Legenda Dewa Perang

Legenda Dewa Perang
58. Mempersiapkan segalanya


__ADS_3

"Hiaaaaaaaa asal kamu tau meski saya tua tapi tetap saja saya harus memperhatikan penampilan, apa kata para dewi jika tau saya tidak merawat diri. hummmm baiklah, saya akan membuat sebuah alam dimensi netral yang cukup besar untuk kita bertarung." Kongju kemudian memusatkan sebuah energi yang besar pada kedua telapak tangannya untuk membuat sebuah alam dimensi.


Lautan energi seketika juga terbentuk, udara seakan memadat. energi energi alam terkumpul sehingga membentuk sebuah bola kristal berwarna warni.


Liu jie kagum melihat kemampuan Kongju yang dengan mudahnya mampu menciptakan sebuah alam dimensi, namun perasaan kagum tersebut tiba tiba terhenti saat dia merasakan kekuatan dari alam dimensi yang dibuat Kongju jauh lebih kuat dibanding alam dimensi miliknya.


Bukan rasa kagum lagi yang terpancar dari raut wajahnya, kini Liu jie mulai semakin bersemangat, dia yakin dialam itu nantinya pasti akan terjadi pertempuran yang dahsyat bahkan melebihi pertempuran pertempuran sebelumnya.


Proses pembuatan alam dimensi khusus milik Kongju memakan waktu setengah hari, Keyakinan Kongju tak jauh berbeda dengan Liu jie bahwa pertempuran ini akan menjadi pertempuran level dewa sehingga dia harus menciptakan sehuah alam yang kokoh menahan serangan serangan dari kedua pihak.

__ADS_1


Liu jie memahami betul cara kerja pembuatan alam dimensi yang tentunya akan sangat menguras energi. Untuk menghargai usaha dari Kongju, Liu jie Masuk kealam dimensinya sendiri untuk mengumpulkan tanaman tanaman herbal bahan pembuatan pil pembangkit energi dan kemudian meraciknya.


Situasi sementara cukup tenang, dimana Kongju fokus menciptakan Alam dimensi khusus dan Liu jie fokus menciptakan Pil Pil pembangkit energi dan penyembuh. Liu jie sadar bahwa di pertarungan nanti kedua pihak akan membutuhkan pil pil tersebut agar puas melakukan pertarungan.


"Sirei sebenarnya apa yang sedang terjadi diluar sana, tampaknya Tuan Liu jie sedang serius mempersiapkan sesuatu yang belum pernah saya lihat selama perjalanan" Yura yang melihat keseriusan Liu jie sangat yakin bahwa keadaan diluar cukup menegangkan.


Yura kemudian menghampiri Liu jie "Tuan apa yang bisa saya bantu?".


"Apa itu tuan" Yura bersemangat karena merasa dapat memberi kontribusi dalam keadaan genting begini.

__ADS_1


"Bahan yang kurang adalah senyum manis mu uahahahaaaaa" Liu jie kali ini merasa sangat terhibur sambil guling guling karena bisa mengerjai yura.


Mendengar ucapan liu jie, sontak saja mata Yura membelalak, rahangnya hampir saja lepas karena menganga tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. Sirei tak lebih parahnya, Taring sirei langsung keluar dan cakarnya memanjang tiba tiba, dia bagaikan ingin menerkam anak bebek setelah mendengar lelucon barusan.


Dalam bayangan Sirei, bahan teresebut pasti resep dari Dewa obat karena setahunya bahan bahan yang sudah diracik Liu jie sangat sempurna tapi masih membutuhkan satu bahan yang diluar dari pengetahuan Sirei.


"Sirei gigimu ternyata panjang juga ya, terus kukumu juga kotor sini kubantu pangkas hahahaa" Liu jie mengejar Sirei seakan ingin menambah keriuhan suasana sambil menunggu Pil pil tersebut selesai.


Mendengar hal tersebut, Sirei lari kalang kabut bagaikan anak kucing yang dikejar anak kecil "Tidakkkkk toloooong yuraaaaa tolonggggg".

__ADS_1


Melihat kelakuan kedua sosok yang hebat tersebut main kejar kejaran membuat ekspresi Yura semakin menjadi jadi. dia seakan menggila, didalam kepalanya hanya dipenuhi kalimat 'Tidakkkk tidakkkk ini adalah anggota terbobrok dan terkacau yang pernah saya lihat seumur hidup, yaaaaaaa dewa garis takdir apa yang kau berikan padaku tidakkkkkkkkkk".


__ADS_2