
"Kakek guru sekarang kan kita sudah di dunia manusia, kalau murid mau komunikasi dengan guru apa harus dengan suara? atau murid bisa komunikasi lewat fikiran?" tanya Liu jie dengan ekspresi yang masih kegirangan karena sudah bisa kembali ke dunia asalnya.
"Dasar murid bodoh, ternyata meski kamu hebat tapi otakmu masih aja dangkal, ya tentu komunikasinya lewat fikiran, kalo kamu bersuara nanti dikirain orang gila sama penduduk" sambil menggelengkan kepala, dewa naga tertawa geli.
"Baiklah ayo kita berangkat, sekarang pelajaran pertamamu adalah belajar menjadi manusia" dengan mengajak liu jie bergegas mencari pemukiman terdekat.
Pasangan guru dan murid ini sungguh menikmati perjalanan mereka apalagi suara kicauan burung yang merdu dipagi hari seakan saling sahut sahutan menyertai perjalanan mereka berdua.
krekas krekkkkk terdengar bunyi aneh dibalik pepohonan.
sethhh setthhhh... Tiba tiba 5 orang bandit dengan topeng hitam muncul dengan memberi tebasan tanpa aba aba.
untung saja berkat pelatihan selama dialam dewa membuat Liu jie memiliki respon layaknya seorang dewa, dengan melompat mundur.
"Hei bocah berambut merah, kamu tersesat ya? serahkan semua hartamu atau kami akan memisahkan semua anggota tubuhmu dan menjadikanmu santapan ****** ****** kami" dengan nada angkuh dan arogannya bandit tersebut menunjuk Liu jie.
__ADS_1
"Aihhhh guru belum juga kita menikmati indahnya bulan dan bintang didunia ini, masalah sudah datang" ucap liu jie kepada gurunya lewat fikiran.
Liu jie mendongak keatas dan menggaruk kepalanya yang tak gatal seakan mengeluh kepada para dewa diatas "Ternyata ini alasan mengapa manusia disebut makhluk hina di alam kakek, tampaknya kakek benar kalo banyak manusia yang taunya hanya membuat onar dan menindas orang lain".
"Hei bocah apa kau tuli atau kau begitu takut hingga tak lagi mampu bicara? uahahahaaaa sepertinya kali ini kita akan bersenang senang sedikit" mereka berlima tertawa melihat Liu jie yang diam mematung.
"sebaiknya saya diam saja dan melihat respon jie'er" sambil tersenyum dewa naga emas ingin tau respon dari muridnya.
"apa yang kalian tunggu, cepat kalian berempat tangkap dan gunduli anak itu terlebih dahulu" teriak pemimpin bandit tersebut.
ketua bandit tersebut sontak kaget bukan kepalang, keringat desar mengucur dari keningnya disertai ketakutan yang menusuk hingga kedalam tulang.
"Ka ka kauuu siii si apa sebenarnya kau bocah?" dengan ekspresi ketakutan yang teramat sangat dan sekujur tubuhnya gemetaran, ketua bandit itu memberanikan diri untuk bertanya meskipun dalam keadaan mental yang kritis dengan kondisi bersujud dan wajah yang pucat.
"Ehhh paman santai sedikit kenapa he he he" Liu Jie mencoba membuat ketua bandit tersebut untuk berhenti dari ketakutannya. namun niat baik Liu jie malah membuatnya bingung, dia mengharap bandit tersebut tenang namun kenyataannya bandit tersebut malah rebah dan tak sadarkan diri karna rasa takut yang teramat dalam melihat Liu jie mendekatinya.
__ADS_1
"Aihhh kakek guru, apa murid ini berlebihan ya?" sambil berfikir Liu jie yang tampak kebingungan bertanya kepada Dewa naga.
"Guru rasa tidak juga jie'er, tampaknya manusia itu saja yang terlalu lemah, masa hanya dengan teleportasi ditambah dengan sedikit pukulan di perut mereka sudah mati haha, tapi memang perlu kamu ketahui dirimu itu sedikit special dibanding manusia pada umumnya jie'er" jawab dewa naga emas sambil menguap malas melihat manusia manusia lemah.
"Berbeda? bukannya saya juga manusia sama seperti mereka guru, ya meski memang diriku keturunan dewa matahari tapi bukankah murid ini tetaplah manusia guru?". liu jie menggaruk kepalanya yang sedang agak gatal karna kebingungan.
"Dasar murid bodoh, memang betul yang kau ucapkan namun selama 10 tahun di dunia dewa, dirimu menghirup udara dewa, memakan makanan dewa, berlatih jurus dari kitab kitab para dewa, menggunakan sumber daya yang hanya ada di alam dewa dan tentunya kamu murid langsung dari dewa terkuat, diriku dan dewa matahari, sedangkan manusia umumnya di dunia ini sangat terbatas, tidak seperti dirimu dialam dewa, Faham? dan sekarang sebaiknya kamu menyembunyikan energi dan tenaga dalammu kealam dimensi yang sudah kamu buat dialam dewa biar tidak menjadi perhatian bagi pendekar nantinya" sambung dewa naga emas kepada muridnya yang bodohnya minta ampun.
"oh begitu guru, baiklah sekarang murid faham" sahut Liu jie.
dengan segera Liu jie memfokuskan fikirannya untuk menyimpan energi tenaga dalamnya di alam dimensi yang telah ia buat sewaktu di alam dewa.
Alam dimensi yang dimiliki Liu jie aktif dengan sendirinya hanya dengan fikirannya, kegunaannya pun sama dengan pusaka cincin penyimpanan tanpa batas namun antara alam dimensi miliknya dan cincin pusaka memiliki perbedaan langit dan bumi. ini karena cincin pusaka hanya mampu menyimpan barang barang bersifat benda mati sedangkan alam dimensi milim Liu jie memiliki banyak kegunaan seperti menyimpan makhluk hidup, menyimpan energi Qi yang umumnya manusia simpan di dantiannya sehingga Liu jie tampak seperti memiliki energy Qi yang terbatas didantiannya padahal energi yang lebih besar tertampung berlimpah di alam dimensinya yang dapat ia gunakan untuk mengisi kembali dantiannya saat ia menginginkannya.
"Jie'er sepertinya guru merasakan aura para pendekar manusia yang sangat banyak 5 kilometer di tenggara, sepertinya kita harus kesana dan mencari tempat beristirahat, nanti guru akan memberimu pemahaman pemahaman dasar tentang manusia dan pola hidupnya, sekarang ayo kita kesana" ajak dewa naga dengan mengibaskan ekornya kepantat Liu jie sambil tertawa terkekeh.
__ADS_1
"aiii guru ni, tidak dialam dewa atau disini selalu saja iseng, ayolah kalo begitu guru" jawabnya sambil bersiul siul santai ke arah tenggara.