
Mendengar itu, Dewa naga menjawabnya dengan kening berkerut "Saya pun tak tau pasti tapi dari apa yang saya lihat selama menjadi gurunya, semua ciri cirinya persis sama dengan ramalan kaisar langit. Bocah ini terlahir di tengah perang dahsyat, Dia mampu menguasai beberapa jurus dikitab kitab kuno alam dewa baik itu kitab terlarang dijalan kebaikan maupun jalan kegelapan dan terakhir dia berasal dari keturunan dewa yang hebat, meski ciri ciri keseluruhan lainnya belum terpenuhi akan tetapi ketiga ciri ciri lainnya sudah terbukti. Saya jadi curiga bahwa bocah ini adalah reinkarnasi sosok Dewa Perang yang menghilang secara misterius 2000 tahun yang lalu".
"Jika yang kamu katakan itu benar maka mungkin pertemuan kami ini adalah takdir" sahut pedang tersebut. "Bocah jika tak salah namamu liu jie kan? maukah kamu menjadi tuanku?".
"Entah mengapa saya merasa kita berjodoh, disaat saya memegangmu diarena ada sebuah semangat kehidupan yang besar menyelimuti jiwaku seakan ada rasa tenang, damai dan kekuatanku seakan meluap luap" Liu jie mencoba menyampaikan hal tersebut karena merasa itu perlu.
"Sayapun merasakan hal yang sama, bahkan perasaanku ini melebihi saat dulu ditangan dewa matahari, sebenarnya 2000 tahun yang lalu saya adalah milik dewa perang, namun karena tuanku tiba tiba menghilang jadi kaisar langit menyerahkanku kepada dewa matahari yang saat itu adalah dewa terkuat ke dua setelah tuanku. bagaimana jika sekarang kita melakukan kontrak senjata jadi saya bisa bersatu denganmu dan bersemayam didalam tubuhmu" sosok dalam pedang itu mencoba memberi gambaran dan penawaran kepada liu jie.
Jelas saja Liu jie sangat senang mendengar hal tersebut apalagi saat ini Liu jie memang membutuhkan sebuah senjata. dengan melompat lompat kesenangan, liu jie mengangnguk setuju.
"tapi bagaimana cara melakukan kontrak senjata? soalnya saya belum pernah melakukannya" liu jie menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil melirik kearah pedang tersebut.
"Hummm dibalik aura kekuatan besarmu ternyata kamu cukup bodoh sama seperti dewa matahari, tampaknya buah jatuh tak jauh jauh dari pohonnya haha" sosok pedang itu mengejek liu jie. Kemudian dia menjelaskan cara melakukan kontrak senjata "ya sudah sekarang kamu cukup memberiku setetes darahmu dan jangan lupa tanamkan energy Qi kedalamnya sehingga nanti kita akan menyatu dengan sempurna".
Liu jie pun menuruti perkataannya. setelah melakukan kontrak senjata, dia kaget bukan kepalang karena melihat sosok yang tiba tiba muncul dihadapannya "Haaan han hantuuuu".
(Ilustrasi sosok Sirei si Iblis Perang)
"Ahahaha dasar bocah, dia itu sosok penghuni pedang didepanmu" Dewa naga emas tertawa melihat Liu jie sambil menyapa sirei sang iblis perang yang dulu ditaklukkan Dewa Perang karna membuat kekacauan di alam dewa.
Sirei adalah sosok iblis perang yang namanya cukup tersohor karna mampu mengimbangi Dewa perang dalam duel namun karena mendapatkan luka dalam yang sangat parah, dia akhirnya mengaku kalah dan mengakui kehebatan dewa perang. karena kekagumannya terhadap kekuatan lawannya akhirnya dia memutuskan menjadi pengikut setia dewa perang dan bersemayam di dalam pedang tersebut.
namun sebelum dia diterima untuk menjadi pengikut dewa perang, kaisar langit membuat segel pemusnah didada sirei, segel pemusnah itu akan aktif jika sirei memikirkan penghianatan kepada dewa perang meskipun kelak dewa perang akan berenkarnasi sebanyak 1000 kali maka sebanyak seribu kali juga sirei harus menjadi tuan dari sosok renkarnasi dewa perang itu.
__ADS_1
Dalam setiap peperangan yang dijalani dewa perang, sirei selalu menjadi andalannya karena jurus dimensi kabut api abadinya yang mampu merubah area peperangan menjadi areal berkabut yang dipenuhi api hitam abadi dan akan membakar semua lawan menjadi abu seakan api hitam itu takkan mau padam sebelum semua makhluk berjiwa yang ada dalam kabut musnah tak bersisa.
"Jangan kaget begitu tuan, saya adalah sosok penghuni pedang ini dan perkenalkan namaku adalah sirei sang iblis perang" Sirei membungkuk dihadapan Liu jie sambil mengenalkan dirinya.
meski sirei tak tahu pasti apakah Liu jie adalah renkarnasi dewa perang, namun mendengar ciri ciri ramalan kaisar langit dari mulut dewa naga emas barusan, itu sudah cukup membuat sirei takut mengkhianati Liu jie.
"Sirei ya? uhmmmm kenapa mendengar nama dan melihat anda, saya merasa jiwaku bergejolak bahagia seakan kita sudah pernah menjalani hidup bersama" Liu jie mencoba mencari tau perasaannya barusan.
"Bocah ini, tak salah lagi dia adalah tuanku di kehidupan sebelumnya. dialah renkarnasi dewa perang" gumam sirei dalam hati karena juga turut merasakan hal yang sama. kemudian dia menjawab Liu jie dengan suara seraknya sebelum kembali masuk kedalam pedang "Entahlah tuan, tapi saya berjanji akan selalu menyertaimu mengarungi kehidupan".
"Jie'er kamu sudah menjadi tuan dari sang iblis perang. sekarang sebaiknya kamu menyimpannya didalam alam dimensimu biar tidak menarik perhatian dari pendekar aliran hitam" Dewa naga emas segera memberikan petunjuk kepada liu jie setelah mereka selesai melakukan kontrak senjata.
"Sirei mulai sekarang kamu boleh tinggal di alam dimensiku untuk menghindari sesuatu yang dikatakan guru hiduplah dengan bebas disitu" Liu ji kemudian menarik sirei dalam bentuk pedang kealam dimensinya dan segera meninggalkan tempat tersebut.
>>>>>>>
"Sebenarnya apa ya yang terjadi, terakhir kali kita melakukan pertemuan tertutup seperti ini disaat akan terjadi peperangan dahsyat antara aliran putih dan hitam".
"Perasaanku jadi tidak enak, mungkinkah akan terjadi sesuatu yang besar"
"Entahlah, tapi yang jelas apapun itu saya yakin ini bukan hal yang mengenakan"
Bisik bisik diantara para master tiba tiba terhenti oleh suara sosok yang ditunggu tunggu.
"Ehmmm maaf sudah membuat kalian menunggu, tadi ada murid baru yang cekcok jadi saya menengahi dan menasehati mereka dulu, biasalah anak muda perebutan gadis cantik hahaha" Long fey tertawa karena ikut mengenang masa mudanya dulu.
__ADS_1
Keheningan yang tadi sejenak tercipta kini mulai berganti dengan gelak tawa semua orang didalam aula.
"Anak muda jaman sekarang sungguh agresif, berbeda dengan generasi kita ya haha" ucap salah satu master yang turut ikut mengenang masa masa remaja dulu.
Memang suasana sekte pedang suci lebih mengedepankan suasana kekeluargaan sehingga antara master dan ketua sekte bisa berkomunikasi dengan santai namun tetap menjaga etika disaat situasi membutuhkan keseriusan.
"Baiklah karena kita semua sudah berkumpul disini, saya mau meminta pendapat kalian tentang Master Guy" Long fey menatap mereka seakan ingin mengetahui sosok master guy yang tak lain adalah orang terkuat di sekte pedang suci.
mereka berbisik bisik dan kemudian tak butuh waktu lama salah satu dari mereka bersuara mewakili yang lain, "Menurut kami master Guy adalah sosok yang hebat, kuat, dermawan, jenius, rendah hati dan sangat penyayang".
"Uhmmm jadi begitu ya" Gumam Long fey seakan memikirkan sesuatu sambil melihat ke langit langit ruangan. tak berselang lama long fey lagi lagi angkat bicara "selama kalian ikut denganku, apa kalian pernah meragukan keputusanku?".
Mereka yang mendengar pertanyaan Long fey seketika semuanya langsung berdiri dan membungkuk dan memberi hormat dan secara serentak menjawab "Kami takkan berani meragukan keputusan ketua. bagi kami semua, keselamatan nyawa kami bergantung pada ketua, tanpa ketua yang selalu menjaga kami mungkin kami sudah lama binasa".
Tanpa Long fey duga air matanya menetes karena terharu melihat dan mendengar apa yang dikatakan para master tersebut dan dengan sigap ia menghapusnya sebelum ketahuan.
"Sudahlah, semuanya silahkan duduk kembali" ucap long fey. Tak ingin terlalu lama akhirnya longfey berniat menyampaikan tujuan yang sebenarnya.
"Saudaraku semua, sejujurnya selama 10 tahun belakangan ini saya mengalami pertempuran hebat, pertempuran ini ada didalam hatiku. saya rasa kalian semua faham maksudku, mungkin hanya ada satu obat yang dapat menyembuhkannya". Long fey meluapkan isi hatinya dengan mata yang berkaca kaca.
"Ketua apapun obatnya, kami semua akan mencarinya dengan seluruh kemampuan kami, ketua cukup memberitahukan dimana kami dapat menemukannya" sahut Master Gyu dan semua master ikut menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Mendengar respon tersebut, Long fey menatap mereka sebelum melanjutkan kalimatnya "Kalian semuanya sangat baik, bahkan orang orang terbaik yang saya kenal didunia yang penuh tipu muslihat ini, Namun sebenarmya tujuanku yang sebenarnya adalah . . ."
tiba tiba long fey menghentikan kalimatnya karena melihat Master Guy langsung bersujud dan menitiskan air mata sambil berkata "Guru jangan bilang engkau akan mati dan meninggalkan kami semua, cukuplah Guru Long Jie yang meninggalkan kami".
__ADS_1
"Khyaaaaaaaaaa dasar murid sialan apa kamu kira aku akan mati" Long fey lompat lompat sambil menunjuknya dengan ekspresi tak percaya melihat murid Almarhum putranya.