Legenda Dewa Perang

Legenda Dewa Perang
6. Kembalinya Liu Jie


__ADS_3

"Jie'er kesini, ada yang kakek dan guru mau sampaika" dewa matahari memnaggil jie'er dengan lembut. "ada apa kakek dan guru naga memanggilku" dengan penuh tanya jie'er menghampiri keduanya.


"jie'er meski umurmu baru 10 tahun, namun sekarang kamu sudah layaknya seorang remaja didunia manusia, ilmu dan tenaga dalammu sudah cukup untuk membuatmu bertahan" dewa matahari mengucapkan hal tersebut dengan raut wajah sedih bercampur bahagia.


"apa maksud kakek, apa jie'er sudah nakal dan melakukan kesalahan? kalo iya maka jie'er harus dihukum kan kek?" sambil menunduk dia mencari apa kesalahannya.


"bukan begitu jie'er, mungkin sekarang waktunya kakek menceritakan semuanya" sambil mengelus lembut kepala jie'er akhirnya dewa matahari menceritakan segala yang ia ketahui kepada cucu kesayangannya itu.


kini dada jie'er serasa mau meledak, perasaannya bercampur aduk antara bahagia dan bersedih mengapa harus ada pertempuran dan bukankah kedamaian adalah hal yang terbaik, namun kembali mengingat bahwa dulu dia memiliki ibu dan ayah yang baik dan sangat menyayanginya meskipun kini telah tiada.

__ADS_1


dia diam tertunduk dengan menitiskan air mata pertamanya, dema matahari faham apa yang sedang dihadapi cucunya dan kembali membelai lembut kepala jie'er.


"Jie'er apa kamu tau bahwa kamu masih memiliki keluarga di dunia manusia?" dewa matahari berusaha menghibur sambil berharap jie'er bisa menerima keadaan.


"horeeeeeeeee siapa kakek? dimana dia sekarang? terus bagaimana jie'er bisa bertemu? kapan jie'er bisa ketemu dengannya kakek?" seakan memiliki kepribadian ganda kini jie'er membombardir kakeknya dengan pertanyaan sambil meloncat kegirangan meski air mata dipipinya belum kering.


"hahahaha ternyata seperti yang diharapkan mendiang ayah dan ibunya, dia sungguh periang haha" tak dapat menahan tawanya sampai membuat kakek dan gurunya sakit perut.


"baiklah jie'er sebelum kakek mengantarmu ke dunia manusia, kakek ingin kamu menguasai kitab terakhir dari kakek" sambil mengeluarkan kitab dari cincin ruang dimensi tanpa batasnya dewa matahari melirik jie'er dengan tatapan bahagia.

__ADS_1


"Uekkkkk a aapaaa inikan kitab kuno terlarang yang mampu membuat para dewa sekalipun bersujud dan bergidik ketakutan" dengan tubuh yang bergetar hebat dewa naga emas memandangi kitab tersebut.


"yuppp hahaha selama ini hanya diriku dan kaisar langit yang mengetahui dan menguasai jurus ini" dengan membusungkan dadanya seakan menjelaskan bahwa dewa mataharilah orang nomor dua setelah kaisar langit.


"Nah jie'er sekarang pelajari kitab ini dan jika selesai maka kakek sendiri yang akan mengantarmu kedunia manusia" ucap dewa matahari sambil mengelus kepala cucunya.


"uhmmm kitab lagiiii kitab lagii, kakek ini apa tidak tau kalo saya lebih pilih permen dari pada kitab" dengan nada mengeluh sambil berjalan tertunduk membelakangi kakek dan gurunya.


mendengar ocehan jie'er barusan seakan kedua dewa tersebut mau muntah darah. "aa aapaaa apa kau dengar barusan yang diocehkan cucumu? dia lebih pilih permen dibanding kitab yang berisi jurus jurus pemusnah dewa, bahkan melihat kitab itu saja sudah membuat bulu kudukku merinding" tak henti hentinya dewa naga emas mengoceh sambil membelalakkan matanya melihat tingkah muridnya itu. bahkan ekspresi yang lebih parah ditunjukkan dewa matahari, bukan main cucunya ini, jika dia tau bahwa setelh mengusai kitab itu tentunya dia akan menjadi orang nomor 3 di alam dewa yang mengetahui jurus jurus menakutkan itu.

__ADS_1


__ADS_2