
"Matikan api, kalian lindungi Nyonya dan tuan muda, saya akan memastikan ancaman didepan" Ketua pengawal tersebut segera memberi perintah dan langsung berlari menuju lokasi kode tersebut.
Dengan kecepatan penuh dia segera menghampiri anggotanya yang sedang bersembunyi dibalik pohon. tak butuh waktu lama untuk tiba dengan senyap mengingat krmampuannya berada ditahap pendekar raja tingkat 3.
Menyadari ketuanya telah tiba, anggota pengawal yang memberi laporan tadi segera memberi informasi lewat sandi tangan tentang keseluruhan informasi dan posisi Longfey.
Setelah mengetahui informasi tersebut, ketua pengawal itu meloncat dan menghadang Longfey secara tiba tiba "Siapa kau orang tua, apa maksud dan tujuanmu menyelinap dan bersembunyi dibalik semak".
Melihat pria dihadapannya, Long fey hanya tersenyum dan mengusap janggutnya. Long fey menyadari kekuatan pria tersebut, ini karena kepala pengawal tak menyembunyikan aura kekuatan aslinya yang berada dipendekar tahap raja tingkat 3. Sedangkan sebaliknya Long fey menekan kekuatannya hingga tahap pendekar raja tingkat 2.
Situasi ini membuat rasa percaya diri ketua pengawal semakin tinggi namun tak menurunkan fokusnya "Ayo jawab, jika tidak maka kau takkan kubiarkan pergi".
"Ahhhh iya maafkan orang tua ini, saya hanya sedang lewat tapi mendengar rombongan kereta anda membuat saya takut dan bersembunyi. sebenarnya saya ingin pergi menjauh karena takut dikira ancaman padahal saya hanya orang tua lemah" Long fey menjawab pertanyaan pria dihadapannya itu dengan sedikit memasang ekspresi ketakutan.
Long fey tak mempermasalahkan merendahkan diri karena dia yakin bahwa rombongan tersebut bukanlah hal yang penting.
Merasa belum cukup, ketua pengawal tersebut kembali bertanya "Sebenarnya tujuan kamu mau kemana, menurut pengalaman saya di dunia persilatan, berjalan dimalam hari sendirian tentunya bukan pendekar lemah. cepat sebutkan arah tujuan dan maksudmu" pria tersebut kini menghunuskan pedangnya katena merasa Longfey sedang menyembunyikan sesuatu terlebih lagi dia pasti dapat mengalahkan Long fey yang hanya berada di pendekar tahap raja ke 2.
__ADS_1
"Tolonglah tuan pendekar jangan mempersulit keadaan, saya hanya ingin pergi, lagian anda saya berniat mengganggu rombongan anda atau sebagai mata mata musuh tentunya saya tak akan membawa kuda dan bekal seperti ini kan" Long fey masih tetap merendah sambil menunjuk kuda dan barangbyang dibalut kain dipunggung kudanya.
Mendengar penjelasan dari Long fey, kini pria tersebut menyarungkan kembali pedangnya. penjelasan Long fey memang masuk akal. Ketua pengawal tersebut bergumam dalam hati "Apa yang dikatakan orang tua ini benar, tak mungkin pasukan pengintai hanya berjumlah satu orang terus bawa kuda dan bekal, sebaiknya dia saya lepaskan lagian melihat dia merengek bisa jadi nantinya ngompol khihihi".
Melihat pria itu tersenyum sendiri membuat Long fey angkat bicara "Bagaimana tuan, apakah saya bisa pergi, jujur tuan saya melakukan perjalanan dengan taruhan nyawa hanya karena ingin mencari cucuku yang telah lama hilang".
Hati ketua pengawal seakan luluh, mendengar pria sepuh dengan kekuatan yang minim nekad mencari cucunya akhirnya hanya bisa diam dan berfikir sejenak "Kasian" kemudian dia memberi tanda dan berkata "Baiklah, silahkan pergi dan maafkan kekasaranku. saya berharap anda bisa segera bertemu dengan cucu anda".
Setelah mengijinkan Long fey pergi, kini dia hanya berdiri memandangi punggung pria sepuh yang berkuda dan menghilang digelapnya hutan. Diapun segera kembali kedalam kelompok Nyonya dan tuan muda yang menjadi misi pengawalannya.
"Ahhh sepertinya gubuk ini sudah sangat tua, tapi jika berhati hati mungkin masih dapat ku tempati istirahat dan melanjutkan perjalanan esok hari" Long fey tersenyum karena baginya situasi seperti ini adalah suatu moment yang membuatnya bernostalgia selama perjalanan petualangan dimasa muda.
Ngekkkkkkkk
Suara pintu yang mulai merapuh terdengar nyaring ditengah tengah kesunyian hutan belantara, Long fey memperhatikan sampai kesemua sudut ruangan. Dengan sebuah belati ditangan kirinya, dia menoleh atas, samping, kanan dan kiri seakan memeriksa andai saja ada ular atau hewan yang bersiap menyerangnya.
Setelah dia merasa aman, barulah dia masuk dengan sikap yang tetap waspada dan benar saja sebuah suara tiba tiba mengagetkannya "cihhh dasar tikus muda, tak tau apa menghormati orang yang lebih tua, untung saja saya tidak jantungan" Long fey mendengus kesal karena dikagetkan seekor tikus yang tiba tiba berlari disela sela kakinya namun tak berselang lama, dia kembali tertawa dan bergumam pelan "Ahhahaha ternyata tikus itu faham dengan kata kataku" sambil menunjuk tikus yang sedang mengintipnya dari lubang yang ada dibalik batu.
__ADS_1
"Sepertinya aman, sebaiknya saya berkeliling dulu sapa tau ada ayam hutan kan lumayan pengganjal perut sebelum tidur" Long fey pun segera bergegas berjalan jalan disekitar gubuk.
Kresekkk kresekkkk kresekkkkk
Suara samar samar dibalik semak terdengar cukup menjanjikan bagi Longfey yang sedang lapar. Diapun menghampirinya dan benar saja sesuai dugaannya seekor binatang sedang menikmati buah apel yang jatuh ketanah namun sayangnya Long fey harus mengurungkan niat memburu hewan itu. Dia jongkok sambil memandangi seekor kuda betina hitam yang sangat mulusm "hummm perutku memang lapar tapi membunuh kuda liar yang sedang hamil sungguh membuatku tak tega, mendingan saya bergabung dengannya makan apel, tampaknya apel itu enak tapi cukup mencurigakan, bagaimana bisa ada apel berwarna perak ya, jangan jangan ini apel siluman... Khyaaaaaaaa apa kuda itu siluman" fikiran Long fey berselancar kemana mana, menghayalkan makan daging siluman kuda terus nanti setiap bicara akan bersuara kuda.
"Ehmmmm buat apa jongkok disitu, apa kamu mau buang air dasar jorok" sebuah suara tiba tiba membuyarkan lamunan Long fey. sontak saja pupil matanya membesar dan mencari kesegala arah asal suara tersebut namun dia tak menemukan satupun orang disekitarnya.
"Pasti pemilik suara ini memiliki kekuatan hebat sampai sampai auranya tak mampu ku sadari, Hei kuda hati hati soalnya saya baru saja mendengar suara namun entah siapa dia" Long fey mengajak kuda itu bicara meski dia yakin kuda itu tak paham karena tak tau siapa, dimana dan apa tujuan pemilik suara tersebut.
"hahaha dasar bodoh, apa karena kamu sudah tua jadi matamu rabun, hufttt atau jangan jangan karena lapar makanya kamu tak bisa melihat dikegelapan" suara tersebut kembali muncul dan menghina Longfey.
Long fey yang merasa dirinya dipermainkan kini berseru lantang dengan satu alis yang terangkat "Keluar kau, kita liat seberapa besar nyalimu dasar bodoh, dasar lemah, tak berguna, pengecut".
Melihat Long fey yang kesal, sosok itu kembali bersuara "Saya disini pak tua".
Long fey yang sebelumnya mengangkat satu alis, kini malah terlihat bola matanya hampir jatuh menyadari sesuatu yang di luar perkiraannya "Kaaaa aaauuuuuu".
__ADS_1