Legenda Dewa Perang

Legenda Dewa Perang
52. Kemunculan Sang Iblis Kegelapan


__ADS_3

"Uhmmm memang itu tujuanku hahaha, ya sudah kalau begitu saya mau nonton kamu, ingat ajari mereka sopan santun ya haha" Liu jie segera melompat keatas Xie xue dan tengkurap dengan posisi kaki menyilang keatas pantat dan tangannya menopang dagu.


"Kau manusia rendahan, segera panggil Sesembahanmu Iblis kegelapan jika tidak maka kupastikan akan kunikmati dirimu hingga ketulang sum sum" Sirei meringis menjilati bibirnya seakan sedang melihat makanan yang teramat lezat.


Merasa diremehkan, pendekar pucat tersebut murka, dia mengaliri tenaga dalam yang cukup besar kedalam pusaka cakramnya sehingga berputar diudara dan sesekali memercikkan api karena gesekan udara.


"Sombong sekali kau siluman, akan kubelah kau menjadi 10 potongan dan akan kuberi keanjing anjing peliharaanku. Jurus roda api pembelah samudra" ucapan pendekar tersebut diiringi serangan jurus cakram yang dahsyat sehingga membuat situasi ditempat tersebut muncul dua buah kubangan selebar dua meter.


"Menghindar, biarkan mereka bertarung" Kedua pihak yang sebelumnya bertarung kini menghindar dari tempat tersebut. mereka waspada pada serangan balasan yang akan diluncurkan Sirei.


"Masih bisa menghindar, terima ini"


Bummmmmm


Bummmmmm


Bummmmmm


Lagi lago serangan cakram tersebut menciptakan ledakan yang besar namun disetiap serangannya sungguh menguras energi.


"Hahahaaa cepat minta bantuan ketuanmu, jika tidak kamu akan mati kehabisan tenaga sebelum saya membalas" Sirei tertawa mengejek seakan sedang bermain main dengan bocah.

__ADS_1


Lagi lagi pendekar pucat itu merasa kesal "Kurang ajar kau, jangan harap bisa lepas dari jurusku yang satu ini, Jurus Cakram Iblis maut"


Dummmmmmmmmm


Hanya hitungan sepersekian detik Sirei dihantam oleh seratus cakram dari segala penjuru. Cakram yang tadi hanya dua kini seakan membagi diri masing masing lima puluh bagian.


Cakram tersebut sebelumnya hanya mengeluarkan api namun kali ini cakram tersebut berbeda,cakram tersebut seakan menghisap kehidupan bagi setiap makhluk hidup yang dilukainya.


Dummmmmmmmm


Dummmmmmmmm


Dummmmmmmmm


"Hahahahaaaaa sudah kubilang jangan meremehkanku, kau takkan bisa lolos kali ini" Pendekar pucat tersebut semakin menggila dan menjadi jadi seakan Sirei hanyalah siluman rendahan.


"Apa itu?" Para pendekar lain yang sudah mengamankan diri kini terperanjat kaget setelah kabut debu menghilang.


Pemandangan yang tak kalah hebatnya kini sedang menghiasi pertempuran itu.


"Aa aa apaaa kamuuuu" Pendekar berwajah pucat itu sangat terkejut saat melihat Sirei sedang mengunyah cakram cakram yang menyerangnya tadi.

__ADS_1


"Hahahahahahaaa sudah lama saya tak makan barang barang pusaka, ternyata tetap saja rasanya kuranh enak jika tak dibumbui dengan darah dan sum sum pemiliknya" Sirei tampak duduk dikelilingi kesembilan ekornya sambil mengunyah cakram cakram tersebut.


"Taaa tapiii tadi suara hantaman yang keras itu dari mana, itu sudah pasti suara cakramku yang mengenai sasaran" Pendekar tersebut termundur karena merasa kali ini dia benar benar tak bisa menghadapi Sirei tanpa bantuan iblis kegelapan.


"Ohhh suara itu, itu suara kentutku hahaaa. maklum sudah berapa hari saya tahan karena takut tuanku nanti marah kalau kentut didalam alam dimensinya uahahaaaa" Sirei lagi lagi tertawa terbahak bahak, sampai sampai Cakram cakram tersebut terlihat hancur lebur didalam mulutnya bahkan ada yang nyangkut digigi seperti sisa sisa makanan.


Sirei melanjutkan ucapannya setelah selesai mengunyah "Baiklah kalau kau tak mau memanggil Tuanmu, maka sebaiknya kamu mati saja, Bersiaplah Ju-"


Tiba tiba udara sekitar menjadi dingin, awan berubah menjadi hitam dan suasana serasa sangat mencekam.


"Xie xue masuklah kealam dimensiku dan tetap didalam bersama Moyu, Wen wen dan Yura" Liu jie segera berdiri dan memasukkan Xie xue kedalam alam dimensinya karena merasa aura yang tiba tiba muncul bukanlah hal yang biasa.


Liu jie bergumam pelan "Apakah ini aura Iblis kegelapan? Jika memang iya berarti ini adalah tontonan yang menarik".


Liu jie kemudian berteriak hingga terdengar kesegala penjuru tempat tersebut "Heiii heii sepertinya kalian semua tidak akan bisa pulang makan malam hahahaaa".


Mendengar ucapan Liu jie barusan membuat Pendekar pucat tertawa dan mengejek Sirei "Hahahaaa Tuanku telah datang sekarang kalian semua akan binasa terutama kau siluman jelek".


"Bodoh, harusnya kamu bukan tertawa tapi segera merangkai kata biar nyawamu diampuni haha" Sirei kembali membalas ejekan itu dengan sebuah ejekan.


Kini raut wajah Sirei bukannya menampakkan ketakutan, akan tetapi dia bagaikan sedang menunggu saudara yang telah lama tak bertemu.

__ADS_1


"Akhirnya kau datang juga" Sirei meringis tersenyum kesosok pemuda gagah yang berdiri diatas kepala naga hitam yang terbang diatas langit.


__ADS_2