Wahhhhh sepertinya selamat Jie'er kamu berhasil menembus tingkat baru, kini kamu berada di tingkat Pendekar Dewa tingkat dua" Shangdi mengucapkan selamat kepada Liu jie lewat telepati.


"Berarti kekuatan dari jurusku pun akan meningkat dong guru Asikkkk" ekspresi bahagia Liu jie tampak jelas diwajahnya.


"Baiklah paman, bagaimana kalau kita bertarung" Liu berdiri dan menantang Kongju untuk segera bertarung

__ADS_1


Kongju pun berdiri dan segera terbang mengajak Liu jie ke tepi danau yang ukuran tak begitu besar. kini masing masing berdiri dengan danau sebagai pemisahnya.


"Dia bukan pendekar lemah, saya hatus mengaktifkan jurus Perisai Sisik Naga" tiba tiba sekujur tubuh Liu jie terasa hangat pertanda jurus tersebut telah aktif.


"Selanjutnya Saya harus mengujinya dengan tebasan pedang matahari hihi" dengan tatapan yang licik Liu jie mencabut pedang dewa matahari dan menyerang Kongju dari seberang danau.


Jurus Seribu sayatan pembelah samudera


Duarrrrrrrrrr


Duarrrrrrrrrr


Danau yang tenang kini berubah menjadi lautan ombak dan berasap, sayatan sayatan tajam yang panas kini mengarah kepada Kongju.


Bommmmmmm


"Dugaanku tidak salah ternyata anak ini memiliki kekuatan yang dahsyat, sepertinya akan menarik, terima ini anak muda Jurus Cakar elang pemusnah raga hiaaaaaa" dengan posisi terbang Kongju melepas serangan dahsyat kearah Liu jie.


Dummmmmmmm


Dengan insting yang tajam serta kecerdasan, Liu jie tidak mencoba untuk menahan serangan tersebut, tepat sebelum mengenainya dia melakukan teleportasi kesamping Kongju dan tiba tiba menepuk pundak Kongju.


"Halo kakek tua, jurusmu sungguh mengerikan hihi sayangnya kamu bukan tandinganku, Jurus tapak api dewa"


Boommmmmmmm


Krekkk krekkk krekkkk


tubuh Kongju hancur berkeping keping namun sayangnya mata Liu jie harus terbelalak melihat bahwa tubuh yang dihancurkannya ternyata hanya tubuh pengganti.

__ADS_1


"Huaaaaaaaaaaaaaaa kakek tua kamu hebat juga hahaa" Liu jie yang merasakan aura Kongju yang berdiri dibelakangnya tiba tiba memberi sanjungan.


namun tak berselang lama dengan kecepatan dan kemampuan teleport masing masing melancarkan jurusnya, sudah lebih dari 10 jurus yang dikeluarkan namun belum ada satupun yang terdesak.


Kini mereka berdua telah menghancurkan seperlima daratan alam tersebut hanya dalam waktu kurang dari lima menit.


terima ini *Jurus Hujan Petir hitam


Duarrrrrrrrrr Dhuarrrrrrrr Kabooommm*


"Hahahaa kemanapun kamu pergi petir itu akan mengejarmu jadi kali ini jurus teleportasimu takkan berguna" Kongju tertawa lepas melihat Liu yang lompay sana sini bagaikan dewa ruang dan waktu yang dikejar kejar petir.


"Ahhhh gawat kalau begini terus sepertinya saya harus mencari cara biar jurus ini menjafi senjata makan tuan hihi" Dalam pergerakan menghindari petir Liu jie tersenyum licik.


tiba tiba saja Liu jie muncul dibelakang Kongju dan memeluknya erat sambil berbisik


"Jurus tokek melengket tanpa akhir yang jelas Hahahahaaaa"


Kongju membelalak katena tak menyangka Liu jie akan menggunakan cara ini, sehingga petir tersebut menyambar mereka berdua tanpa ampun.


Mereka kini hanya bisa terduduk dalam kubangan yang terbentuk dari sambaran petir yang dahsyat. Mulut dan hidung mereka mengeluarkan asap hitam, rambut mereka berdiri, namun dengan adanya jurus Pelindung sisik naga miliknya Liu jie tak mendapatkan luka serius setelah menerima hantaman Petir tersebut sedangkan tidak bagi Kongju, Tubuhnya Gosong dan mengeluarkan darah hitam.


"hahahahaaaa kamu pasti tak menyangka kan, kini skor kita 1 - 0 " Liu berdiri sambil merapikan rambutnya yang berantakan.


Dengan ekspresi kesal campur kagum Kongju Meminum Pil pemberian Liu jie dan segera menyerap khasiatnya. kini dia kembali bugar.


Kongju Berdiri dan melompat lompat menunjuk Liu jie bahkan hampir semua giginya kelihatan "Huaaaaa dasar bocah licik, tak berkepridewaan dasarrrrrr kamu bisa bisanya memikirkan jurus tokek begitu, awas kamu ronde berikutnya akan kubalas".


Liu jie hanya tertawa terbahak bahak menyaksikan sikap orabg yang sudah tua tapi berkelakuan kaya anak kecil kehilangan permen hanya karena kalah dalam pertarungan "Hahahahaaaaaa jangan marah dong cup cup cup balas lah balas lah hahaaa".

__ADS_1


__ADS_2