Legenda Dewa Perang

Legenda Dewa Perang
43. Sosok asli mawar api iblis


__ADS_3

"Sebenarnya tanpa dibunuh pun kita tetap bisa mendapatkan khasiatnya tuan, asalkan mawar api itu secara suka rela memberikan inti sarinya, cuma yang jadi kendala karena tanaman ini terkenal lebih baik mati daripada berbagi. makanya banyak pendekar pendekar dimasa lalu lebih memilih membunuh mereka" Kali ini xie xue memasang wajah yang bersalah mengingat dia juga ambil andil dalam langkanya tanaman mawar api tersebut.


Khihihihiii


Liu jie tertawa kecil mendengar penjelasan Xie xue, mata yang mulai menyipit menandakan akan ada ide ide gila lagi yang menambah daftar catatan kekonyolannya.


Melihat ciri ciri ini membuat Xie xue menghela nafas panjang "Hahhhh tuan saya tak tau apa yang tuan fikirkan, tapi tolong tetap waspada tu-"


Sebelum Xie xue menyelesaikan ucapannya, Liu jie Berlari kesana sini sambil berteriak "saya menyerah, saya menyerah, saya menyerah ayo kita negosiasi".


Xie xue sesak nafas seakan mendapatkan serangan jantung, kelakuan Liu jie kali ini sungguh diluar perkiraannya. Liu jie memang terkenal konyol dalam kelompoknya namun kali ini kelakuannya tersebut diluar jangkauan pemikiran rekan rekannya.


Sirei dan yang lainnya menepuk jidat dan hanya bisa melihat sikap Liu jie, namun meski begitu mereka tak bisa berbuat apa apa. mereka berfikir, dengan kekuatan yang dimiliki Liu jie maka tak sulit menaklukkan mawar api iblis akan tetapi pasti ada sesuatu yang sedang direncanakannya dan hal itu tentunya bukan hal yang bisa dianggap sepele.


Jlebbbb


Jlebbbb


Jlebbbb


Tiga tembakan duri mawar sebesar lengan manusia yang berlapiskan api mendarat didepan Liu jie. Duri itu menancap di tanah seakan meberi kesan perintah untuk berhenti bertindak konyol.


"Ayolah, saya kan tidak berniat jahat. mari kita bernegosiasi lagipula penawaranku malah akan membantumu menjadi kuat" Liu jie mengucapkan beberapa kata yang akhirnya membuat Mawar api iblis keluar dari persembunyiannya.

__ADS_1


Melihat sosok mawar api iblis membuat Xie xue tercengang, matanya melotot, jantungnya berdetak kencang. perkiraannya bukan hanya meleset tetapi sangat jauh meleset. kini tanaman mawar api iblis sudah murni menjadi siluman namun bentuknya menyerupai wanita denga paras yang sangat cantik akan tetapi lekuk tubuhnya sangat jelas terlihat karena hanya tertutupi Kain yang sangat tipis sehingga mampu membuat para lelaki hidung belang akan melelehkan air liur dan mati dalam satu serangan duri beracun.


"Hei kau siluman singa, jaga matamu atau kucungkil dengan beberapa duriku dan kau pria bertopeng, kamu cukup unik" siluman mawar api iblis yang bersosok gadis cantik tersebut kini melirik ke arah Liu jie sebelum melanjutkan ucapannya.


"Jangan berfikir saya bodoh, saya tau kamu memiliki kekuatan yang hebat. pendekar yang mampu menundukkan singa api tentulah bukan pendekar lemah. saya penasaran dengan kelakuan konyolmu, waktumu hanya 1 menit tuk menjelaskan apa maksud ucapanmu tadi".


Xie xue yang tak terima dihina mengambil kuda kuda menyerang namun Liu jie mengangkat tangannya menandakan agar xie xue mengurungkan niatnya.


Kini Liu jie jongkok dan membersihkan tanah disekitarnya dan mengajak gadis tersebut untuk duduk "Mari sini duduk, saya rasa hanya ini yang bisa saya lakukan menyambut anda soalnya kami tak membawa perlengkapan bersantai heee" Liu jie menggaruk kepalanya yang agak gatal karena seharian belum mandi.


"Tampaknya kamu pendekar yang sopan, baiklah tapi apa kamu tak merasa terganggu dengan tubuhku yang hanya berlapiskan kain tipis ini?" Gadis tersebut mencoba untuk memastikan bahwa Liu jie bukanlah pria hidung belang seperti yang lalu lalu.


"Ahhh soal itu, saya akui bentuk tubuhmu indah tapi sayangnya saya belum cukup umur. tapi beberapa tahun kedepan saya tak bisa memastikannya ya heee... nah sekarang ayo sini duduk kita bicara" Liu jie kembali menepuk nepuk tanah disampingnya.


"saya penasaran, apa yang mau kamu negosiasikan? saya yakin bukan tubuhku, apa inti sariku?" Mata gadis itu menyipit karena yakin bahwa salah satu tujuan Liu jie pasti dari dua hal tersebut.


Kini Xie xue hanya diam dibelakang Liu jie dan mengawasi gerak gerik gadis tersebut serta menjaga sekitar agar tak ada makhluk lain yang mengganggu perbincangan tuannya dan gadis siluman mawar api iblis.


"Jadi begini, perkenalkan namaku Liu jie. saya adalah salah satu kelompok Bintang Surgawi. Pasti kamu belum pernah dengar kan? maklum terbentuknya belum lama yaaaaa mungkin sekitar 9 jam yang lalu khihihi dan saya adalah pemimpinnya"


"Uahahahaaaa ternyata kamu betul betul konyol, tapi tak apalah. perkenalkan saya Yura, saya dikenal sebagai maut berduri


. Salam kenal".

__ADS_1


"Baiklah Yura, sebenarnya sedang mengumpulkan hewan dan tanaman herbal untuk dibudidayakan di sebuah Dunia tanpa batas yaitu alam dimensiku. saya tak mau mengganggu keseimbangan alam, ambil satu dari dunia ini dan budidayakan di alam dimensiku serta gunakan seperlunya agar hewan dan tanaman tidak punah".


"Saya mengerti dan faham maksudmu, kamu mau saya masuk ke alam dimensimu dan menebar bibit agar bisa dibudidayakan bukan?"


"Benar sekali, ternyata dugaanku benar. kamu sangay cerdas yura".


"Tapi masalahnya saya ingin hidup bebas, bagaimana jika kamu ingkar janji dan mengurungku selamanya disana, apa kamu bisa memberi jaminan? apa jaminanmu?"


Belum sempat Liu jie menjawab, tiba tiba terdengar suara yang serak "kamu memberi muridku waktu 1 menit menjelaskan, kini saya memberimu waktu 10 detik memutuskan ikuti maunya atau mati" Shangdi yang dari tadi tidur tiduran kini terbangun dan memberi ancaman.


"Siii siii iiiapa kamu sebenarnya, mengapa saya mendengar suara Dewa naga emas? suara itu masih jelas diingatanku saat dia mengumpulkan kami dan meminta laporan binatang serta tanaman yang mulai punah dan langka. katakan siapa sosok dibalik topeng itu?" Yura gemetaran setelah mendengar suara yang sempat membuat seisi hutan ketakutan luar biasa 300 tahun yang lalu.


"hufttt guru, sebaiknya kalau mau bicara bilang bilang dong. jangan main nyelonong begitu, dasar guru ini mengacaukan ide cemerlangku saja, saya kan lagi belajar negosiasi guru" Liu jie tampak kesal melihat Shangdi yang seenaknya bicara dan mengancam.


"Iya iya iya, kalau begitu lanjutkan saja pelajaran negosiasinya. bangunkan guru kalau ada apa apa. dasar bocah konyol" Shangdi juga ikut mengoceh sebelum kembali tidur.


"Maaf ya Yura, biasalah guruku itu memang hobinya tidur dan berbuat konyol, entah dia belajar dari siapa, padahal kan harusnya dia belajar dari muridnya ini yang berwibawa, tegas dan cerdas" Liu jie mengangkat kedua bahunya sambil tersenyum ke arah langit.


"Uahahahahaaaaaaaaaa Kalian dengar apa yang diucapkan Jie'er tadi hahahaaa" wen wen berguling guling tertawa mendengar Liu jie barusan, Sirei dan moyu bahkan lebih parah. mereka berdua tengkurap sambil memukul mukul tanah karena tak mampu menahan tawa, Xie xue pun demikian. dia melompat ke pohon disamping Liu jie dan menggigit batangnya agar suara tawanya tak kedengaran.


"Aneh apa anggota timku memang orang orang konyol ya?" Liu jie mengelus dagunya karena merasa tingkah teman temannya kali ini sangat aneh. dia tak sadar bahwa ucapannya tadilah yang membuat rekan rekannya menggila.


"Tenang saja yura, saya tak tau kenapa Xie xue bertingkah seperti itu, tapi paling juga sebentar lagi sadar. oh iya lupa, sebenarnya perkiraan kamu benar, suara tadi memang milik guruku sang dewa naga emas, dia mengikutiku ke dunia atas perintah seseorang hehee" Liu jie tertawa kecil karena tak ingin membuka identitasnya lebih jauh.

__ADS_1


"Siapa orang yang kamu maksud?" Yura menatap Liu jie seakan tak percaya bahwa dewa naga yang perkasa kini sedang berada didunia terlebih lagi bersama dalam rombongan kecil dihadapannya ini.


__ADS_2