Legenda Dewa Perang

Legenda Dewa Perang
19. Pembukaan ronde kedua


__ADS_3

"Hufttt akhirnya saya bisa pergi bertualang dengan tenang, saya anggap ini sebuah harta karun peninggalanku hehehehe" Long fey cengengesan dengan mata yang mulai menyipit.


Dia menepuk nepuk jubahnya yang kotor dan kembali kegubuknya untuk menyiapkan barang yang akan dia bawa untuk bertualang. didalam hatinya dia bergumam "rasa rasanya semua wajah dalam petualanganku saat muda dulu kini mulai muncul satu persatu".


hari hari dilalui Long fey dengan berkelililing sekte, dia merasa peninggalannya yang berupa generasi pendekar muda, bangunan, taman serta seluruh isi pemandangan sektenya akan sangat berguna kelak di perjalanan saat sedang merasa kesepian.


Long fey menengok pohon beringin yang dulu ditanam mendiang kakeknya di alun alun sekte, dulu lokasi ini adalah pertanian sehingga kakeknya menanam pohon itu dengan tujuan tempat beristirahat para warga.


Kenangannya kembali terbuka sedikit demi sedikit, mengenang mendiang ayah, ibu dan Long jie anaknya yang sangat senang beristirahat dibawah pohon ini membuatnya merasakan rindu yang amat mendalam.


Setiap aktivitas sehari hari pasti akan melewati pohon ini termasuk dirinya, sehingga dia akan senantiasa mengenang orang tuanya. itulah alasan mengapa pohon tersebut di jadikan titik pusat sekte.


Merasakan kerinduan mendalam membuat Long fey kemudian melompat ke dahan pohon beringin tersebut, dia duduk sambil menengok kanan kiri dan sambil bergumam dalam hati, ia menitiskan air mata "Ayah ibu, saya tau diatas sana engkau mungkin bersedih dengan kelalaianku sebagai orang tua, mertua dan kakek tapi lihatlah perguruan yang kubangun dengan keringat dan darah, semua ini kubangun di jalan yang benar, meski dulu kita hanya keluarga seorang petani namun berkat doa, dukungan dan ajaran ajaran untuk selalu berada di jalan yang benar dari kalian berdua akhirnya sekarang anakmu ini menjadi pendekar aliran putih terhebat di benua awan dan lihatlah para murid yang berlatih, itu semua adalah murid kalian, tanpa kalian maka sekte ini beserta seluruh isinya takkan pernah ada. saya berharap dengan pencapaianku selama ini bisa membuat ayah dan ibu memaafkan kesalahanku 10 tahun silam".


>>>>>>>


Kembali kebenua besi dimana para pedagang asongan serta penduduk semakin ramai disekitaran arena pertandingan.


"Kalau kemarin saja pertandinganny seru begitu, pasti hari ini akan jauh lebih seru".

__ADS_1


"Iya benar sekali, bahkan saya yakin anak yang kemarin membuat kita terpingkal pingkal tertawa akan memberikan pertunjukan yang lebih menarik lagi hari ini".


"Hei lihat itu, bahkan hari ini kaisar benua besi juga hadir".


"bukankah itu Jenderal Dong, kalau tak salah dia itu jenderal dengan pasukan khusus dimana setiap orang dalam pasukan itu memiliki keahlian yang berbeda beda, sepak terjang kekuatan mereka yang mengerikan membuat mereka menjadi pengawal khusus kemanapun kaisar Qyu Wei pergi" ucap salah satu bangsawan yang telah duduk di podium penonton.


"Jie'er apa kamu lihat pria yang dikawal para pendekar berzirah emas di podium itu? dia itu kaisar Qyu wei, kaisar benua ini" wen wen menjelaskan latar belakang kaisar yang terkenal dengan kekejamannya tapi sangat adil dalam mengambil tindakan.


"Orang orang itu tampak kuat, jika saya bertarung dengan mereka semua pasti akan menyenangkan" Liu jie berfikir sambil mengemut permennya dia menganalisa situasi disekitar kaisar Qyu wei.


"Selamat pagi, hari ini kita akan melanjutkan Ajang pencarian bakat ronde ke dua, sebelum memulai pertandingan, mari kita mendengar penyambutan dari Kaisar" dengan membungkuk kearah kaisar, wasit pertandingan mundur beberapa langkah ke pojok arena.


Mendengar wasit telah mempersilahkannya, kaisar Qyu wei berdiri dari singgasana podium yang dikhususkan untuknya dan mengucapkan beberapa kata dengan tambahan sedikit energi tenaga dalam sehingga suaranya terdengar menggema diseruh area pertandingan "Selamat pagi rakyatku yang saya cintai, maaf kemarin saya tidak hadir membuka acara penting yang hanya diadakan 5 tahun sekali. Saya berharap dengan adanya ajang pencarian bakat ini maka benua besi akan melahirkan bibit bibit pendekar hebat sehingga dimasa depan kekaisaran benua besi mampu mempertahankan diri dari percobaan invasi wilayah oleh kekaisaran benua api. Semoga semua peserta baik yang sudah gugur maupun masih bertahan mampu bisa menjadi pagar kedamaian dimasa yang akan datang, Selamat berjuang".


"Jie'er orang yang disebut kaisar itu sepertinya sosok yang sangat dicintai rakyatnya, perlu kamu ketahui cinta yang didapat dengan tulus akan tampak berbeda dengan cinta yang didapatkan dari paksaan" Dewa Naga emas kagum melihat kaisar Qyu wei.


"Iya guru, sepertinya dia orang baik jika melihat respon dari rakyatnya. mungkin ini yang dimaksud kakek dulu, terkadang kekuatan bukan segalanya untuk menjadi pemimpin" sahut Liu jie sambil menatap kaisar Qyu wei dengan kekaguman.


Setelah kaisar memberi beberapa ucapan pembuka, wasit kemudian melompat ke tengah arena dan kembali menjadi perhatian semua orang dengan suaranya yang terdengar bersemangat "Cuaca hari ini sungguh cerah, mungkin sebaiknya kita segera memulai pertandingan ronde ke dua ini, sekarang ke tujuh peserta yang bertahan silahkan naik ke arena untuk memberi penghormatan kepada kaisar".

__ADS_1


Mendengar hal itu, para peserta berjalan menuju ke arena dan berbaris sesuai urutan kemenangannya dironde pertama. Liu jie yang berjalan mengikuti wen wen dari belakang tampak menarik perhatian karna dia berjalan sambil melambai lambai kesemua penonton seakan ini adalah pawai.


"Apa kau tau siapa pemuda bertopeng itu?" kaisar bertanya kepada Jenderal Dong dengan tersenyum melihat tingkah seorang pemuda yang mirip tingkah anak kecil.


Jenderal Dong memberi hormat sebelum menjawab kaisar Qyu "Maafkan ketidaktahuanku kaisar, saya belum pernah melihat pemuda bertopeng itu di kekaisaran benua besi, tapi ijinkan saya mencari informasi tentang dirinya".


Kemudian jenderal Dong berteleport kesana sini disekitar arena dan menemui beberapa orang orang penting di kekaisaran benua besi untuk mencari informasi identitas Liu jie namun keningnya mengkerut dan alisnya terangkat ketika tak ada satupun dari orang orang yang ditemuinya juga tak mengenal Liu jie. Jenderal Dong mengelus dagunya sambil berfikir dan kemudian berteleport ke arah kelompok master Jun.


"Salam pendekar, tadi saya melihat pemuda bertopeng itu berasal dari kelompok kalian, saya ingin mengetahui identitas pemuda itu, mohon bantuannya" jenderal dong berharap kelompok wen wen memiliki jawaban akan identitas Liu jie.


Mendengar pertanyaan Jenderal Dong, master jun menjawabnya dengan penjelasan panjang lebar sesuai dengan apa yang dia ketahui tentang liu jie tanpa melebihkan dan mengurangi.


"Uhmmm terima kasih pendekar, meski infonya tidak jelas seperti yang saya harapkan tapi setidaknya informasi ini sudah cukup" jenderal dong menepuk pundak master jun sambil berterima kasih sebelum dia kembali berteleport ke samping kaisar Qyu wei.


Dengan posisi tunduk dan menekuk satu lutut "Lapor yang mulia dari semua orang orang yang saya temui barusan hanya ada sedikit informasi tentang identitas pemuda bertopemg tersebut". kemudian jenderal dong menceritakan informasi yang dia dapatkan kepada kaisar.


"Oh jadi begitu ya, entah apa maksud dan tujuan pemuda itu mengikuti ajang ini, namun instingku yang sudah malang lintang dipeperangan ini mengatakan hasil akhir pertandingan sudah jelas bahwa dia akan keluar sebagai pemenangnya" Kaisar Qyu wei memberi bocoran kepada jenderal dong.


"Hamba mengerti yang mulia, semuanya tingkatkan kewaspadaan kalian. kita belum tahu tujuan dari pemuda bertopeng itu" Jenderal dong memberi arahan kepada pasukannya.

__ADS_1


Setelah para peserta memberi hormat, mereka kembali ke ruang tunggu masing masing sambil menunggu nama merek dipanggil. kecuali Liu jie, dia menghampiri wasit dan memberinya permen lolipop dari sakunya "Paman paman, ini ambillah jadi nanti paman tidak bosan menunggu kami bertarung hee".


"Terima kasih Jie'er, kamu memang pendekar yang unik. Sikapmu mengingatkanku pada seniorku di benua awan" ucap wasit ke pada liu jie sambil melambaikan tangan menyuruh liu jie segera turun dan bersiap siap.


__ADS_2