Legenda Dewa Perang

Legenda Dewa Perang
9. Benua Besi


__ADS_3

"Guru didepan sana banyak orang antri didepan gerbang, sepertinya kita juga harus ikut antri untuk masuk kekota tersebut" kini semangat Liu jie semakin membara karna sebentar lagi dia benar benar akan berinteraksi dengan orang banyak layaknya manusia pada umumnya.


"yuppp ayo cepat jie'er kesana dan ikut dalam antrian" perintah gurunya dengan antusias mengingat muridnya yang sangat bersemangat.


Liu jie yang awalnya sangat bersemangat kini semakin bersemangat karena melihat dinding tembok yang sangat tinggi dilapisi besi mengkilat ditambah lagi banyaknya dari antrian yang tampangnya mirip para pendekar.


"Awas minggir minggir cepat beri jalan" kata prajurit yang sedang mengawal seseorang.


"Guru sepertinya yang diatas kuda hitam itu adalah orang penting, liat saja pengawalnya semua tampak garang dengan tubuh kekar dan masing masing dari mereka membawa tombak" pertanyaan Liu jie membuat gurunya tersenyum.


"sudah jangan ikut campur Jie'er, nanti kamu malah bikin kehebohan disini" jawab gurunya dengan santai.


dubkkk..


"hei pak tua apa kamu tuli, sudah kubilang minggir tuan muda mau lewat" teriak pengawal dengan tubuh kekar kepada seorang kakek tua dengan tubuh yang tersungkur ketanah. serasa masih belum puas pengawal itu mau menendang kakek itu lagi namun sebelum kakinya menyentuh tubub kakek itu seorang pemuda tampan segera meloncat dan menepis kaki pengawal itu dengan pedangnya yang masih tersarung.


dengan ekspresi kaget para prajurit pengawal segera membuat ekspresi marah dan ingin menghajar pemuda tersebut, tak tinggal diam 10 sosok bertopeng pengawal pribadi bangsawan yang disebut tuan muda tadi langsung bersiap memasang kuda kuda dengan pedang yang menyilang dipunggungnya .


ploppppp..


seorang pemuda tiba tiba muncul dihadapan mereka sambil menggenggam kedua tangannya kedepan dan memberi hormat. "Maafkan adik saya tuan muda, dia sungguh ceroboh dan tidak paham apa yang dia lakukan".


Tuan muda itu hanya menjawab dengan singkat "Baiklah kalian kumaafkan dan cepat singkirkan orang tua itu". kemudian antrian dibuka untuk memberi jalan kepada orang yang disebut tuan muda itu.


jbukkkkk

__ADS_1


"zhou jangan seenaknya lagi mengambil tindakan, kalau mau menolong orang gunakan otakmu juga" bisik zin kepada adiknya sambil memapah kakek yang tadi teraungkur ditanah.


"Maaf kakak, saya tidak tega melihat kakek itu dan secara spontan saya lompat menahan kaki orang tadi" dengan tertunduk seakan merasa bersalah, zhou akhirnya membantu kakaknya memapah kakeh itu.


"Guru ternyata apa yang dikatakan kakekku tentang dunia ini memang benar, isinya tidak hanya orang jahat tapi ada juga yang berhati seperti dewa meskipun bertindak tanpa berpikir" sambil memandangi pemuda tadi dengan kagum Liu jie mencoba memahami keaadaan.


"Bagus Jie'er, meski kamu agak bodoh tapi dari apa yang kamu lihat tadi ada poin poin yang sepertinya kamu sudah faham dengan baik, ingat berfikir sebelum bertindak dan fahami kondisi terlebih dahulu" dewa naga menxoba menasehati dan mengajarkan sedikit tentang dunia ini.


Liu jie menghabiskan waktu bercerita dengan gurunya sambil menunggu antrian dan setelah menunggu sekitar 15 menit akhirnya tiba giliran Liu jie. meskipun umurnya baru 10 tahun tapi bentuk fisiknya layaknya pemuda 17 tahun ditambah paras wajahnya yang gagah perkasa seperti para bangsawan.


"Tuan muda bisa tunjukkan kartu identitas anda?" tanya salah satu penjaga gerbang benua besi kepada Liu jie.


Liu jie kaget dan bingung karna tak memiliki kartu identitas, secara spontan dia membuat alasan "Maaf paman saya belum memilikinya, dan rencananya saya ingin membuatnya didalam".


"Baiklah tuan muda biaya untuk masuk ke Benua besi adalah 1 koin perak" dengan menjulurkan tangan seakan meminta dengan segera pembayaran kepada Liu jie.


Melihat situasi tersebut, kakek sepuh yang berada dibelakang Liu jie maju dan membayar 2 koin perak kepada para penjaga.


"ini tuan, maaf karna sudah membuat tuan menunggu, saya memang tidak memberi cucu saya uang karna jika dia memegang uang pasti dia akan hilang dan keluyuran dan rencananya didalam nanti saya mau mengajak cucu saya membuat kartu pengenal" ucap kakek sepuh itu memberi penjelasan kepada penjaga meski itu adalah benar benar sebuah kebohongan.


Liu Jie yang tampak bingung melihat kakek sepuh itu hanya diam dan ikut masuk kedalam kota.


"Nak sepertinya kamu habis dirampok ya sampai tak punya uang, apa kamu sudah makan?" kakek sepuh itu menepuk pundak Liu jie yang masih tampak kebingungan.


"Terima kasih kakek, kakek memang orang baik, suatu hari nanti saya akan membalas kebaikan kakek, oh iya kek bisakah kakek memberiku makan karna saya sangat lapar" dengan nada yang memelas Liu jie menjawab kakek itu.

__ADS_1


"Hahahaha anak muda, saya suka dengan sifat berterus terangmu dan saya sangat menghargai orang yang berterus terang daripada orang munafik, baiklah kalau begitu ikut dengan kakek tampaknya didepan sana ada restoran sop ayam yang enak. oh iya nama kakek adalah cheng dan kalau boleh tau nama kamu siapa?" sambil berjalan menuju restoran.


"Nama saya Liu jie kakek cheng" jawab Liu jie yang berjalan disamping cheng.


setelah berjalan sekitar 50 meter, mereka tiba depan restoran yang mengeluarkan aroma sedap mengguncang perut. didalam restoran ada 3 lantai, lantai pertama adalah ekonomi kelas masyarakat biasa, lantai 2 kelas pendekar dan lantai 3 kelas bangsawan dan kelas pendekar tangguh biasanya bertemu untuk membahas hal hal penting. mereka berdua memilih di lantai pertama karena ingin menikmati makanan seperti halnya rakyat pada umumnya.


"Jie'er pria sepuh itu bukan pendekar biasa, saya bisa merasakan dia berada pada tahap pendekar kaisar tingkat 5" dewa naga memberitahu Liu jie agar tetap sopan meskipun dia tau bahwa muridnya itu mampu membunuh 100 pendekar tahap kaisar tingkat 5 dalam waktu singkat.


"iya guru, murid juga merasakan kekuatan yang besar darinya tapi tahap kaisar itu ada ditahap apa guru?" tanya Liu jie lewat fikiran dengan ekspresi tenang agar tak memberi curiga kepada cheng.


Dengan pengetahuannya sebagai dewa naga emas yang bertugas untuk mengatur dan mengawasi para binatang buas iblis didunia manusia dan binatang dewa dialam dewa tentunya dia sering ke dunia manusia untuk mengecek keadaan dan mengetahui banyak tentang manusia.


"baiklah guru jelaskan sedikit tentang tahapan dan tingkatan, pendekar didunia ini dibagi menjadi 6 tahap dan masing masing tahap memiliki 5 tingkatan untuk lanjut ke tahap berikutnya, mulai dari yang terlemah hingga terkuat adalah:


▪Pendekar tahap Jiwa


▪Pendekar tahap Bumi


▪Pendekar tahap Raja


▪Pendekar tahap Kaisar


▪Pendekar tahap Langit


▪Pendekar tahap Dewa

__ADS_1


apa sampai disini kamu faham Jie'er?" dengan nada yang sangat yakin bahwa muridnya pasti akan faham karena meski terlihat bodoh tapi muridnya itu memiliki daya tangkap yang sangat baik.


"oh begitu guru, murid faham sekarang. oh iya guru kalau begitu saya ada ditahap apa?" tanya Liu jie karena memang dia belum tau apa dan bagaimana cara kerja dunia ini.


__ADS_2