
"Sepertinya jie'er harus belatih diruang dimensi milikku agar tak ada yang tahu" dengan ekspresi liciknya, dewa matahari senyum senyum dan tiba tiba dia tertawa keras Ha Ha Ha...
sontak semua yang disekitarnya terkejut dan meliriknya dengan penuh tanya. namun dengan sigap dewa matahari berpikir "maaf ya semuanya mengganggu ketenangan para dewa dan dewi hihi tadi saya hanya sangat bahagia mengenang kekasih lama" kemudian dia berteleport menjauh agar tak mendapat banyak pertanyaan.
suit suit siul siul, dengan memainkan bibirnya ingin bersiul tapi ternyata bunyi yang dihasilkan tidak seperti siulan. "ahhh kemana jie'er ya? terkadang cucuku ini membuatku khawatir meski di alam dewa, ketampanannya mampu membuat para dewi mabuk kepayang huft atau jangan jangan dia sedang dikeroyok para dewi, aahhhhh gawat ku harus menemukannya" dengan sigap dia menggunakan jurus pengintai alam.
"Dapat hummm ternyata lagi makan permen dengan dewi awan, hahahaaa dasar bocah penggoda" sambil bergumam dewa matahari berteleport ke posisi jie'er.
"Ahhh itu kakek, sini sini kek. kakak cantik Ini baik ngasih permen banyak, kakek mau? tapi jangan banyak nanti gigi kakek lobang trus sakit gigi" jie'er menyodorkan permen ke kakeknya tanparasa bersalah layaknya anak kecil.
karena rasa sayangnya yang besar akhirnya hati dewa matahari luluh dan duduk disamping cucunya sambil ngemut permen. "tak apalah, habis ini baru melatihnya diruang dimensiku" fikir dewa matahari sambil tetap mengemut permen dari cucunya.
dewi awan yang tak tahan melihat tingkah kakek dan cucu dihadapannya tertawa terpingkal pingkal sambil membayangkan kelak dirinya ngemut permen dengan cucunya sendiri, sampai dia lupa bahwa dia adalah seorang dewi yang anggun.
"baiklah jie'er sekarang permen kakek sudah habis jadi ayo kita pergi" dia pergi dengan cepat meninggalkan dewi awan karna merasa malu.
__ADS_1
"kakek kita mau kemana?" jie'r bertanya tapi dimulutnya masuh ada permen.
"kakek akan melatih dan mengawasimu langsung berlatih diruang dimensi milik kakek agar kamu bisa cepat kealam manusia, bagaimana setuju kan?" dengan penuh harap bahwa cucunya mampu menguasai kitab pemusnah dewa dan akan menjadi penguasa dunia manusia kelak.
"Horreeee, ayo ayo kek cepat jangan lambat ayo kita berangkat keruang dimensi kakek" dengan semangat membara jie'er menarik narik kakeknya karna berharap semoga segera bisa kedunia manusia dan bertemu keluarganya.
10 tahun telah berlalu diruang dimensi tempat jie'er berlatih namun karena perbedaan waktu yang jauh antara dunia dimensi dan dunia dewa seakan didunia dewa Liu jie hanya pergi berlatih selama 1 bulan.
akhirnya liu jie berhasil menguasai semua jurus jurus yang ada dalam kitab pemusnah dewa berkat pantauan kakeknya serta dukungan sumberdaya tanpa batas yang dikembang biakkan dewa matahari diruang dimensi tanpa batasnya.
kini dia kembali ke dunia dewa, betapa terkejutnya para dewa dewi setelah bertemu kembali dengan liu jie. Aura ke emasan yang dikeluarkan oleh liu jie serta aura kewibawaan sebagai efel samping dari latihan penyempurnaan kitab pemusnah dewa membuat semua takjub, aura itu melebihi aura para dewa dan dewi ditingkat biasa.
"iya kakek, saya akan selalu mengingat pesan kakek dan akan menjadi manusia berguna bagi orang orang disekitarku" jawab liu jie.
"Aiiihhh jangan sentimental begitu orang tua, apa kamu pikir saya akan membiarkan muridku menjadi gelandangan tanpabtau arah tujuan didunia manusia hah hah hah?" dengan mata melotot dewa naga emas memandangi dewa matahari.
__ADS_1
"Terima kasih, kamu satu satunya sahabatku di alam dewa ini, tolong jaga cucuku" dengan ucapan dan tatapan penuh harap kepada sang naga.
Jie'er kakek naga ini akan menemani perjalananmu dan akan bersemayam di tubuhmu dan dalam sekejap dewa naga emas melompat ke tubuh Liu jie dan bersemayang disekujur tubuh atasnya hingga batas leher dan meliuk kebawah hingga pinggangnya dengan bentuk layaknya tatto naga emas.
"Baiklah sekarang waktunya, pegang tangan kakek jie'er" perintah dewa matahari dengan serius dan fokus.
dalam hitungan detik mereka akhirnya muncul diatas batu berlumut tengah sungai dan tiba tiba
Blupppppppp
mereka tercebur kesungai karna batu yang licin.
"Ahhhhh dasar dewa ***** kalau mau teleport jangan seperti ini, bukannya muncul ke dunia dengan adegan super heroik malah kita sekarang basah kuyup tercebur" tanpa disadari naga emas mengomel tanpa henti dan diiringi tawa bahagia jie'er.
"horeeee Asssikkk kita di dunia manusia kan kakek? betul kan guru?" dengan penuh semangat jie'er bermain air layaknya anak seusia 10 tahun.
__ADS_1
"iya benar jie'er sekarang kita sudah di dunia manusia, kini kakek harus kembali ke alam dewa dan ingatlah selalu pesan kakek" dewa matahari mengingatkan pesan ke cucunya sambil memeluknya dengan cukup erat namun penuh kasih sayang.
"baiklah sekarang kakek akan kembali jie'er, jaga dirimu baik baik dan ingat untuk menjaga cucuku ya naga" teriak dewa matahari sebelum berteleport menghilang dari pandangan mereka berdua.