
"Baiklah Sirei, saya akan menunggumu dengan Xie xue. sekarang bersenang senanglah" Liu jie menepuk pundak Sirei yang kini menampakkan wujud aslinya, wujud seekor Serigala hitam berekor sembilan dengan seragam perang kebanggaannya.
"Baiklah tuan, Grrrrrrrrrr" Sirei menjawabnya dengan menyeringai layaknya srigala. tampak terlihat sebuah aura hitam bagaikan asap keluar dari selah selah bibirnya.
"Jie'er apa kamu tau kenapa Sirei disebut iblis perang?" Shangdi yang dari tadi hanya diam kini mulai angkat bicara.
"Memangnya guru tau? oh iya ngomong ngomong bulu kamu sangat tebal dan lembut Xue jadi teringat kasur hadiah dari kakek dulu khihihi" jawab Liu jie sambil tengkurap diatas punggung Xie xue dengan posisi menopang dagu.
"Hemmm sekali bocah, sehebat apapun tetaplah bocah" Gumam shangdi dalam hati sambil geleng geleng kepala.
"Sirei dikenal sebagai iblis perang karena banyaknya strategi strategi peperangan yang bahkan membuat dewa perang dahulu kala agak sedikit kerepotan, biasanya setiap satu serangan dia menyisipkan minimal 3 strategi dan salah satu ciri saat sirei akan bersenang senang adalah aura hitam dibalik seringainya itu, saya yakin kita akan melihat pertunjukan seru dari sini Jie'er". Shangdi berharap dengan informasi ini, setidaknya Liu jie bisa memetik beberapa pelajaran dari seni bertarung dan mempelajari setiap pola serangan dalam memecah pertahanan musuh.
Mendengar penjelasan dari shangdi, Liu jie merubah posisinya yang tadi tengkurap kini menjadi duduk bersila. matanya memandang setiap pola pergerakan Liu jie tanpa adayang terlewatkan.
"Grrrrrrrrrr Akan kuperlihatkan kepada kalian arti kejahatan dan kegelapan yang sebenarnya" Sirei memandangi jetiga jendral dan pendekar langit dihadapannya.
Dengan adanya pembatas api biru xie xue serta Liu jie yang mengawasi dari luar lingkaran api membuat mereka tak punya pilihan selain bersatu memberikan perlawanan.
"Kita semua sudah menghabiskan tiga perempat hidup untuk mencapai kekuatan seperti sekarang, baiklah ini saatnya kita keluarkan semua yang kita punya" salah satu jendral tersebut memberi semangat kepada yang lainnya namun dia tetap memandangi sirei tanpa mengurangi kewaspadaannya.
"Tunggu jendral, saya tak tau dia siluman jenis apa, namun saya ingin mencoba salah satu jurus terlarang dari sekteku untuk mengukur kekuatan siluman itu"
"Karena kita semua tak punya pilihan lain, begitupun dengan saya. sudah saatnya saya menggunakan jurus dalam kitab terlarang sekteku".
Mereka saling memandangi satu sama lain dengan niat ingin menunjukkan kekuatan yang selama ini mereka sembunyikan.
percakapan mereka didengar oleh Liu jie dan sontak saja mereka kaget dengan muka memerah mendengar ucapan Liu jie.
"Heiiiiiii kau botak dan kau rambut kuncir kuda dengan janggut penuh kutu, tak usah banyak bicara kitab terlarang, juris terlarang dan apalah itu. kalau terlarang mengapa kamu pelajari ******, namanya saja sudah terlarang eh malah dipelajari dasar kalian tua bangka tak berotak. asal kalian tau yang kalian hadapi sekarang sudah kenyang dengan banyak larangan. baru belajar satu kitab dan jurus larangan mau sok mengerikan dihadapan sosok terlarang hahaha... Guru, Xie xue ucapanku benar kan, sepertinya saya punya bakat sastra kan guru?" Liu jie kemudian melirik Shangdi dan xie xue dengan mata yang menyipit.
__ADS_1
"Khyaaaaaaaa guru kira kamu bicara panjang lebar karena tau maksud kalimatmu sendiri, ternyata kau hanya mengoceh tak jelas" Shangdi melebarkan matanya karena tak sanggup lagi melihat kekonyolan Liu jie. terlebih dengan Xie xue, sampai detik ini dia betul betul tak sanggup percaya bahwa tuannya adalah pendekar hebat namun sangat konyol.
"Tuan apa saya sudah bisa mulai bersenang senang?" Sirei yang sudah tak sabar ingin menyerang membuka suara untuk menghentikan kekonyolan Liu jie.
"Hummmmm kita memang sudah terlalu lama disini, perutku juga lapar. saya yakin kakak juga sudah lapar, baiklah cepat selesaikan ini lantas kita pergi cari makan" Ucap Liu jie sambil memegang perutnya.
Mendengar hal tersebut membuat Sirei makin semangat. tatapannya yang tajam kepada musuh bahkan membuat xie xue gemetaran.
"Kalau kalian masih mau hidup setidaknya 10 menit maka sebaiknya kalian berdelapan jangan berhenti menyerangku bersamaan. saya beri kalian kesempatan menyerang pertama selama 9 menit, jika selama itu kalian tak mampu membunuhku maka satu menit berikutnya adalah giliranku membunuh kalian semua". Sirei menantang mereka berdelapan sekaligus sambil membunyikkan kesepuluh jari jarinya.
"Sombong sekali kau kucing, saya akan membuatmu menyaksikan diriku mencabuti semua bulu kotormu, tenang saja saya akan menyisakan sedikit bulu diketiakmu hahaha" Salah satu pendekar tahap langit mengejek Sirei karena merasa dengan gabungan kelima pendekar langit saja pasti akan sangat mudah membunuh siluman bahkan jika itu xie xue sekalipun, apalagi jika hatus ditambah dengan tiga jenderal ternama ini tentunya hasil sudah bisa dipastikan sebelum bertarung.
"Jurus ini hanya pernah kugunakan saat membunuh raja siluman ular di gunung yunlun, bersyukurlah karen kau makhluk kedua yang bisa merasakannya Jurus terlarang segel empat arah mata angin" Salah satu pendekar langit memamerkan jurus terlarang miliknya dan seketika tanah bergetar, suhu berubah menjadi panas dan tiba tiba dari dalam tanah muncul empat buah rantai menyembur keluar dari empat penjuru.
Rantai tersebut berwarna merah bara dan menjulang lurus tinggi keatas seakan menunggu aba aba dari majikannya untuk menyegel musuh.
"Jurus Segel lumpur emas"
"Jurus pemanggil Raja siluman"
"Jurus Badai petir"
"Jurus telapak penghacur iblis langit"
Gabungan kelima jurus tersebut jelas bukan hal yang setiap hari bisa dilihat, namun tidak bagi Sirei. Sirei mengenali kesemua jurus ini bahkan pencipta jurusnya, umurnya yang mencapai ribuan tahun serta pengalaman berperang dimasa lalu membuatnya bisa mengenali sebuah jurus serta mengatasinya dengan mudah.
Rantai yang tadinya menjulang keatas kini bergerak kearah sirei. sambil menghindar Sirei pun tersenyum mengejek karena seingatnya nenek tua pencipta jurus ini diratusan tahun yang lalu malah mampu memunculkan ratusan rantai dengan aura yang sepuluh kali lebih kuat dibanding rantai yang hanya berjumlah empat buah ini.
tak sampai disitu, tiba tiba tanah disekitar sirei berubah menjadi lumpur hidup berwarna kuning keemasan, lumpur tersebut seakan menghisap kaki sirei yang saat ini sedang menghindari rantai diudara.
__ADS_1
Sirei mengenali jurus ini sama seperti jurus yang lainnya, selama tak menyentuh tanah dan terus bergerak diudara maka jurus segel lumpur ini tak akan efektif.
Bruuummm Groaaarrrrr
Tiba tiba muncul seekor siluman burung rajawali berkepala tiga "hahaha Mau kemana kau, kali ini raja iblis yang kupanggil akan membunuhmu diudara" ucap salah satu pendekar tersebut yang sebelumnya menggunakan jurus pemanggil raja siluman.
Melihat kemunculan burung rajawali raksasa dengan mahkota berlian dikepalanya membuat kening sirei mengkerut sambil menggelengkan kepalanya "aiiiii sejak kapan rajawali perak bisa jadi raja siluman, kayaknya standar siluman sudah semakin menurun, jangan jangan dia keturunan Gongu si burung rajawali penguasa angkasa, ahhh tidak mungkin, dulu Gongu bilang tak berniat memiliki keturunan".
Rajawali yang tak mengenali sosok Sirei, kini menyerang dengan kibasan sayap dan menghasilkan angin kencang namun angin ini setajam silet sehingga mampu memotong apapun dalam sekejap mata.
Dhuarrrrrrrrrr...
Suara keras akibat benturan serangan Rajawali tersebut membuat sang jenderal tersenyum namun senyuman itu tak bertahan lama karena serangan itu ternyata hanya menghantam dua ekor Sirei yang diputar menutupi tubuhnya layaknya tameng.
Dhuarrrrrrrrrrrr
Suara benturan keras lagi lagi terdengar saat sebuah serangan berbentuk telapak tangan dengan jumlah ratusan muncul dari langit. satu tapak yang cukup besar tersebut sudah bisa meratakan sebuah penginapan berkelas, apalagi tapak yang menyerang sirei kini berjumlah ratusan. jenderal kini tersenyum kembali karena tau seberapa kuatnya daya hantam tapak ini.
Rajawali kembali menyerang dan mencoba untuk mendesak sirei dengan cakaran cakarannya, tampak Sirei terdesak hingga kakinya mendekati tanah dan dalam sekejap lumpur tersebut membentuk sebuah tangan dan segera menangkap kaki sirei. Rantai yang dari tadi mengejarnya pun kini berhasil melilitnya.
Sirei akhirnya terjebak dengan dua jurus segel tersebut dan secara terus menerus menahan serangan rajawali dan tekanan tapak yang jumlahnya seakan tiada henti berjatuhan dari langit.
"Hahahahahaaaaaaa kucing sombong kini akhirnya kau tertangkap juga, ingin menantang kami semua dengan kemampuan seperti itu? jangan mimpi haha" ketiga jenderal itu menghampiri sirei karena merasa kini musuhnya sudah tak berdaya dan kini giliran mereka untuk memberikan siksaan.
Sirei yang terjebak dalam keadaan menunduk tiba tiba tertawa "Hahahaha sayang sekali waktu sembilan menit kalian sudah habis, kini giliranku".
Setelah mengucapkan hal tersebut, sirei mengangkat kepala. matanya yang sehitam langit malam, ditambah senyuman yang menampakkan seluruh taringnya membuat jenderal jenderal tersebut melompat mundur dan memasang kuda kuda bertahan untuk waspada.
Sekujur tubuh sirei perlahan mengeluarkan aura biru kehitaman. tiba tiba suasana ditempat itu berubah menjadi Hutan kegelapan, pohon pohon disekitar hutan tumbuh lebat dengan akar akar besarnya yang merambat kesana sini, tak ada tanda tanda kehidupan, kabut tebal menyelimuti dunia tersebut dan sepasang mata muncul dari langit yang gelap kemudian tiba tiba suara yang serak memecah keheningan "Sungguh disayangkan, sembilan menit yang kalian miliki tak kalian manfaatkan dengan baik, Sekuat apapun kalian jangan bermimpi untuk bisa kabur dari dimensi kegelapanku hahaha".
__ADS_1