Legenda Dewa Perang

Legenda Dewa Perang
40. Lahirnya kuda dewa perang


__ADS_3

Long fey yang merasa dirinya dipermainkan kini berseru lantang dengan satu alis yang terangkat "Keluar kau, kita liat seberapa besar nyalimu dasar bodoh, dasar lemah, tak berguna, pengecut".


Melihat Long fey yang kesal, sosok itu kembali bersuara "Saya disini pak tua".


Long fey yang sebelumnya mengangkat satu alis, kini malah terlihat bola matanya hampir jatuh menyadari sesuatu yang di luar perkiraannya "Kaaaa kaaa kauuuuuu".


"Tak usah banyak tanya pak tua, kemari kita makan sama sama. sebentar saya akan jelaskan semuanya kikkkkk kikkkk" Kuda hitam tadi meringkik dan memelototi Long fey yang tampak shock, serta kemudian engajaknya makan apel, dia yakin pendekar sepuh dihadapannya ini tak lain adalah sosok yang sudah dia tunggu tunggu selama ratusan tahun silam.


Longfey hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal karena merasa kali ini dia sangat bodoh, rasa lapar yang melanda membuatnya segera menghampiri kuda tersebut dan ikut menikmati buah apel yang tergantung dipohon.


"Wahhh enaknya, selama saya hidup baru kali ini merasakan apel yang seperti ini. kalau boleh tau jenis apel ini apa? oh iya maaf saya tak sopan, nama saya Long fey. Kalau anda?" sambil mengunyah apel perak tersebut Longfey mencoba untuk menjalin komunikasi, agar situasi tidak canggung.


"Kamu bisa memanggilku Lan, bukankah kuda putih dibalik pohon sana milikmu? kenapa tak kau ajak sekalian kesini makan" Lan melirik ke arah pepohonan. Lan yakin bahwa kuda tersebut pasti milik Long fey, karena selain pendekar yang telah lama dia nanti nantikan yaitu longfey, tak akan pernah ada makhluk lain yang bisa masuk ke hutan terlarang ini. sedangkan alasan kuda perang longfey bisa masuk tak lain adalah karena dia telah menjadi bagian penting dalam menemani perjalanan hidup Longfey selama ini.


Long fey heran melihat kuda perang kesayangannya yang selama ini tak pernah gentar pada apapun malah kini tampak sedikit takut melihat kuda hitam. Dia menaruh curiga, setahunya kuda perang tersebut mampu mencium marabahaya atau aura yang jahat akan tetapi jika demikian mengapa Longfey tak merasakannya.

__ADS_1


Secara perlahan long fey berjalan menuju kudanya yang bersembunyi dibalik pohon, dia membawa sebuah apel ditangan kirinya.


"Hei sobat ada apa denganmu, kamu juga pasti lapar. nih saya bawakan apel, tenang apel ini tak bahaya buktinya nih nih nih liat saya masih tetap ganteng kan ya meski janggutku sudah putih" Long fey mencoba menenangkan kuda perangnya dengan sedikit lelucon yang biasanya mampu membuat mata kudanya membelalak.


"Uhmmm sepertinya ini tak berhasil, baiklah sebenarnya ada apa? apa yang mengusikmu? jika kau tak suka tempat ini, baiklah tunggu disini sebentar, saya mau pamit sama kuda yg disana" Long fey mengusap kepala kudanya dan berbalik kembali ke kuda hitam untuk berpamitan.


Diluar dugaan Longfey, baru mau melangkah tiba tiba kuda hitam itu sudah berada didepannya.


"Apa kamu mau pergi secepat itu? apa kamu tau sudah hampir seribu tahun saya hidup sendirian dihutan terlarang ini hanya untuk menantimu. kalian berdua ikutlah denganku kembali kegubuk, nanti disana saya akan menceritakan semuanya Khikkkkk khiikkkkk khikkkk" Kuda hitam itu berlari pelan meninggalkan Long fey yang masih kebingungan dengan suara ringkikan kuda.


Long fey segera kembali kegubuk tua tadi, setibanya di pekarangan gubuk itu terlihat sosok kuda hitam hamil sedang menunggunya sambil menggigit sebuah naskah kuno dari bambu yang tergulung.


"Mendekatlah saya bukan musuh, menunggu selama ini membuatku sudah tak sabar ingin menceritakan semuanya" Kuda itu menyuruh Longfey agar tak menjaga jarak karena merasakan sikap longfey kini lebih waspada dari sebelumnya.


Merasa longfey sudah menurunkan sikap waspada, kini kuda tersebut menjatuhkan gulungan dimulutnya dan mulai bercerita.

__ADS_1


"Saya adalah kuda perang milik dewa perang dahulu kala, namun sejak kepergian tuanku yang secara tiba tiba bahkan seluruh dewa tak ada yang tau apa dan kemana hilangnya tuanku membuatku jadi tak bersemangat. setelah seribu tahun menghabiskan hidup tanpa semangat, kaisar langit kasihan dan datang disaat saya sedang memandangi baju zirah perang tuanku. Dia memberitahuku bahwa kepergian dewa perang yang secara tiba tiba adalah perintah darinya untuk segera bereinkarnasi secara langsung tanpa harus melewati dewa reinkarnasi, kaisar langit sendiri yang mengirimnya ketubuh cucumu. kaisar langit kemudian menyuruhku turun kedunia dengan sebuah misi yaitu menunggu kakek sibocah reinkarnasi tuanku dan hanya kakeknyalah yang akan mampu menemukanku, semua identitasmu serta kelahiran cucumu telah kuketahui.


hari ini tepat 1000 tahun saya menunggu, terkurung disini membuatku tak tau apa apa dengan dunia luar bahkan informasi letak keberadaan cucumu sekarang.


Sebelum saya dikirim kaisar langit, dia memegang perutku dan tiba tiba saya hamil, dia berkata berbahagialah karena kini kuda jantan milik dewa perang yang baru sedang tertidur diperutmu dan akan bangun setelah kau bertemu dengan kakek dewa perang di dunia, kitab digulungan itu adalah kunci segel kelahiran kuda jantan perang milik cucumu yang katanya akan bisa aktif jika kakek dewa perang membuka gulungan tersebut dan pria tersebut adalah dirimu".


"Aaaa aappaaaa, apa saya tak salah dengar? berarti saat ini cucuku masih hidup? apa kamu tau dia dimana? tolong beritahukan semua yang kau tau padaku, saya akan bersujud dihadapanmu dan mencium kakimu asal bisa bertemu kembali dengan cucuku. tolonglah orang tua ini" Long fey yang begitu kaget mendengar penjelasan dari kuda hitam didepannya kini bersujud memohon setelah mengetahui bahwa cucunya masih hidup hingga kini terlebih lagi cucunya adalah reinkarnasi dari Dewa perang.


"Baiklah jika memang apa yang kau ceritakan adalah sebuah kebenaran, saya akan membuka gulungan tersebut dan segera membebaskan kuda perang milik cucuku" Long fey kemudian berdiri seakan tak takut meski itu adalah jebakan, yang ada difikirannya sekarang adalah rasa bersalah bercampur bahagia mendengar cucunya yang masih hidup namun entah dimana sekarang.


Long fey mengambil gulungan itu, dan membukanya. tiba tiba terpancar cahaya putih kemerahan yang menyilaukan mata, cahaya itu terserap ke perut kuda hitam dan tak butuh waktu lama, kuda hitam itu merasakan sakit yang luar biasa akibat efek samping mau melahirkan.


Long fey hanya bisa duduk disampingnya dan mengalirkan tenaga dalam untuk membantu meringankan rasa sakit yang dialami kuda tersebut. Setelah cukup lama menahan sakit kida hitam itu menghembuskan nafas terakhirnya seiting dengan lahirnya anak kuda jantan berwarna putih dengan mata merah.


Long fey menitiskan air matanya melihat kuda hitam yang terbujur mati, dia mengelusnya dengan perlahan dan berjanji akan merawat dan menjaga anaknya hingga bertemu dengan tuannya yang tak lain adalah cucunya sendiri.

__ADS_1


Long fey kemudian memerintahkan kuda perangnya untuk menjaga anak kuda itu sementara dirinya menggali lubang untuk menguburkan kuda hitam tersebut secara layak. Setelah menguburkannya, Long fey beralih ke anak kuda tadi dan membantunya untuk bisa berdiri. Dia membersihkan tubuh anak kuda itu sambil mengajak anak kuda itu komunikasi "Saya akan merawat dan menjagamu dengan baik hingga kamu bertemu dengan cucuku yang tak lain adalah reinkarnasi dewa perang, sebagai tunggangan dewa perang nanti kamu tak boleh cengeng dan manja ya. sekarang kita beristirahat dulu, besok saya akan memberimu nama dan kita kembali melanjutkan perjalanan".


__ADS_2