
"Hahahahaaaaaa apapun perintah tuan pasti kami ikuti tapi tolonglah jangan pasang ekspresi begitu, tuan saja tak tau apa itu cinta hahaha" Sirei tertawa terbahak bahak mengejek Liu jie karena dia merasa sudah sangat akrab dan memahami Liu jie.
yang lainnya hanya bisa diam menahan tawa karena takut Liu jie tersinggung namun diluar dugaan mereka, Liu jie malah melotot dan tertawa terbahak bahak mendengar kata kata Sirei. Melihat respon Liu jie yang seperti itu membuat kelompok itu serentak ribut tertawa sehingga membelah keheningan hutan belantara.
"Baiklah baiklah, ayo kita berangkat" Liu jie mengangkat tangan pertanda perjalanan misi ini dimulai.
>>>>>>>
Ikhhhhhiiii kikkkkkiiikikiii
Suara ringkikan kuda remaja yang berwarna hitam dengan mata merah membuat langkah kaki Long fey terhenti.
"Ada apa Tian ma? masa baru berjalan 2 jam kamu sudah letih. Aisssshhh gimana mau jadi kuda dewa perang kalau begini" Long fey mengelus elus kepala Tian Ma sebelum melanjutkan ucapannya.
"Ehhh saya baru sadar hanya dalam beberapa minggu kamu tumbuh menjadi kuda remaja, wahhh kecepatan pertumbuhanmu memang luar biasa sama seperti nafsu makanmu hahaha" sambil tertawa Long fey kembali mengelus elus kepala Tian Ma.
__ADS_1
Merasa dilecehkan membuat Tian Ma menarik nafas panjang dan menghembuskannya kearah pohon didepan. Hembusan nafas itu menyemburkan api yang seketika juga membakar pepohonan disekitar mereka.
Melihat kejadian ini, Long fey membelalakkan matanya. Dia terkejut bukan kepalang, dalam hati dia berfikir "Jika kuda milik dewa perang memiliki kekuatan seperti ini maka seperti apakah kekuatan cucuku?".
Long fey segera mengeluarkan jurus pengendali airnya untuk mengendalikan api yang berkobar hebat.
Jurus badai air
Seketika itu juga muncul pusaran air dari dalam tanah dan bergerak sesuai arah yang diinginkan Long fey. Api yang melahap pepohonan pun padam dan menimbulkan asap hitam pekat membumbung kelangit.
Tian ma menyadari telah berbuat salah dan segera menjilati tangan Long fey. mereka bertiga segera berlari menjauh dari lokasi.
Benar saja dugaan Long fey, diperjalanan mereka melihat sekelompok pendekar yang berlari ke arah Long fey tadi.
"Wah wah wah ternyata kamu pak tua, lama tak berjumpa ya. terakhir kita bertemu saat perang maha dahsyat 10 tahun yang lalu" ucap salah satu pria sepuh dengan jubah biru laut dan jenggot panjang yang mulai memutih.
__ADS_1
"Hahahaha ternyata Tan Du si Raja belati sekte Pisau terbang, sebaiknya jangan ingatkan saya tentang kejadian itu jika masih sayang dengan nyawamu" Long fey tak menunggu aba aba, kini dia langsung memasang posisi menyerang dengan kekuatan penuh setelah mendengar peperangan maha dahsyat yang membuatnya kehilangan putra tunggal, menantu dan cucunya.
"Tuuu tuuu tuu tungguuuu, saya tak punya niat lain selain menyapa. mohon senior memaafkan kelancanganku yang telah menyinggungmu" Tan Du memucat karena tak menyangka bahwa ucapannya barusan membuka luka lama sang pendekar ternama di aliran putih.
"Sebenarnya saya malas bertarung hari ini, tapi jika sekali lagi kamu membahas hal itu maka demi roh putraku Long jie, menantuku serta cucuku yang kini entah dimana, saya bersumpah akan mengulitimu jengkal demi jengkal. Camkan itu" Long fey menghunuskan pedang pusakanya tepat 5 centi didepan wajah Tan Du.
Merasa nyawanya selamat kini Tandu segera mengangguk, dia sangat yakin satu tutur kata yang salah akan menjadi kata terakhirnya jika berurusan dengan Long Fey terlebih lagi Long fey yang bertarung dalam kondisi lepas kendali.
Long Fey kemudian mengajak kedua kudanya berjalan menerobos barisan kelompok Tandu, tak ada satupun dari mereka yang berani menatap, sebagian besar dari pasukan itu pernah melihat langsung kehebatan Long Fey saat perang maha dahsyat. mereka semuanya menunduk, mereka tau betul bahwa nama Long Fey sangatlah tersohor di benua awan meskipun sosoknya jarang kelihatan.
Tian Ma yang merasa perlu melampiaskan amarah karena diejek Long fey tadi kini membuat ulah dengan melampiaskannya ke salah satu pasukan Tandu. Tian Ma menendang dada salah satu anggota Tandu yang membuatnya jatuh tersungkur bersimbah darah.
Sontak hal itu membuat pasukan yang lain ingin membalas, namun setelah melihat Langkah kaki Long Fey terhenti dan sedang memegang gagang pedangnya membuat Tandu memerintahkan untuk membiarkan kuda itu pergi.
Kini mereka bertiga telah menjauh dari kelompok Pisau terbang, Long fey berbalik dan menatap Tian Ma. tatapan yang tajam tanpa sepatah kata membuat kedua kuda tersebut saling memandang dan tiba tiba Long fey Salto kebelakang sambil menunjuk Tian Ma dan tertawa dengan keras "Hahahaaaaaa bagussss bagusssss Tian Ma, Bagussss saya suka gayamu. Kamu tadi harusnya membantu Tian Ma kalau perlu tadi patahkan kaki mereka semua, nanti saya yang awasi hahahaaa"
__ADS_1
Kedua kuda tadi yang sempat diam akhirnya ikut ikutan tertawa melihat sikap Long fey. kini mereka bertiga melanjutkan perjalanan sambil sesekali saling mengganggu.