
Liu jie yang masih dengan posisi tengkurapnya diawan, tanpa memberikan aba aba atau ciri ciri menyerang kemudian langsung menghilang dengan jurus mainannya sewaktu dialam dewa yaitu bertelport. kemudian tiba tiba terdengar suara jeritan dari dalam kurungan akar beracun Arrghhhhhh suara itu sungguh menyayat hati bagi yang mendengarnya seakan mendapatkan siksaan yang teramat pedih.
Setelah suara itu menghilang, dalam keheningan terlihat gas gas beracun hijau pekat seakan terhisap kembali kedalam akar akar tersebut, udara seketika kembali semula. perlahan akar rambat pun mulai bergerak kembali dan masuk dalam tanah.
"Ituu ituu ba aa gaimana kamu, Apa yang kamu lakukan kepadanya?" Teriak Shin histeris ketika melihat Liu jie jongkok disamping kepala pemuda yang telah menebar teror gas beracun di arena sambil menarik narik telinga pemuda yang sedang pingsan tersebut.
"Ehehehehe saya cuma penasaran kenapa dia pingsan dan ngompol, padahal saya cuma muncul dengan tiba tiba dihadapannya ehhh dia langsung pingsan Hahahaaa aneh, sungguh pendekar aneh. mungkin dia menyangka saya hantu hahaha" Liu jie lagi lagi tertawa mengingat kejadian itu.
Mendengar penjelasan dari Liu jie, semua orang yang hadir tak tau harus apa. hati dan fikiran mereka tak sejalan, mau tertawa dengan kepolosan dan tingkahnya tapi kehebatannya sangat mengerikan, mau diam tapi jarang jarang ada pendekar hebat yang berkelakuan kaya begitu. biasanya pendekar hebat kalau tidak arogan ya cuek tapi ini malah senang bermain.
"Baiklah sekarang yang tersisa kita berdua, bagaimana kalau kita saling tukar jurus? Kamu duluan yang menyerangku jika saya bisa menahannya, kita gantian lagi dan seterusnya begitu sampai ada yang menyerah" Liu jie kembali membuka suara dengan tatapan yangdingin dibalik topeng itu seakan berkata tamatlah riwayatmu.
"Baiklah bersiaplah kau anak muda, semoga dewa berpihak padamu kali ini Jurus pemanggil dewa neraka Penghukum jiwa"
__ADS_1
Langit berubah menjadi mendung dan semakin lama semakin gelap kemudia dari awan tersebut keluar sosok manusia bertanduk dengan mata yang menyala serta taring hitam runcing sepanjang 30 centi menghiasi bibirnya. Dengan sombongnya makhluk iblis itu berteriak dengan suara yang menggelegar "Hahahahaaaa akhirnya kau memanggilku juga tuan, siapa yang harus kubinasakan kali ini tuan?".
"Sekarang cepat kamu binasakan pemuda dihadapanku ini tapi jangan kau bunuh, cukup kau siksa" sambil menunjuk kearah Liu jie, Shian memberi perintah kepada iblis tersebut.
"Guru guru, bukankah itu iblis yang tempo hari di alam dewa saya jadikan kelinci percobaan terhadap jurus baruku" Liu jie membangunkan gurunya dan mencoba mencari tau lewat komunikasi fikiran.
"Sebenarnya dari tadi guru sudah bangun saat kamu enak enakan diatas awan makan permen, uhmmm aiiihhh sepertinya otakmu agak rusak Jie'er karna permen. masa kamu tidak bisa ingat iblis itu, coba kamu perhatikan taringnya dengan baik pasti kamu melihat ada retakan" jawaban Dewa naga emas membuat Liu jie berkonsentrasi melihat taring iblis tersebut.
"Ahahahaaa benar benar guru, dia iblis yang dulu, taringnya retak karena mencoba kabur jadi saya tendang eh kena taringnya dan dia menangis karena taringnya retak" sambil mencoba saling menipu seakan serius menganalisa namun sepasang guru dan murid tersebut tak sanggup lagi menahan tawanya mengingat kejadian waktu itu.
"Apa yang kau tertawakan, awas kau bocah tengik sinting gila miring" Shin memaki Liu jie dan segera memerintahkan iblis itu menyerangnya.
" Jurus kapak iblis pelahap jiwa" iblis itu meloncat ke langit dan dengan ayunan kapak yang mengerikan dia mencoba untuk menghantam kepala Liu jie namun naas sebelum kapaknya beradu dengan tengkorak kepala targetnya, mata iblis terbelalak dan langsung menghentikan serangan kemudian dia bersujud memohon ampun dihadapan Liu jie.
__ADS_1
Iblis tersebut gemetaran mengingat apa yang menimpanya di alam dewa, terlebih dia merasakan aura dewa naga emas yang melingkar ditubuh Liu jie. seluruh tubuhnya bergetar memohon ampunan. namun sebelum iblis tersebut keceplosan membongkar identitas Liu jie, sang dewa naga emas mengancamnya lewat fikiran "Sebaiknya kau diam dan menyimpan identitas muridku didunia ini, jika identitasnya bocor maka saya sendiri yang akan melahap dan mengunyahmu sejengkal demi sejengkal hingga kau lebih menginginkan mati secepatnya, sekarang pergilah".
Setelah mendengar ancaman tersebut, tanpa menghiraukan Shin yang kebingungan akhirnya iblis tersebut menghilang.
"Apa yang kau lakukan barusan, saya hanya melihatmu tertawa dan kemudian iblis itu lari pontang panting ketakutan. siapa kau sebenarnya?" teriak Shin yng sedang dirundung ketakutan yang teramat dahsyat.
"Jangan banyak bicara, giliranmu telah selesai dan kini siap siaplah menerima seranganku khikhikhi" Liu jie yang berjalan santai gontai menuju Shin kini langsung berteleport dan muncul dengan posisi jongkok dibawah pantatnya shin serta berteriak Jurus Tusukan Ambeien hiaaaaaaaa, Liu jie langsung menusuk lubang pantat shin yang tak dapat menghindar dengan tusukan dua jari telunjuk berbentuk pistol.
"Khyaaaaaaaaaaaaa" sontak shin teriak dan melompat lompat kesakitan memegang pantantnya sebelum terpeleset jatuh keluar arena.
Suasana yang tadinya membuat semua orang bergidik ngeri melihat kemunculan iblis, kini tergantikan dengan gelak tawa atas kelakuan konyol Liu jie, tak kalah dengan sang wasit yang ikut terpingkal pingkal tertawa sambil berguling bersama Liu jie ditengah tengah arena tertawa memegang perut masing masing.
"Baiklah baiklah sebagai wasit sekaligus seorang pendekar yang malang lintang dunia persilatan, saya merasa dipertandingan terakhir ini kita semua telah mendapatkan hiburan yang akan membuat kita mengenang hari ini sebagai hari lahirnya jurus baru yaitu Jurus Tusukan Ambeien hahahahaaa. dengan Liu jie sebagai peserta terakhir yang berdiri diatas arena maka dengan ini saya menyatakan pemenangnya adalah Liu jie dan kepada para tamu undangan, seluruh tim inti penyelenggara ajang pencarian bakat, peserta yang sudah berpartisipasi serta seluruh penonton yang hadir, dengan ini secara resmi saya menutup Ronde pertama dan akan ronde berikutnya akan dilanjutkan pada eaok hari".
__ADS_1
Gonggggggggg...
Suara pukulan gong akhirnya resmi mengakhiri pertandingan ronde pertama.