Legenda Dewa Perang

Legenda Dewa Perang
38. Perjalanan Long fey


__ADS_3

Dari kejauhan Liu jie tersenyum, akan tetapi senyumnya tak berlangsung lama karena tiba tiba sebuah suara membuatnya gemetaran.


Kerrrrrrrr kerrrrrrr kerrrrr


"Guruuuu saya lapar" Ucap Liu jie sambil memegang perutnya dengan kaki yang sedikit gemetar.


Mendengar Liu jie yang gemetaran lapar malah membuat Shangdi tertawa "Uahahahaaaa ternyata sehebat apapun seseorang pasti takluk juga dengan rasa lapar, ya sudah kalau begitu ayo kita kembali pamit dan tinggalkan kerajaan ini".


Karena merasa keadaan sudah terkontrol, Liu jie mengeluarkan Wen wen dan menyuruh Sirei kembali masuk ke alam dimensinya.


fiewwwsssttt


Suara hembusan angin menemani Wen wen muncul dan mendarat dengan mulus dihadapan Liu jie. Sambil menggenggam tangan wen wen, Liu jie mengucapkan beberapa kalimat yang membuat bibir wen wen terkunci "Saya tau banyak yang ingin kakak ucapkan, saya janji akan menjelaskan semuanya tapi tidak sekarang, sebaiknya kita segera menemui Songhye dan berpamitan soalnya saya sudah lapar kak".


Wen wen paham, ini bukan waktu yang tepat meminta penjelasan sehingga hanya menganggukkan kepala menyetujui usul dari Liu jie. Mereka berdua naik kepunggung Xie xue dan segera berteleport ke menara kerajaan batu lima.


Graummmmmmmmmmm


Suara auman Xie xue yang menggema di menara kerajaan menarik perhatian seluruh rakyat tak terkecuali dengan Songhye. dengan sekejap Songhye dan Xiaohe berlari menuju kearah Liu jie dan memberi hormat.


"Terimalah hormatku, hari ini saya sangat bersyukur kepada dewa dan kaisar langit. andaikan ini bukan takdir dari kaisar langit maka kerajaan batu lima tentu akan kesulitan menghadapi pasukan musuh bahkan bisa hancur dan rata sebelum bantuan tiba. Ijinkan saya membalas kebaikan pendekar" Songhye dengan posisi membungkuk dan memberi hormat menyampaikan niatnya karena merasa tanpa Liu jie maka nyawanya pasti akan melayang bersama runtuhnya kerajaan batu lima.


"ahhhh tuan raja tak usah seserius begitu, saya memang datang untuk membantu kok, saya tak bisa berlama lama karena masih ada urusan yang penting tapi tolong bantu saya untuk merawat pasukan kekaisaran batu lima, perlakukan mereka sebaik mungkin dan ingat pastikan mereka bisa pulang dengan selamat hingga perbatasan" Liu jie memegang pundak Songhye sambil tersenyum memberi penjelasan singkat.

__ADS_1


Mendengar permintaan Liu jie, Songhye segera mengangguk dan berjanji takkan ada satupun permintaan Liu jie yang terlewatkan.


setelah merasa cukup, Liu jie kemudian pamit untuk segera melanjutkan perjalanan "Jika demikian sebaiknya saya segera berangkat, kamu adalah raja yang baik, ingatlah petuah ini, apa yang engkau tanam maka itu yang kan engkau tuai. Semoga anda panjang umur dan menjadi raja yang membawa kedamaian dimasa yang akan datang".


Liu jie kemudian menghilang bersama rombongannya setelah mengucapkan kalimat tersebut tanpa menunggu Songhye mengucapkan kalimat kalimat lain yang akan menundanya.


"Ahhhhhhhh sekarang kita aman, baiklah Xie xue tolong kau buat api, saya akan menangkap beberapa rusa untuk kita makan. saya sudah lapar haha" Liu jie yang berteleport ke dalam gua milik Xie xue segera memberi arahan. namun saking laparnya Liu jie tak memperhatikan binatang yang dia keluarkan dari alam dimensinya.


"Khyaaaaaaaaaaaaa Tuan apa apaan ini, saya tau tuan lapar tapi masa tidak bisa bedakan rusa dan srigala, untung saja api xie xue tak mempan padaku kalau tidak bisa hangus buluku tuan" Sirei menggelengkan kepala dengan wajah cemberut dan sedikit protes tapi tetap dengan ekspresi hormat, karena melihat kebodohan tuannya yang seenaknya menarik ekornya keluar dan langsung dilempar kedalam keapi.


kelakuan Liu jie sontak memancing gelak tawa semua anggota kelompok pemusnah ini.


"Aihhhhhhh maaf maaf Rei, saya betul betul lapar jadi tak sempat lagi memeriksa ekor siapa tadi haha, ya sudah sini sini duduk dekatku kita makan dulu" sambil tertawa Liu jie menepuk nepuk lantai altar.


"Hummmmm karena kalian makan paling banyak, saya tak mau tau nanti diperjalanan kalian harus nangkap banyak hewan dan mengisi lagi dimensiku untuk diternak, oke" Liu jie sampai terheran heran melihat kerakusan kedua anggotanya itu.


Sambil menyandarkan kepala dan punggungnya didinding, Sirei dan xie xue mengangguk setuju.


"Habis istirahat tujuan kita kemana ya guru?" Liu jie yang bingung harus melangkah kemana mencoba meminta saran kepada Shangdi yang saat ini sedang asik tidur.


"Ahhh padahal dia tak melakukan apa apa, malah dia yang paling banyak tidur, ya sudahlah sebaiknya saya juga istirahat" Dengan dana mendengus kesal Liu jie pun tertidur karena kekenyangan.


>>>>>>>>>

__ADS_1


Dalam perjalanan Long fey mendengar suara kereta kuda, dia berhenti dan mengikat kudanya di tepi hutan. Long fey berfikir lebih baik mengamati kelompok itu dari semak semak siapa tau mereka kelompok bandit atau aliran hitam.


Tag tug tag tug


Suara tapak kuda perlahan semakin keras, terlihat sekitar 15 prajurit yang setara dengan pendekar tahap jiwa, 10 tahap bumi dan 1 tahap pendekar raja yang mengawal kelompok ini.


"Nyonya, tuan muda sepertinya kita harus berhenti dan berkemah ditempat ini soalnya desa terdekat masih berjarak sekitar 1 hari perjalanan, matahari juga sudah mulai tenggelam, resiko berjalan malam jauh lebih besar. bagaimana Nyonya" Kepala pengawal yang berada ditahap pendekar raja mengutarakan niatnya disisi dinding kereta karena dia tidak yakin akan mampu bertahan dalam serangan dadakan jika berada dikondisi lelah serta gelap.


Mendengar usulan kepala pengawal, terdengar suara wanita paruh baya menjawab dengan lembut "Jika menurut tuan pendekar hal tersebut yang terbaik maka sebaiknya kita beristirahat dan melanjutkan perjalanan esok pagi".


Akhirnya rombongan tersebut berhenti dan mendirikan tenda perkemahan, kepala pengawal memberi tanda kepada pasukannya untuk menyebar dan membentuk pertahanan, karena terangnya api unggun ditengah tengah hutan bisa menjadi ancaman munculnya para bandit maupun aliran hitam yang berniat jahat.


"Uhmmm sepertinya mereka rombongan orang kaya, apa sebaiknya saya bergabung saja, tapi ahhhh lebih baik sekarang kita pergi pelan pelan saja ya putih daripada membebani mereka" Sambil mengusap usap kuda kesayangannya, Long fey tersenyum dan berbicara dengan kudanya namun anehnya kuda perangnya ini seakan memahami apa yang dibicarakan Long fey. Long fey kemudian kembali melanjutkan perjalanan.


Tuuutttttttt grrrr tutttttt


Baru lima meter melangkah suara bercambur bau dari kentut kudanya membuat Long fey muntah muntah, suara berisik dari semak akhirnya kedengaran oleh salah satu pasukan penjaga kelompok tadi yang menyebar.


uakk uaaak uaakkk


Suara tersebut dikeluarkan oleh pengawal sebagai kode ancaman akan kehadiran sosok pria pengelana yang ingin pergi secara diam diam.


"Matikan api, kalian lindungi Nyonya dan tuan muda, saya akan memastikan ancaman didepan" Ketua pengawal tersebut segera memberi perintah dan langsung berlari menuju lokasi kode tersebut.

__ADS_1


__ADS_2