Legenda Dewa Perang

Legenda Dewa Perang
59. Absen


__ADS_3

Melihat kelakuan kedua sosok yang hebat tersebut main kejar kejaran membuat ekspresi Yura semakin menjadi jadi. dia seakan menggila, didalam kepalanya hanya dipenuhi kalimat 'Tidakkkk tidakkkk ini adalah anggota terbobrok dan terkacau yang pernah saya lihat seumur hidup, yaaaaaaa dewa garis takdir apa yang kau berikan padaku tidakkkkkkkkkk".


Doooommmmmm


Suara ledakan pertanda pil telah sempurna menghentikan kekonyolan mereka sehingga membuat suasana kembali tenang. dengan segera Liu jie berteleport dan meraih pil racikannya yang tengah mengambang.


Bau harum yang semerbak hasil dari ledakan tersebut membuat Mereka saling pandang beberapa saat. masing masing merasakan tubuh mereka sangat rileks bahkan Yura sampai memejamkan mata untuk menikmati sensasi tersebut.


"Hummm sepertinya Pil buatanmu sukses Jie'er" Shangdi yang diam diam memperhatikan Liu jie kini mulai memberikan pujian.


"Ehhh guru, bagaimana dengan pil buatanku guru? apakah pil ini mendekati pil buatan dewa?" dengan tatapan berbinar binar, Liu jie memandangi langit dengan penuh rasa bangga.


"Benar Jie'er, kalau kau rajin mengasah kemampuanmu maka kau pasti bisa mengalahkan dewa obat yang bodoh itu.


Shangdi tiba-tiba merasa kesal mengenang kejadian dialam dewa dimana sang dewa obat mengerjainya sehingga shangdi harus berubah dari sosok naga perkasa menjadi bayi naga yang imut meski hanya 5 menit, namun 5 menit itu cukup membuat shangdi mendapatkan banyak cubitan dari para dewi khayangan.


ekspresi Shangdi semakin parah saat mendengar celotehan Liu jie "Guru apa saya pensiun saja ya jadi pendekar dan buka apotik hahaaa".

__ADS_1


"huaaaaaa sepertinya otakmu ada yang salah dasar murid bodoh, lupakan lupakan cita cita dangkalmu itu. Kamu sudah menghasilkan dua butir pil, sekarang apa rencanamu untuk mengalahkan dia" Shangdi kini melotot tajam kearah Liu jie.


Dengan gayanya yang khas kini Liu jie mengusap dagunya seakan berfikir keras "Ahhh aku tau guru, untuk menghadapinya tentu aku harus bertarung kan".


Uahahahahaaaaa


wekkkkkkkkkkkk


Grrrrrrrrrrrrrrrrr


"Eheheheee ya kalau begitu jangan ngambek dong" Liu jie mengusap kepalanya sambil tertawa terbahak bahak.


Sedangkan diluar sana Alam dimensi yang sudah dipersiapkan Kongju memberikan tanda-tanda akan segera rampung. kini Liu jie memberi arahan kepada kelompok bintang surgawi agar ikut bersamanya keluar karena pada saat pertarungan nanti jika Liu jie terluka maka resiko anggota mereka terluka juga besar jika tetap berada dalam alam dimensi milik Liu jie.


Kini mereka semua keluar dan berbaris sesuai arahan dari Liu jie "Sekarang kalian berbaris, didepan Sirei, kemudian Kakak wen, Moyu, Xie xue dan Yura".


Mereka melakukan perintah Liu jie dengan teliti tanpa ada kesalahan, setelah berbaris Yura memberanikan diri bertanya alasannya karena yang ada dibenaknya ini pasti sebuah formasi "Kalau boleh tau ini formasi tempur atau bertahan?".

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Yura membuat yang lain ikut serius mengingat susunannya memang sesuai didepan yang paling kuat Sirei, Dibelakang ada Yura sebagai support denga Racun dan ditengah ada Moyu dan Xie xue yang bisa fleksibel memberi bantuan sambil menjaga Wen wen.


"Sepertinya kalian masih belum belajar apa apa selama ini, saya jadi kecewa. ini sebenarnya bukan formasi tapi saya mau absen siapa yang tidak hadir hahahaa" Liu Jie dan Author yang mengantuk ngakak sendiri 😁.


Gubrakkkkkkkkkkkkkkk


Mendengar itu membuat Sirei, Wen wen, moyu, xie xue dan pembaca ngakak dan agak gemessss ingin mentabok Liu jie.


"Baiklah sekarang kalian semua menjauh, apapun yang terjadi jangan ada yang ikut campur" Liu jie kali ini menunjukkan ekspresi yang benar benar serius sehingga membuat anggotanya memberi hormat dengan membungkuk lalu menjauh.


"Akhirnya Dimensi ini tercipta juga, bagaimana kalau kita segera masuk" Kongju yang telah menyelesaikan Tugasnya mengajak Liu jie segera ikut dengannya masuk kealam dimensi yang sudah ia ciptakan secara khusus.


"Baiklah ayo kita masuk" Mereka akhirnya menghilang dan masuk ke alam dimensi tersebut.


"Tuan sepertinya tidak adil bagiku bertarung denganmu sekarang, sebaiknya sebelum bertarung kita memulihkan tenaga dulu, kebetulan saya punya peternakan ayam didimensiku, bagaimana kalau kita panggang ayam dulu habis itu kita mengembalikan stamina, alam yang tuan buat sungguh luar biasa ada banyak energi yang bisa diserap untuk memulihkan diri." Liu jie yang memang sudah lapar memberikan tawaran yang tidak dapat ditolak Kongju yang sudah menguras banyak tenaga demi menciptakan dimensi ini.


Diluar sana Anggota bintang surgawi semuanya tiada henti hentinya berdoa demi Liu jie tanpa mereka ketahui bahwa saat ini Liu jie dan Kongju sedang menikmati ayam bakar.

__ADS_1


__ADS_2