Legenda Dewa Perang

Legenda Dewa Perang
33. Hasutan Liu jie


__ADS_3

Melihat pasukannya di gerbang selatan berhasil menumpas musuh membuat Songhye dan Xiaohe senang, namun tidak digerbang timur. Pasukan kerajaan batu lima terdesak, tak ada satupun yang meninggalkan peperangan. Situasi keganasan serta mental pasukan Songhye digerbang timur tak berbeda digerbang selatan namun secara tak terduga ternyata laporan Kuantitas maupun kualitas pasukan kerajaan benua api salah besar, mereka datang dalam jumlah yang lumayan besar dibanding pasukan yang menggempur gerbang selatan.


Songhye mencabut pedang dan ingin melompat untuk terjun ke medan perang gerbang timur, begitupula dengan Xiaohe namun diluar dugaannya Liu jie tiba tiba menghentikan langkah mereka, kata kata Liu jie membuat mereka tiba tiba berhenti dan berfikir sejenak.


"Jangan pergi tuan, sebagai seorang raja saya tak menyangkal bahwa anda adalah sosok raja yang terbaik namun jika tuan terjun kesana maka tentu pasukan kerajaan batu lima akan fokus melindungi tuan, jika tuan terluka atau mati maka semangat juang pasukan dan rakyat yang telah membara akan mulai padam, mereka akan dirindung rasa duka mendalam hingga kehilangan fokus. jika demikian maka musuh akan sangat mudah menghancurkan kerajaan batu lima. tetaplah disini mengontrol jalannya peperangan, ingat didalam benteng ini ada rakyat lemah yang harus tuan lindungi" ucap Liu jie, kemudian dia melanjutkan kalimatnya yang membuat Songhye dan Xiaohe merasakan ketakutan sekaligus kekaguman sampai ketulang sum sumnya.


"Sudah saatnya saya turun tangan dan mengajari mereka pentingnya menghargai nyawa, kakak tunggulah disinj dengan Xie xue, jika saya memberi tanda maka naik kepunggung Xie xue dan segera datang" setelah mengucapkan itu Liu jie berteleport ke gerbang timur sebelum pasukan gerbang selatan datang bergabung digerbang timur.


Zebbbbbb...


Liu jie tiba tiba muncul ditengah tengah perang yang berkecamuk. kehadiran Liu jie disertai angin yang cukup kencang. Komandan dan Pasukan gerbang timur terkejut dan bersiaga namun melihat sosok Liu jie muncul ditengah tengah debu yang beterbangan membuat mereka semua semakin bersemangat.


Komandan pasukan gerbang timur yang digelar Rajawali Darat mencoba berdiri dengan tombak ditangan kanan dan pedang ditangan kirinya, Luka disekujur tubuhnya mengeluarkan banyak darah hingga membuatnya sempoyongan namun tak membuatnya mundur meski sejengkal.


Liu jie melihat sekelilingnya, mayat mayat pasukan Rajawali darat bergelimpangan, disekitar satu mayat komandan rajawali darat pasti terdapat empat atau lima pasukan musuh yang tewas. pemandangan ini membuktikan pasukan gerbang timur hanya kalah jumlah namun tidak dengan kualitas.


Liu jie menghampiri Komandan gerbang timur dan memapahnya berdiri "Tak diragukan lagi kalian adalah para pahlawan yang pemberani, kini semua serahkan padaku dan segera bawa semua pasukanmu untuk diobati. jika kalian semua mati kehabisan darah maka tak akan ada yang tersisa untuk berperang".


Mendengar hal tersebut, sang komandan menganggukkan kepala karena yakin meski Liu jie hanya seorang diri namun kekuatannya pasti sangat besar mengingat raja Songhye dan jenderal Xiaohe gemetar ketakutan saat mengetahui siapa pemuda bertopeng ini terlebih lagi jika ada orang yang menundukkan Singa api yang legendaris tentunya orang itu memiliki kekuatan yang teramat dahsyat.

__ADS_1


tak berselang lama, komandan gerbang selatan dan pasukannya tiba, mereka ingin menyerang musuh namun terhenti setelah mendengar ucapan Liu jie "Kalian semua mundur, Komandan hari ini sudah cukup saya melihat para pahlawan dijalan kebenaran yang gugur, kalian akan lebih berguna jika segera membantu Komandan gerbang timur dan pasukannya kembali ke kamp medis".


Meihat tatapan mata yang teramat sangat mengerikan dari Liu jie membuat kedua komandan tersebut segera menarik diri dan membopong pasukan kerajaan batu lima yang terluka. sebelum pergi meninggalkan Liu jie seorang diri, kedua komandan tersebut memberi hormat kemudian komandan gerbang timur berkata "Tuan pendekar bertopeng, saya tak mengenal anda dengan baik namun saya yakin anda adalah utusan para dewa untuk menolong kami semua. Jika hari ini kita berhasil mengusir pasukan kekaisaran benua api maka saya berjanji akan menceritakan kisah pahlawan bertopeng kepada keturunan keturunanku".


Setelah mengucapkan hal tersebut, sekali lagi mereka memberi hormat dan kemudian meninggalkan medan peperangan di gerbang timur.


Mendengar kalimat barusan membuat Liu jie cekikikan, dalam bathinnya dia berfikir "Tebakan kalian hampir benar, Saya bukan utusan dewa tapi cucu dan murid seorang dewa terlebih lagi saya teman teman dari para dewi yang cantik cantik dan baik hati" Liu jie sempat melamun mengenang dewi dewi yang suka bermain dengannya, menggodanya dan memberikan permen secara sembunyi sembunyi, Liu jie bergumam pelan "khihihi bagaimana ya kabar mereka semua".


"Sabar Jie'er, nanti kalo sudah tiba masanya kita kembali ke alam dewa, lagian saya juga rindu dengan dewi taman persik, kebaikan hatinya, kelemah lembutannya dan kecantikannya selalu membuat hatiku sejuk khihihi" Sahut shangdi yang mendengar gumaman kerinduan Liu jie.


"jiahahaha Kakekkkkkkkk guru jatuh cinta sama dewi taman persik ahahahaha" Liu jie mendongak kelangit dengan suara yang seakan berbisik.


Sirei yang dari tadi diam dialam dimensi Liu jie sungguh terpana melihat kepribadian guru dan murid ini, dia merasakan ada sebuah kesejukan dihatinya setiap kali melihat Shangdi dan Liu jie berlaku konyol.


Sebagai iblis perang, hal yang mampu membuatnya damai hanyalah sebuah kehancuran dan pembinasaan namun dia mulai berfikir ternyata hubungan kekeluargaan mampu memberikan kedamaian yang lebih dibanding menghancurkan dan membinasakan.


"Hhhhhh baiklah guru, rahasia guru kini aman bersamaku tapi guru harus memberikan imbalan sebagai gantinya, oke guru?" Liu jie menyipitkan mata sambil tetap menatap kearah musuh.


"Iya iya, tapi sekarang sebaiknya selesaikan urusan dikerajaan batu lima secepatnya" jawab Shangdi yang mulai mempersiapkan diri menghadapi permintaan konyol dari muridnya itu.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, pasukan ini akan kubuat pingsan saja biar mereka bisa menjadi tahanan terus jika selesai membunuh ketiga jendralnya kita baru lepaskan mereka agar segera kembali ke keluarga masing masing dan tak mengulang hal serupa. Bagaimana rencaku?". Rencana Liu jie terdengar bagaikan seorang pendekar sejati di telinga Sirei dan Shangdi, mereka berdua menyahut setuju dengan rencana tersebut.


Liu jie kini berjalan dengan santainya melompat lompat kecil menghindari mayat korban perang sambil menggeleng gelengkan kepala. kini dia berada 20 meter dari pasukan yang berhasil mendesak komandan gerbang timur.


"Asal kalian tau, saya bisa membunuh kalian tanpa menggeser salah satu kakiku, tapi jika saya melakukan hal itu maka menurut kalian kira-kira bagaimana nasib anak, istri dan kerabat yang menanti kalian dirumah". Liu jie berbicara sambil menatap para mayat, setelah itu dia memandang pasukan benua api dihadapannya dan melanjutkan kalimatnya


"Saya akan memberikan kalian kesempatan untuk pulang kerumah namun ingat, jangan kecewakan saya mengerti" kali ini Liu jie menampakkan ekspresi yang serius tanpa senyum sedikitpun diwajahnya.


Melihat ekspresi Liu jie, musuh berkeringat dingin dan pucat. bahkan tak sedikit yang fikirannya sedang membayangkan anak istri dan kerabatnya dikampung.


Liu jie menyadari hal ini dan dia tertawa "Ahahahahaaaaa pasukan macam apa kalian, baru digertak sedikit sudah pucat. pantas saja jendral disana mengirim kalian semua untuk dikorbankan, sedang dia asik asikan minum teh dari kejauhan".


Mendengar hal tersebut tiba tiba membuat semangat perang pasukan tersebut goyah, mereka berfikir bahwa kata kata Liu jie ada benarnya meski mereka prajurit rendahan yang tak dapat dibandingkan dengan jendral namun tentunya mereka tak sepantasnya dikorbankan.


Melihat mental pasukannya goyah, komandan pasukan kekaisaran benua api tersebut berteriak "Ada apa dengan kalian semua? Ingatlah tujuan kita ke sini, jangan terhasut dengan omongan sosok bertopeng itu. dia hanya mencoba menjatuhkan mental kita semua. Saya akan membunuhnya untuk membuktikan kepada kalian bahwa kita jauh lebih kuat dari kerajaan batu lima, orang bertopeng itu akan menjadi awal".


Kemudian komandan itu menyerang Liu jie dengan percaya diri karena merasa dirinya yang berada di tahap pendekar kaisar tingkat lima pasti mampu membunuh Liu jie dengan 10 jurus terlebih lagi dia adalah salah satu pendekar disegani di aliran hitam sebelum menjadi komandan.


"Tahap kuasa Jurus pedang bayangan pembelah malam Matiiiiii kauuuuuuuuuuuuuu" Serangan komandan itu menciptakan pedang bayangan sehitam malam, ketajaman tebasan itu mampu membuat tombak dan mayat yang dilaluinya terbelah menjadi beberapa potongan.

__ADS_1


Dhuarrrrrrrrrr....


__ADS_2