
"Khyaaaaaaaaaa dasar murid sialan apa kamu kira aku akan mati" Long fey lompat lompat sambil menunjuknya dengan ekspresi tak percaya melihat murid Almarhum putranya.
Setelah puas mencaci master Guy, Long fey kembali duduk dan memasang ekspresi serius "Alasan beberapa pertanyaan saya tadi karena ingin melihat respon kalian, dalam waktu dekat ini sebenarnya saya ingin mengangkat master Guy menggantikan posisiku sebab saya memutuskan untuk pergi berkelana menghabiskan sisa hidup sebagai obat luka jiwaku, maka itu tadi hal pertama yang saya tanyakan adalah pendapat kalian tentang master Guy dan tampaknya master Guy memang cocok memikul tanggungjawab sebagai ketua sekte pedang suci generasi berikutnya".
"Ketua apa maksud anda?, Ketua apa saya tak salah dengar?" para master satu persatu mengelurkan pertanyaan dengan ekspresi terkejut bukan kepalang.
"Saya sudah mengabdikan hidup selama ini demi melahirkan sosok pendekar kuat seperti kalian, kini kalia sudah kuat dan saya berharap dengan keputusanku ini kalian dapat bekerjasama membantu master Guy menjaga dan merawat sekte pedang suci. mungkin seminggu lagi saya akan mengumpulkan semua master, guru dan para murid di alun alun sekte".
Mendengar penjelasan dari long fey membuat mereka semua hanya bisa diam dan menunduk. tak sedikit dari mereka adalah anak korban perang dan korban kesadisan aliran hitam dimasa lalu yang kemudian dipungut oleh long fey kemudian dibesarkan dan dijadikan murid disektenya, mengenang hal tersebut mereka menitiskan air mata karena sudah menganggap long fey sebagai sosok guru, sahabat dan orang tua yang bahkan dewa sekalipun takkan bisa melakukan apa yang dilakukan long fey.
"Hei semuanya, saya tak menjadikanmu pendekar untuk cengeng, hapus air mata kalian dan angkat kepalamu. berdirilah dengan kokoh dan jangan menjadi sosok lemah sepertiku" Long fey menyampaikan hal tersebut karena tak ingin menjadi beban bathin saat meninggalkan sekte nanti.
"Jika itu yang ayah, eh maksud saya yang ketua inginkan maka saya dan yang lainnya tak bisa menahan, mungkin sudah saatnya ketua menikmati kehidupan setelah apa yang ketua curahkan kepada sekte dan kami semua selama ini" mendengar jawaban salah satu master membuat mereka semua mengangguk setuju tapi dengan ekspresi yang penuh dengan rasa duka.
"Kalau begitu sudah diputuskan master Guy akan menggantikanku dan acara penobatan di alun alun sekte akan dilakukan minggu depan. jika demikian maka pertemuan tertutup ini yang tak lain pertemuan terakhir kita di aula sekte saya tutup" ucap long fey sebelum meninggalkan para master yang masih terdiam sedih di ruangan.
>>>>>>>
Kembali dibenua besi dimana Liu jie berlari dengan suasana hati yang riang karena kini dia memiliki sebuah pusaka dewa apalagi itu adalah pusaka yang menurun dari dewa perang ke kakeknya dewa matahari dan dititipkan kepada neneknya dewi kutub es. Liu jie merasa pertemuan dengan neneknya akan semakin dekat, pemikiran itu membuat Liu jie semakin bersemangat.
Setelah Liu jie tiba di lokasi ajang pencarian bakat dia terkejut melihat banyak peserta dan pendekar telah meninggalkan area lokasi, rakyat biasa dan para pedagang pun mulai meninggalkan lokasi dengan wajah cemas.
melihat keadaan ini, Liu jie segera memusatkan fokusnya untuk menemukan keberadaan wen wen. tak butuh waktu lama baginya menemukan wen wen dan segera berteleport kesana.
__ADS_1
"Ah Jie'er kakak mencarimu kemana mana, ayo sekarang kita berangkat ke kerajaan batu lima. tadi kaisar Qyu wei tiba tiba menghentikan jalannya pertandingan dan menyampaikan bahwa kekaisaran benua api mengirim 10 ribu pasukan dengan 3 jenderal berkekuatan besar untuk menginvasi wilayah kekuasaan dan target pertamanya adalah kerajaan batu lima, Kaisar Qyu wei meminta para pendekar untuk bekerjasama mempertahankan garis depan kerajaan batu lima yang berada digaris batas wilayah kekaisaran benua besi dan benua api". setelah menjelaskan secara singkat wen wen kemudian menarik tangan liu jie.
Liu jie yang telah merasakan beberapa kali membunuh kini seakan bersemangat untuk membantai pasukan tersebut. Dia mengikuti wen wen dari belakang yang melompat lompat diatas pohon, dia tak menggunakan jurus teleportnya karna tak mengetahui lokasi kerajaan batu lima.
"Kak berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke kerajaan batu lima?" Liu jie tampak tak sabaran untuk mengajak sirei menggempur pasukan tersebut.
"Dengan kecapatan maksimalku ini mungkin kita akan sampai dalam waktu 8 hari, itupun mustahil karena kita tentunya akan beberapa kali berhenti untuk istirahat dan mengisi perut.
"kalau begitu gawat kak, bisa bisa kerajaan batu lima rata dengan tanah saat kita tiba" Liu jie tak tau harus bagaimana.
"Jie'er apa kamu lupa dengan keberadaan gurumu ini?" tiba tiba dewa naga emas mengangkat bicara.
Liu jie kaget dan merasa bersalah kemudian mereka berkomunikasi sepanjang jalan
"Oh iya ya, maaf guru tapj apa guru bisa mengantar kami agar bisa tiba dengan sesegera mungkin?".
"Baiklah guru".
Setelah berkomunikasi singkat, Liu menghadang wen wen.
"Apa yang kamu lakukan Jie'er? kita akan terlambat jika menunda nunda perjalanan" Wen wen kesal karena sikap liu jie.
"Kakak ikutlah, saya menemukan sebuah cara agar kita bisa tiba lebih cepat tapi kita harus mencari tempat yang sangat sepi" ucap liu jie yang tergesa gesa.
__ADS_1
"Kakak tak tau maksudmu, tapi kalau memang begitu maka cepat ikuti kakak, kalau tak salah 500 meter dari sini ada sebuah gua" wen wen kemudian berlari secepat yang dia bisa.
Setibanya di mulut gua, wen wen mengajak liu jie memasukinya "Ayo Jie'er, gua ini tempat kakak biasa sembunyi dari kejaran kakekku jika ingin dihukum, disini sangat sepi dan aman".
Liu jie menahan wen wen dengan berkata "Kak kita cukup dimulut gua ini". kemudian melanjutkan kata katanya "Kakak Mungkin ini saatnya kakak mengetahui identitasku namun saya ingin kakak menyimpan rapatnya, jika identitasku bocor maka keberadaan kakak akan menjadi bahaya karena besar kemungkinan orang yang akan membalas dendam atau membenciku kelak akan mengincar kakak "
"Kakak tau kamu adalah pendekar yang hebat bahkan bisa jadi kekuatanmu itu berada di salah satu 10 pendekar terkuat benua besi, kakak berjanji Jie'er meskipun jantung kakak terkoyak, kakak akan tetap menjaga dan membawanya mati bersama". wen wen memeluk Jie'er dan mencoba meyakinkannya.
"Kalau begitu baiklah kak, jangan pingsan dengab apapun yang akan kakak lihat". sahut Liu jie.
Liu jie tiba tiba mundur dan mengambil jarak dari wen wen, kemudian melepas jubahnya. dalam jubahnya terdapat baju perisai yang hanya menutupi leher sampai pusar dan tidak memiliki lengan hanya menutupi pundaknya sehingga tampak perisai itu seperti baju dalam singlet berwarna perunggu.
Dia melanjutkan dengan melepas perisai tersebut dan tampak tatto seekor naga berwarna emas melingkari tubuhnya, kini wen wen sangat kagum melihat tubuh liu jie yang berotot dan dililit tatto naga berwarna emas.
"Bersiaplah kak" Liu menatap wen wen agar mempersiapkan mentalnya menyambut dewa naga emas.
Tatto tersebut kemudian tampak hidup dan melesat keluar dari tubuh Liu jie masuk kedalam gua yang gelap sehingga tampak dari kegelapan hanya sepasang mata yang bersinar keemasan. bahkan mata wen wen hanya melihat sekelebatan cahaya saat dewa naga emas memasuki goa.
"Hei anak manusia, jangan pingsan ya setelah melihatku" dengan suaranya yang menggema dewa naga emas mencoba mengejek wen wen.
"Aura apa ini, dia makhluk apa dan kenapa bisa berada ditubuh Jie'er? apakah jie'er memiliki kekuatan tak terbatas hingga mampu menampung sosok itu? tapi saya sudah berjanji pada jie'er". wen wen bukan lagi kaget tapi hampir syok melihat sosok itu keluar dari tubuh Liu jie.
"Kakak sebenarnya saya adalah cucu Dewa matahari dan menghabiskan waktu dialam dewa, sosok dalam gua itu adalah dewa naga emas salah satu dewa terkuat di alam dewa dan dia adalah guruku" Liu jie kemudian menepuk bahu wen wen karena melihat wen wen hampir tak bisa mengendalikan diri.
__ADS_1
Lagi lagi wen wen makin tak percaya dan hampir muntah darah karena mendengar penjelasan Liu jie. Kemudian dewa naga emas keluar secara perlahan dari dalam gua, terlihat sungut/kumis sang naga yang meliuk liuk mendahului sebelum seluruh anggota tubuhnya keluar dari gua.
Jelas saja bagi wen wen yang hanya manusia biasa sangat terkejut bahkan terduduk lemas sebelum pingsan karena melihat sosok dewa naga emas, suatu hal yang mustahil baginya karena makhluk itu hanyalah mitos dialam dunia manusia.