
Liu jie dan kelompoknya menjauhi jalan jalan utama, dia lebih memilih berjalan menembus hutan hutan belantara.
"Jie'er kenapa kita tidak menempuh jalan umum saja? bukankah akan lebih baik kalau banyak bertemu dengan orang orang jadi mudah mendapatkan informasi" Wen wen yang berjalan dibelakang Liu jie mrlontarkan pertanyaan yang menurutnya akan mempermudah urusan mereka dalam mendapatkan informasi.
Mendengar pertanyaan wen wen, Liu jie berbalik dan menjelaskan secara garis besar rencananya, "Oh itu kak, sebenarnya rencanaku saat ini adalah mengumpulkan hewan hewan dan tumbuhan herbal untuk dibudidayakan dalam alam dimensiku, saya merasa hutan ini jarang terjamah, buktinya belum lama kita berjalan sudah banyak hewan dan tanaman herbal yang kita jumpai. saya berencana meracik pil dari tanaman herbal yang kita temukan, siapa tau nanti berguna. Lagian kak, apa serunya bertualang jika apa yang ada didepan sudah kita ketahui".
"Apa yang dikatakan Liu jie itu benar, Bertualang adalah menikmati segala sesuatunya dari waktu ke waktu" Sahut Xie xue yang kini sedang memuat Liu jie dan wen wen di punggungnya.
"Begitu ya, oh ya Jie'er tadi kamu bilang mau meracik pil. apa kamu tau cara meracik sebuah pil? ajarkan kakak juga ya, siapa tau nanti kakak bisa jadi pendekar hebat dibanyak hal hehe" Wen wen mencoba membujuk Liu jie, sambil menyandarkan dagunya di pundak Liu jie. matanya memandangi Liu jie dengan tatapan yang menggemaskan.
"Iya kak tenang saja, rencanaku memang seperti itu, siapa tau nanti kakak dikenal didunia persilatan sebagai Dewi obat" Liu jie yang merasa canggung melihat tingkah konyol kakaknya, kini menghibur dengan angan angan yang tinggi.
Melihat sikap wen wen, Moyu yang berbentuk golok hijau dan istirahat didalam tubuh wen wen akhirnya geleng geleng kepala dan bergumam "Sepertinya Wen wen terlalu cepat belajar, sayangnya yang dia pelajari dari Liu jie dan Shangdi adalah sikap konyol khihi".
Sepanjang perjalanan mereka mengisinya dengan saling bertukar cerita, wen wen sesekali memikirkan kakeknya namun tekadnya yang telah bulat membuatnya berfikir semakin dewasa "Biar bagaimanapun juga ini semua hanya masalah waktu, saya ataukah kakek yang akan pergi lebih dulu. lebih baik saya yang meninggalkan daripada ditinggalkan" Wen wen bergumam pelan namun tetap terdengar oleh Liu jie.
Liu jie tak mencoba membahasnya, dia takut salah bicara yang bisa membuat wen wen bimbang nantinya.
__ADS_1
"Ahhh Jie'er sepertinya dihadapan sana ada Mawar api, saya bisa merasakannya. seingatku tanaman itu sangat berkhasiat untuk penyembuhan luka dalam, dulu tuanku sangat senang berburu tanaman itu soalnya jika diracik dengan betul maka akan sangat berguna bagi seseorang yang mengalami luka dalam pada situasi peperangan" Kali ini Xie xue tampak girang karena keberadaan Mawar api sudah sangat langka akibat perburuan liar manusia yang rakus diera perang masa lalu.
Mendengar penjelasan Xie xue, Liu jie jadi bersemangat dan segera mendatangi lokasi yang ditunjuk Xie xue.
"apa seperti ini tanaman mawar api, ini sih lebih mirip bulu ekornya Sirei?" Liu jie mengitari tanaman itu, dia memandanginya dengan mata sipit sambil membungkuk dan mengelus elus dagunya.
"Iya tuan, tanaman ini sebenarnya cukup unik. Untuk menemukannya maka seseorang harus minimal berada pada tahap pendekar Kaisar ke lima, ini karena untuk menemukan mawar api seseorang harus fokus merasakan aura tanaman ini. ya bisa dikatakan tanaman ini sangat cerdik dalam menyembunyikan aura dan tubuh" Xie xue berusaha memberikan penjelasan yang singkat sambil menunjuk ke arah bulu bulu halus dipermukaan tanah.
"Sehebat itukah tanaman ini, uhmmm saya jadi penasaran dengan khasiatnya. ayo kita cabut" Liu jie mencoba untuk mencabutnya namun segera dihentikan oleh Xie xue.
"Tunggu tuan, jangan tertipu dengan apa yang tuan lihat, sebenarnya tanaman bulu halus itu adalah salah satu ujung akarnya yang dijadikan umpan. aura yang tipis dan bau harum dari akar itu hanyalah cara berburu dari tanaman ini, setelah mangsanya menyentuh bulu halus tersebut, mawar api akan langsung menembakkan duri duri yang berbisa dan mematikan. Biasanya tubuhnya tak jauh dari umpannya, tapi kenapa saya tak dapat melihatnya ya" ucap xie xue yang tampak bingung karena seharusnya tubuh mawar api paling jauh 10 meter seperti biasanya.
"Ada apa Xie xue?" Liu jie mencoba komunikasi dengan Xie xue lewat fikiran.
"Tetap waspada tuan, Saya baru menyadari sesuatu. Mawar api kali ini sangat berbeda, saya masih ingat dengan jelas, umpan mawar api umumnya akan berwarna hijau tapi umpan tadi berwarna merah kehitaman, persis dengan mawar api yang saya hadapi dulu dengan tuanku. andai kami tak kabur, mungkin kami sudah mati karena melawan Mawar api iblis. bisa dipastikan ini adalah mawar api iblis tuan, tetaplah waspada tuan karena yang jenis ini selain seribu kali berkhasiat, dia juga seribu kali mematikannya" Xie xue yang bersiaga penuh dengan posisi menyerang tanpa ampun mencoba memberi penjelasan singkat dan padat agar Liu jie segera memahami kondisi yang dihadapi.
Liu jie tau apa yang bisa dilakukan oleh xie xue, tapi tak menyangka untuk menghadapi tanaman mawar api ternyata xie xue harus mengeluarkan semua aura membunuh dan kekuatannya bahkan sebelum bertarung dengan mawar api iblis.
__ADS_1
Sikap Xie xue ini sudah cukup untuk memberitahu wen wen untuk tidak mendekat dalam pertarungan nanti. Wen wen juga segera menyadari hal tersebut, dia sadar sekarang dia hanya berada pada tahap pendekar raja, aura umpan mawar api iblis saja tak dapat dia deteksi apalagi harus menghadapi mawar api iblis dengan kekuatan penuh nantinya.
"Tenang kak, sekarang kakak lebih baik masuk dulu di dimensiku ya, nonton dari dalam dengan sirei dan kak moyu. biar diluar sini saya dan xie xue yang urus, okey kak". Liu jie mencolek ujung hidung Wen wen dengan gaya yang centil, seakan faham betul dengan raut wajah wen wen yang sedang ketakutan.
"A aaaa aaaanuuuu eheee saya tidak takut, tapi mungkin memang sebaiknya saya menonton saja" Wen wen dengan nada gugupnya mengiyakan saran dari liu jie.
"Kakak tau gak, kalau kakak gugup mirip seseorang loh, ya sudah sekarang kakak saya hisap ya" Liu jie lagi lagi menggombal wen wen dengan tatapan centil sebelum menghisapnya masuk ke alam dimensi.
Kini tersisa mereka berdua, sedangkan Shangdi masih asik tertidur dengan posisi seperti biasa, tangannya menyilang dipunggung Liu jie layaknya perisai yang melindungi punggung muridnya tersebut.
"Bagaimana Xue? apa kamu berhasil menemukan lokasi tubuh dari mawar api iblis?" Liu jie berjalan dengan santainya sambil membunyikan kesepuluh jarinya seakan sudah tak sabar menghajar tanaman tersebut.
"Iya sudah tuan, taa ta taaaapiii tuan aura tanaman ini jauh berbeda, sepertinya dia sedikit lagi menembus tahap puncak kekuatannya dan akan menjadi siluman iblis mawar api" Xie xue kali ini sangat waspada dengan ketiga bola matanya yang tak henti hentinya melirik ke satu arah.
Xie xue sadar meskipun dia juga siluman tapi dia tau bahwa makhluk hidup yang berhasil menjadi siluman melalui tahap evolusi tentunya akan jauh lebih kuat dari segi pengalaman bertahan hidup, kekuatan serta strategi penyerangan.
"Baiklah Xue... kalau mawar api iblis itu mati, apakah masih akan berkhasiat?" Liu jie tersenyum sambil memikirkan ide ide konyol seperti biasanya.
__ADS_1
Melihat dan mendengar sikap tuannya kali ini membuat Xie xue menganga, bukannya takut malah mau menantang mawar api iblis. tapi dia yakin bahwa tak mungkin tuannya yang menjadi murid dewa naga emas akan kalah dengan makhluk duniawi.
"Sebenarnya tanpa dibunuh pun kita tetap bisa mendapatkan khasiatnya tuan, asalkan mawar api itu secara suka rela memberikan inti sarinya, cuma yang jadi kendala karena tanaman ini terkenal lebih baik mati daripada berbagi. makanya banyak pendekar pendekar dimasa lalu lebih memilih membunuh mereka" Kali ini xie xue memasang wajah yang bersalah mengingat dia juga ambil andil dalam langkanya tanaman mawar api tersebut.