Legenda Dewa Perang

Legenda Dewa Perang
47. Misi Baru


__ADS_3

"Siap komandan, saya janji hehe" Liu jie menghormat layaknya prajurit dengan nada dan gerakan yang konyol seperti biasanya.


Xie xue tertawa sebelum melanjutkan ceritanya, dia merasa bahwa Liu jie adalah sosok pemimpin yang sempurna. Kini Xie xue mulai fokus dan menceritakan kisah percintaannya.


"Dulu di Gunung kaiyan terjadi pertempuran antara siluman singa dan macan, saya terluka parah setelah menghadapi 5 jenderal musuh sekaligus namun tetap berhasil memukul mundur pasukan siluman macan dan membunuh kelima jenderal. dalam kondisi kritis sebuah suara nyaring terdengar ditengah tengah barisan prajurit siluman macan yang sedang mengepungku, dia adalah panglima perang siluman macan tutul. terdengar suara pasukan memanggilnya dengan sebutan Panglima Yue yun." Xie xue tiba tiba terdiam setelah menyebut nama Yue yun.


Liu jie yang asim mendengarkan, langsung menyahutinya "Terus terus lanjutkan xue saya penasaran ni".


Xie xue kembali melanjutkan ceritanya "Yue yun memerintahkan pasukannya mundur dan kemudian menghampiriku. dia berdiri dihadapanku dan berkata kenalkan saya Panglima perang Yue yun, Kegagah beranianmu membuatku bergetar.


Yue yun kemudian merangkulku berdiri dan membisikkan sesuatu, Baru kali jantungku berdetak kencang entah itu karena kehebatanmu atau kekagumanku tapi saya berharap tidak menjadi lawanmu dalam pertempuran di kondisi bugar, saya akan menarik pasukanku dan jika kita bertemu kembali saya ingin pertemuan itu dalam keadaan damai jadi kita bisa menghabiskan waktu berdua dibawah mentari senja" xie xue lagi lagi kembali terdiam seakan didepan matanya sedang terputar rekaman masa lalu kejadian tersebut.


"Sungguh romantis, ahhhh jangan bilang kamu tak mencarinya setelah masa damai?" Liu jie memyipitkan matanya kearah xie xue.

__ADS_1


"Itulah tuan penyesalanku, dia menitipkan sebuah lencana sebagai tanda perpisahan saat pertempuran dia hentikan agar saya selalu mengingatnya, dia pergi dengan senyuman dan hingga saat ini Giok itu selalu saya bawa kemana mana namun saya tak punya keberanian untuk menemuinya" dengan penuh ekspresi penyesalan, Xie xue menundukkan kepalanya. matanya memancarkan aura kerinduan sosok Yue yun.


"Kalau boleh tau markas mereka dimana Xue?" Liu jie mengelus kepala Xie xue dengan lembut.


"Setahuku markas mereka tak jauh dari sini tuan, kalau tak salah setelah melewati dua gunung didepan dan sebuah Hutan kerajaan siluman barulah kita akan masuk area kerajaan siluman macan" Xie xue menjelaskan secara rinci namun tak begitu yakin mengingat bisa saja kerajaan tersebut sudah hancur beberapa ratus tahun yang lalu saat Siluman Elang menginvasi wilayah.


Mendengar penjelasan dari Xie xue membuat Liu jie bersemangat dan menghentikan perjalanan sejenak. Dia mengumpulkan semua anggota kelompoknya untuk menyampaikan sesuatu.


"Ada apa Tuan?" Sirei membuka bicara dengan sikap waspada meskipun dia tak merasakan ada ancaman, tapi dipanggil secara tiba tiba tentunya adalah hal yang penting.


"Sekarang kita punya misi penting, misi ini tak boleh gagal" Liu jie memandangi anggotanya dengan tatapan serius.


Mendengar hal itu, Wen wen memasang ekspresi serius dan menjawab "Baiklah, Misi apa itu Jie'er?"

__ADS_1


"Misi kita kali ini adalah menuju kerajaan siluman macan, targetnya adalah Panglima perang macan tutul Yue yun, bagaimanapun caranya selama target masih hidup kita harus menemukannya karena ini menyangkut Cinta Xie xue yang telah lama terpendam" Liu jie menyipitkan matanya tanda serius sebelum mulai tersenyum kecil dan tertawa.


Wen wen, Sirei dan Moyu hanya geleng geleng kepala karena memang sikap Liu jie itu unik tapi berbeda dengan Yura. sebagai anggota baru, Yura tak mengenal dengan baik Liu jie hingga dia hampir muntah darah mendengar dan melihat kekonyolan Liu jie.


Yura menyangka Misi penting ini seperti berperang atau sejenisnya ternyata hanya mencari cinta lama yang tertunda.


"Apa ada yang keberatan, pokoknya tak ada yang boleh keberatan. biar bagaimanapun kata kakekku dulu cinta sejati itu adalah hal terindah yang bisa kita temukan dalam hidup dan tak semua bisa menemukannya. makanya saya ingin misi kali ini berhasil dan membantu Xie xue menemukan cinta sejatinya" Liu jie menatap langit dan memegang dadanya seakan faham apa itu cinta.


"Hahahahaaaaaa apapun perintah tuan pasti kami ikuti tapi tolonglah jangan pasang ekspresi begitu, tuan saja tak tau apa itu cinta hahaha" Sirei tertawa terbahak bahak mengejek Liu jie karena dia merasa sudah sangat akrab dan memahami Liu jie.


yang lainnya hanya bisa diam menahan tawa karena takut Liu jie tersinggung namun diluar dugaan mereka, Liu jie malah melotot dan tertawa terbahak bahak mendengar kata kata Sirei. Melihat respon Liu jie yang seperti itu membuat kelompok itu serentak ribut tertawa sehingga membelah keheningan hutan belantara.


"Baiklah baiklah, ayo kita berangkat" Liu jie mengangkat tangan pertanda perjalanan misi ini dimulai.

__ADS_1


__ADS_2