Legenda Dewa Perang

Legenda Dewa Perang
41. Kelompok Bintang Surgawi


__ADS_3

Long fey kemudian memerintahkan kuda perangnya untuk menjaga anak kuda itu sementara dirinya menggali lubang untuk menguburkan kuda hitam tersebut secara layak. Setelah menguburkannya, Long fey beralih ke anak kuda tadi dan membantunya untuk bisa berdiri. Dia membersihkan tubuh anak kuda itu sambil mengajak anak kuda itu komunikasi "Saya akan merawat dan menjagamu dengan baik hingga kamu bertemu dengan cucuku yang tak lain adalah reinkarnasi dewa perang, sebagai tunggangan dewa perang nanti kamu tak boleh cengeng dan manja ya. sekarang kita beristirahat dulu, besok saya akan memberimu nama dan kita kembali melanjutkan perjalanan".


Long fey kembali ke pohon apel tadi dan mengumpulkan apel segar dijubahnya kemudian setelah merasa cukup dia beralih mengumpulkan ranting ranting kering.


"Mereka pasti lapar, sebaiknya dia saya beri nama apa ya? uhmmmm saya merasa terkadang membunuh pendekar aliran hitam jauh lebih mudah dibanding memberi nama" Sambil memungut ranting kayu, Long fey tampak stres memikirkan sebuah nama untuk anak kuda itu, dahinya tampak semakin berkerut.


Long fey kembali berjalan menuju gubuk dimana kedua kuda tersebut sedang menantinya. setibanya disana, dia melihat kuda perangnya sangat penyayang, dia merangkul anak kuda tersebut seakan berkesan ingin menghangatkan tubuh juniornya.


"Ahhhh ayo sekarang kalian makan dlu, saya akan membuat api untuk menghangatkan kita malam ini" Longfey menyodorkan buah apel yang tadi dia petik dan segera membuat api unggun.


Rasa bahagia Longfey akan informasi cucunya membuat waktu sangat cepat berlalu dan tak terasa matahari muncul dari tidurnya.


"Uhmmm baiklah, sebelum kita kembali melanjutkan perjalanan saya akan memberimu sebuah nama. kalau tak suka kamu cukup menggelengkan kepala" Longfey mengajak anak kuda itu komunikasi bagaikan orang gila, tak peduli entah kuda itu paham atau tidak.


Namun diluar dugaannya, ternyata kuda ini memahami perkataan Long fey dan mengangguk. melihat kecerdasan kuda itu membuat Long fey kembali berfikir "Bodohnyaaaaaa dia kan kuda pilihan kaisat langit ya pastilah dia akan berbeda dengan kudapada umumnya, baiklah sebaiknya saya segera memberi nama".


"Coki?"


Ikhhhiiiii "Kuda itu menggeleng"


"Lulu?"


Kuda itu membelalak dan menggeleng seakan tak percaya diberi nama perempuan .


"Kwek kwek?"


"Tuing tuing?"


"Dung dung?"

__ADS_1


"Ahhhhhh semuanya kamu tolak, memang terkadang meski kita ganteng tapi tak menjamin kecerdasan haha" Long fey menghentikan sejenak memberi nama karena merasa tak berbakat dalam hal ini.


Melihat Long fey berbangga diri dengan kegantengan membuat kedua kuda dihadapannya meringkikk seakan tertawa.


"Baiklah, saya akan memberimu nama yang hebat, bagaimana kalau Tian Ma? itu artinya kuda surga loh" Kini Longfey menyipitkan mata karena merasa inilah nama terakhir yang bisa dia fikirkan.


Ihkhhhhhiiii


Kuda itu meringkik dan mengangguk angguk tanda setuju.


"huaaaaaaaaa Liat kannnn, sudah kuduga selain ganteng ternyata saya hebat dalam hal ini hahaha" Long fey menunjuk nunjuk kuda perangnya yang dari tadi selalu saja meringkik tertawa melihat kebodohan Longfey.


"Ahhhh baiklah Tian Ma, sekarang kita berangkat. kita akan melakukan perjalanan dengan berjalan kaki karena kamu baru lahir, takutnya kamu tak mampu mengimbangi kecepatan kudaku Huei" Long fey kali ini memutuskan untuk melanjutkan perjalanan sambil menunggu kaki kaki Tian Ma kokoh untuk berlari.


Mereka pun melanjutkan perjalanan, Long fey berfikir untuk mengikuti langkah kakinya sebagai tujuan dengan harapan langkah kaminya akan mempertemukan mereka bertiga dengan cucunya yaitu Liu jie.


Kembali ke Gua tempat Xie xue, mereka semua kini tampak begitu senang, hidangan rusa panggang semalam membuat mereka makin semangat menjalani hari ini.


Liu jie menghampiri Wen wen "Kak ada yang ingin kuberitahukan, sebenarnya saya ingin bertualang. jika kakak ingin kembali maka saya tak bisa memaksa".


"Dasar bodoh, tentu saja saya akan ikut. untuk apa juga kembali, jika saya tak ikut nanti siapa yang akan memasak. kalian semua cuma hebat berkelahi tapi tak bisa diandalkan urusan perut... ahhhhh lemah... Jangan melotot begitu, kau kau kau kalian semua serahkan urusan masak padaku dan tapi urusan mencari bahan itu tugas kalian hahaha" Wen wen tertawa terbahak bahak hingga membuat Sirei, Xie xue, Moyu, Shangdi dan Liu jie melotot dan menggelengkan kepala.


"Yahhhh kalau kakak sudah memutuskan begitu, berarti mulai saat ini kita akan bertualang. oh iya bagusnya kelompok kita diberi nama apa ya?" Liu jie memandangi mereka satu persatu namun tampak raut wajah mereka agak kebingungan.


"Aduh aduh aduh ternyata urusan kecil beginipun harus saya yang atasi, baiklah akan kuperlihatkan kecerdasanku ini" Liu jie kemufian berdiri dan bersiap menyebutkan nama nama yang menurutnya bagus bagi kelompoknya.


"Kelompok pemakan rusa?"


Mereka hampir muntah darah mendengar nama kelompik yang dikeluarkan Liu jie.

__ADS_1


"Kalau tak senang ya saya ganti, saya akan menyebutkan beberapa nama hebat, jika ada yang kalian suka jangan lupa bersorak ya" ucap liu jie dengan penuh semangat.


"Kelompok petualang hebat"


"Kelompok siluman rakus"


"Kelompok maju tak gentar"


"Kelompok jagoan cerdas"


"Kelom-"


Belum sempat Liu jie melanjutkan kalimatnya, Wen wen melompat dan segera menutup bibir Liu jie dengan jari telunjuknya, "Jie'er sudah cukup, jika kamu teruskan bisa bisa kami semua mati menahan tawa. serahkan urusan ini padaku"


Mendengar ucapan wen wen, mereka langsung tertawa dengan lepas bahkan sungut Shangdi pun sampai keluar dari tubuh Liu jie dan menggeliat. Bagitupun dengan Liu jie, dia menggaruk kepalanya dan ikut tertawa terbahak bahak dengan yang lain.


"Baiklah, nama kelompok kita adalah Kelompok bintang surgawi, Bagaimana?" Wen wen melirik satu persatu dan tampak mereka semua tersenyum dan menganggukkan kepala tanda setuju.


"Tuan, Saya akui tuan hebat tapi sepertinya tuan harus mengakui Wen wen jauh lebih hebat hahahaaaaaa" Sirei mengejek Liu jie karena merasa bahwa Liu jie adalah tuan yang baik hati, dan benar saja perkiraannya tak meleset.


"Jiahahahahaaaaaa betul kan apa saya bilang sebelumnya, kakak wen wen itu sangat jenius. nah kalau begitu mulai sekarang kita adalah kelompok bintang surgawi. penentuan arah tujuan akan dilakukan secara bergilir setiap nanti kita berhenti dalam perjalanan. dan untuk menghormati yang tertua, saya persilahkan Guru untuk meresmikan kelompok bintang surgawi dengan menunjukkan arah tujuan kita yang pertama kalinya khihihi" Liu jie memainkan kata katanya karena sebenarnya dia sendiri bingung mau kemana.


"Dasar bocah tengik, menjebakku dengan cara seperti ini, pakai ketawa pula. Baiklah kita akan berjalan menuju utara" Shangdi sebenarnya berencana mengajak Liu jie untuk mencari neneknya yang tak lain adalah kekasih dewa matahari dimasa lalu.


"Baiklahhhhh sekarang ayo berangkattttt" Liu jie kemudian berjalan dan memimpin kelompoknya memulai petualangan.


**Note: Selama seminggu kedepan saya sedang ada urusan, jadi mungkin update harian agak terganggu. Tapi saya akan usahakan menyisipkan waktu disela sela kesibukan.


Terima kasih sudah memberi dukungan 😉**

__ADS_1


__ADS_2