Legenda Dewa Perang

Legenda Dewa Perang
51. Pertarungan Sirei


__ADS_3

"khihihi ternyata masakan kak wen wen jika ditahan dalam perut selama semalaman bisa menjadi racun juga hahaa" Liu jie membungkuk tertawa dengan satu tangan memegang perut dan satu tangannya lagi menunjuk wajah pendekar kapak yang terkapar pingsan tersebut.


Melihat adik seperguruannya dipermalukan seperti itu membuat pria sepuh dengan kemampuan pendekar langit tahap dua murka. Dia menyerang Liu jie tanpa ampun, aura membunuhnya memberikan tekanan luar biasa bagi pendekar pendekar lain disekitarnya, namun tentunya aura tersebut bukan hal yang mengusik bagi Liu jie.


Arghhhhhhh


"Tuannnn pendekar to too tolong tarik aura anda saya sulit bernafas tuan pendekar" Liu jie memegang lehernya dan dadanya seakan udara sekitar sangat menyesakkan.


"Hahaaaa ternyata kamu hanya omong kosong, hanya auraku saja kamu sudah kewalahan begitu, pendekar era sekarang memang tak tau kapan harus lari dari lawan yang kuat" Pria sepuh itu menyombongkan diri sambil berjalan kearah Liu jie dengan sebilah pedang kembar dikedua tangannya.


Setelah pria sepuh itu berjarak dua meter dan bersiap menebas leher Liu jie, tiba tiba Liu jie menghilang lagi dan berteleport kebelakang pria sepuh itu dan menggigit daun telinganya.


Jbukkkkkk

__ADS_1


Suara tendangan yang dilayangkan Liu jie ketengkorak kepala pria sepuh itu memecahkan suasana keheningan. dalam secepat kilat Liu jie kembali berteleport kehadapan Pria itu dan mengeluarkan sebuah jurus


"Jurus Cucuk cucuk hiaaaaaaa" Liu jie menusuk kedua bola mata pria itu dengan jari tengah dan telunjuk tangan kanannya.


"Arghhhhhhhhhhh Matakuuuuu" pria tersebut dalam sekejap buta. kedua bola matanya dicungkil keluar.


Sontak saja pemandangan tersebut membuat semua yang ada disitu bergidik takut melihat kehebatan Liu jie meskipun disertai dengan jurus jurus aneh.


"Ueeekkkkk menjijikkan, saya tak mau lagi memakai jurus ini. rasanya seperti kenyal kenyal ueeekkkk ni ambil bola matanya lumayan cemilan hahaaaaa" Liu jie melemparkan kedua bola mata pria tersebut kepada Xie xue sambil menjulurkan lidah karna mual.


Sirei, Wen wen, Moyu dan Yura hanya bisa tertawa didalam alam dimensi Liu jie sedangkan Shangdi tetap asik tidur karena merasa kelompok bintang surgawi bukan lawan bagi manusia biasa.


"Nah sekarang apa kalian masih mau memperpanjang urusan ini atau membiarkan kami lewat? hahhh hahh hahhh" Liu jie mendongakkan kepalanya dan mengangkat kedua bahunya seperti orang yang sedang menyombong.

__ADS_1


Melihat dua pendekar ternama dikalahkan dengan mudah membuat pendekar pucat bagai mayat angkat bicara


"Hei pendekar sepertinya kekuatanmu bukanlah hal yang dapat dipandang remeh, jika kamu bisa membuatku mengaku kalah maka silahkan tinggalkan tempat ini" Pria berwajah pucat dengan taring yang menonjol tersenyum merendahkan seakan dia bagaikan manusia abadi.


"Cihhh bersekutu dengan iblis saja sudah sombong hahaha" Liu jie meludah dan mengejek.


"Hahaaa ternyata kamu memang bukan orang sembarangan, sepertinya kamu bisa membuatku senang" Pria pucat tersebut mengeluarkan sepasang cakram berdiameter sejengkal.


Melihat pria pucat mulai serius membuat Liu jie tertawa terbahak bahak "Hahahahaaaaa dasar kalian tidak tau kapan harus berhenti, baiklah mungkin sudah seharusnya kalian bertemu dengan Iblis yang sesungguhnya".


Mendengar ucapan Liu jie membuat Sirei seakan faham dan segera muncul disisi Liu jie.


"Tuan Ijinkan saya mengajari mereka seperti apa sebenarnya iblis itu seperti apa"

__ADS_1


"Uhmmm memang itu tujuanku hahaha, ya sudah kalau begitu saya mau nonton kamu, ingat ajari mereka sopan santun ya haha" Liu jie segera melompat keatas Xie xue dan tengkurap dengan posisi kaki menyilang keatas pantat dan tangannya menopang dagu.


__ADS_2