
Kembali ke benua awan, Long fey yang telah merasa cukup mempersiapkan segala keperluan perjalanan nanti akhirnya bisa bernafas dengan lega. seminggu telah berlalu sejak pertemuan tertutup dengan semua master sekte pedang suci.
Tampak terlihat murid murid senior sedang mengatur juniornya untuk merapikan barisan di alun alun sekte, pemandangan yang sangat indah disaat semua murid berkumpul menggunakan seragam berwarna putih dengan rajutan gambar sebilah pedang dipunggungnya.
Semua master pun ikut berkumpul dengan seragam yang berwarna Biru langit, ditambah motif sebilah pedang yang menyilang dengan senjata pribadi para master. ada yang memiliki motif pedang menyilang dengan tombak, pedang dengan belati, pedang dengan pedang, pedang berdiri ditengah tengah tungku obat, pedang yang terselip ditengah tengah buku, pedang dengan sebuah halilintar, pedang dengan sebuah api dan pedang yang terselimuti cahaya putih.
Long fey mengamati mereka semua dari ruangannya yang terletak dibangunan tertinggi sekte pedang suci "Ternyata selama ini saya telah melahirkan banyak pendekar, semoga kelak mereka semua menjadi manusia manusia hebat yang berbudi luhur".
Long fey kemudian menulis sebuah surat dikertas.
"Guy dunia ini akan selalu berisikan hitam dan putih, Tempuhlah jalan putih.
Guy, engkau adalah satu satunya peninggalan anakku Long jie. akan kutinggalkan tiga buah kitab milik Long jie padamu dan kuharap kau menggunakan ilmu didalamnya seperti Long jie yang menggunakannya di jalan putih hingga akhir hayatnya.
Guy, kutitipkan sekte ini padamu dan berharap kelak engkau dapat melahirkan para pendekar hebat yang berbudi luhur, pendekar hebat yang akan ambil andil dalam menjaga perdamaian dimanapun dia berada.
Ingatlah pepatah ini Guy, Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading".
Setelah menulis pesan, Long fey kemudian menggulungnya dan mengikatnya dengan sebuah segel petir yang ringan sehingga mudah bagi Master Guy membukanya. Longfey memasukkan gulungan tersebut didalam laci mejanya berharap guy akan menemukannya setelah menjadi ketua sekte.
Setelah merasa cukup, Longfey berjalan dengan santai ke alun alun kota. perlahan dia menuruni dua puluh anak tangga, para master dan murid murid sekte memandangi Long fey dengan tatapan yang seakan berusaha untuk tegar.
"Ketua, semua master dan murid sudah berkumpul sesuai dengan perintahmu" Master guy kemudian membuka suara sambil membungkuk memberi hormat.
"Terima kasih Guy, mungkin sebaiknya acara ini dimulai" Long fey kemudian berjalan menuju panggung yang telah disediakan. Dia berdiri dengan tegak, para murid dan master seakan tak ingin mengedipkan matanya karena tak ingin melewatkan momentum yang sepenting ini.
Long fey memandangi barisan para murid dan master sekali lagi sambil tersenyum hangat. Dia bukan orang yang bodoh, dia mampu melihat kesedihan mendalam disetiap tatapan mata para murid dan master tersebut.
"Anak anakku Kuatlah, pandanglah saudara saudari disekelilingmu. jadilah pendekar hebat agar dapat menjaga dan menolong mereka serta orang orang yang tertindas.
__ADS_1
Anak anakku, saya akan pergi mengasingkan diri selamanya, saya berharap kalian saling sayang menyayangi, saling menjaga dan saling tolong menolong.
Belajar dan berlatihlah dengan tekun, jangan mudah merasa cukup, percayalah bahwa usaha takkan pernah menipu hasil.
Jadikanlah sekte pedang suci sebagai rumah kedua kalian
Jadikan para senior sebagai kakak kalian
Jadikan para mastet sebagai ibu kalian
dan jadikan ketua sekte sebagai ayah kalian
Saya telah memilih master Guy sebagai ketua sekte pedang suci
Jadilah pendekar yang berhati mulia
Setelah menyampaikan beberapa hal yang dianggap penting, Long fey kemudian memberi tanda kepada master Guy dan dengan mata berkaca kaca akhirnya master Guy menghampiri Longfey sambil memberi hormat "Murid memberi hormat kepada Guru" .
Long fey kemudian memakaikan sebuah jubah berwarna Kuning emas kepada master Guy, setelah itu Long fey menepuk pundak Guy dan berkata "Sekarang kau resmi menjadi Ketua sekte pedang suci, mulai saat ini kuserahkan semua tanggung jawab dipundakmu".
Melihat Tak ada satupun sorak sorai kebahagiaan membuat Long fey memecah keheningan dengan tepuk tangan. melihat Long fey yang bertepuk tangan menyambut lahirnya sosok ketua sekte baru membuat para master dan murid mulai bertepuk tangan meskipun jelas sekali diwajah mereka tergambar kesedihan yang teramat dalam mengingat akan kehilangan sosok Long fey.
"Baiklah karena sekarang Guy telah menjadi ketua, mari kita rayakan dengan menikmati hidangan dimeja yang telah kalian siapkan" Long fey segera mengajak mereka semua.
Suasana seketika itu menjadi riuh terlebih para murid baru yang bisa dibilang bocah bocah, mereka semua terlihat gembira menikmati hidangan tersebut. canda tawa kini menghiasi wajah para murid.
tak terasa wakru berlalu dengan cepat, Matahari kini hampir tenggelam, warna orangenya menandakan bahwa tak lama lagi keberadaannya akan digantikan dengan sang rembulan.
Long fey kini berada didepan pintu gerbang pedang suci dengan menunggangi seekor kuda putih perangnya. para murid dan master berdiri dengan suara isak tangis. satu persatu master memeluk Long fey, kali ini meskipun akan dimarahi karena menangis namun tetap saja mereka melakukannya, Long fey membalas pelukan master satu persatu tanpa satu katapun terlontar dimulutnya.
__ADS_1
Kini giliran Guy yang memeluk Long fey, dia menangis sejadi jadinya dan berbisik ditelinga Long fey
"Ayah saya akan menjaga rumah kita ini, jika ayah merasa lelah maka ingatlah bahwa semua anak anakmu menanti disini, jaga dirimu dan kesehatanmu ayah".
Mendengar hal tersebut jelas saja menyayat hati long fey. selama 10 tahun wafatnya Long ji, dia tak lagi pernah mendengar kata ayah ditelinganya, kini kata tersebut bagaikan sambaran petir dihatinya. air matanya menetes membasahi pundak Guy dan berkata "Terima kasih anakku" setelah mengucapkan hal tersebut, Long fey langsung melompat kepunggung kudanya dan memacu tunggangannya tersebut dengan sangat kencang.
Guy dan para master yang menyaksikan punggung Long fey menghilang dikejauhan, berjanji pada diri sendiri untuk menjaga amanah Long fey.
>>>>>>>>
Kembali ke kerajaan batu Lima dimana peperangan yang sengit terjadi di depan dua gerbang kerajaan. para pasukan yang dikirim oleh jenderal kekaisaran benua api tampak terlihat kewalahan, suara benturan daribsenjata kedua kubu terdengar menggema, tak satupun dari pasukan pihak kerajaan batu lima yang menampakkan ekspresi gentar, mereka semua bagaikan seekor singa.
"Hari ini kalian semua adalah pahlawan, ukirlah nama kalian dengan darah para musuhhhhhh" Komandan pasukan gerbang Selatan meneriakkan beberapa kata yang mampu membakar semangat juang pasukannya.
Melihat keganasan pasukan Kerajaan batu lima membuat musuh kini menjadi gentar bahkan ada yabg berusaha kabur tapi sayangnya tak dibiarkan oleh prajurit elit Songhye yang tergabung dalam pasukan tersebut.
"Sebenarnya apa yang terjadi, kini tubuh mereka penuh dengan luka bahkan meskipun tangan mereka putus, mereka tetap meraung dan menggila menyerang secara brutal. apakah mereka mayat hidup, jika begini terus maka kita akan binasa. Mundurrrrr cepat mundurrrr" seru komandan pasukan yang mulai merasakan ketakutan dari keganasan pasukan kerajaan batu lima.
Akan tetapi usaha mereka untuk mundur tak dibiarkan, Komandan gerbang selatan dan para prajurit elit kerajaan semakin menggila seakan nyawa mereka sudah tak berharga lagi.
"Kalian sudah berani mengancam saudara saudari kami, jangan bermimpi untuk kabur, Serang merekaaaaaa" komandan pasukan gerbang selatan yang kini telah bersimbah darah kembali membantai musuh yangbingin kabur.
Akhirnya setelah berjuang dengan kekuatan penuh, pasukan Songhye berhasil membinasakan pasukan benua api yang menyerang gerbang selatan. suara sorak sorai kemenangan menggema di gerbang selatan.
"Wahai pahlawan kerajaan batu lima, yang masih sanggup berperang sekarang ikut denganku untuk bergabung dengan saudara saudara kita digerbang timur, kehadiran kita tentu akan menjadi api semangat baru di jiwa mereka" setelah berserubdengan suara yang keras, Komandan gerbang selatan melotot dan bangga dengan apa yang dilihatnya, ternyata tak ada satupun yang berniat mundur, semua pasukan mengikat dan menutup luka masing masing seperlunya dan salah satu prajurit yang tangan kirinya terpotong berseru lantang "Jika Hari ini saya akan gugur maka saya akan merasa bangga menemui leluhurku, ayo komandan kita segera berangkat sebelum tubuhku kehabisan darah".
Mendengar hal tersebut, komandan pasukan gerbang selatan berdiri dan berteriak lantang dengan penuh wibawa "Jika saya akan gugur maka saya bangga gugur disisi kalian, Seranggggggg".
Kini hanya mayat sisa pertempuran yang tetap digerbang selatan, sisanya dengan kecepatan penuh langsung berlari menuju gerbang timur untuk memberikan bantuan.
__ADS_1