
Tiga buah kepala tanpa tubuh ditangan Liu jie, membuat susana malam itu bercampur aduk antara keindahan dan kengerian.
Sethhhhhhhh..
Tiba tiba lima orang berjubah Merah dan 3 orang lainnya yang berjubah hitam muncul dihadapan Liu jie. Kemunculan mereka yang secara tiba tiba disertai aura pembunuh yang sangat pekat membuat Liu jie menjadi waspada namun tak membuatnya gentar.
Liu jie yang merasakan tekanan aura pembunuh dari 2 orang pria tua sepuh dihadapannya terpaksa membuat Liu jie mengerahkan setengah dari aura pembunuh yang dia miliki sehingga Perang Aura dalam keheningan tersebut menghasilkan tubrukan gelombang kejut yang besar dan membuat hewan dalam hutan berlarian.
"Perkenalkan saya Chan gong Raja Seruling neraka, sepertinya kamu cukup kuat dan sangat pandai dalam menyembunyikan kekuatan, sepertinya apa yang diucapkan muridku tadi siang tentang kemampuanmu diarena bukan sebuah kebohongan, ayo ikut dan bergabunglah dengan sekteku". Salah seorang sepuh dengan aura kekuatan yang dominan tersebut mengangkat bicara sambil mencoba mengorek informasi identitas Liu jie.
"Ahh kakek tua sepertinya kamu terlalu memuji, tapi saya malas bergabung dengan orang lemah seperti kalian". Ucap liu jie sambil mengayun ayunkan kepala tanpa tubuh di tangannya.
Dengan amarah yang meluap luap melihat ketiga kepala tanpa jasad rekan rekan seperguruannya, salah satu wanita berjubah merah berteriak "Kau ********, mengapa engkau menghitung tidak benar, seharusnya satu dua tiga namun mana hitungan keduanya hahhhh".
Kini Liu jie hanya memandangi mereka semua dan dia sangat senang memprovokasi kedelapan orang dihadapannya dengan lagi lagi mengayunkan tiga kepala ditangannya.
"Kauuu kauuu sungguh membuatku muak, saya akan membuatmu menyesal" wanita yang marah tadi melanjutkan kata katanya.
"Sepertinya ke dua pria sepuh dihadapanmu berada pada tahap pendekar langit tingkat 3, tiga orang lainnya ditahap pendekar kaisar tingkat 5 dan sisanya hanya pendekar Raja tingkat 4" merasakan ada aura yang kuat membuat Dewa Naga Emas bangun dari tidurnya dan memberi peringatan kepada Liu jie agar dia berhati berhati.
" Oh jadi begini ya guru jenis aura dari pendekar raja, kaisar dan langit. sekarang saya mengerti, terima kasih guru" dengan percaya diri dalam bathin Liu jie yakin mampu menghadapi mereka tanpa bantuan gurunya.
Buakkkkkkkkkkkkkk tiba tiba suara keras akibat lonjakan energi yang mendadak membuat kedelapan orang tersebut terpental.
"Ahhhh sekarang baru imbang, karena kalian akan mengeroyokku maka untuk mengimbanginya saya menggunakan energi ini" Liu jie menaikkan kekuatannya sebagai serangan awal yaitu serangan mental.
"Aaapaaaa ternyata dia pun berada di tahap pendekar langit? bahkan saya merasakan aura yang lebih kuat dari ku, sepertinya dia berada ditingkat langit ke empat" ekspresi Chang gong kini berubah dan tak mampu menyembunyikan keterkejutannya.
Serangan mental yang dilancarkan oleh Liu jie bukan hanya berhasil memukul mental kedelapan orang tersebut, bahkan melebihi dari perkiraannya. Mereka yang berada ditahap pendekar raja tak perlu menunggu pertarungan dimulai, hanya dengan ledakan kekuatan Liu jie yang diiringi tekanan aura membunuh yang dahsyat di tahap pendekar langit ke 4 membuat pendekar raja tersebut berlutut, tubuh mereka lemas dan tiba tiba ambruk pingsan. Ini dikarenakan aura yang dilancarkan Liu jie sangat menekan udara sekitarnya sehingga mengganggu lancarnya pernafasan.
Bahkan ketiga pendekar kaisar dihadapannya hanya mampu terduduk sambil mencoba mengalirkan energi tenaga dalamnya ke arah paru paru untuk membantu pernafasan. setelah merasa mampu bergerak, mereka bertiga segera melompat mundur, masing masing merangkul rekannya yang pingsan tadi dan keluar dari area aura Liu jie sehingga hanya menyisakan ke dua pria sepuh yang berada di tahap pendekar langit ke 3.
"betul betul betul, kalian memang seharusnya menjauh dan menyelamatkan diri. jika tidak maka kesombonganmu tadi hanya akan mempercepat waktu kematian kalian. sana pergi saya hanya tertarik dengan kedua kakek jahat dihadapanku" Liu jie mengusir mereka berenam dari hadapannya, sambil tersenyum dia melempari mereka dengan tiga buah kepala yang ada ditangannya "Huh dasar lemah".
__ADS_1
"Kakak, Meskipun anak nakal didepan kita ini berada ditahap langit ke 4 namun jika kita berdua mengeroyoknya pasti akan membuatnya bersimpuh dibawah kaki kita memohon ampunan" Chang gong berbisik ditelinga Chang sin yang tak lain adalah kakak tirinya.
"Jangan gegabah, jika dia mampu mengerahkan lompatan kekuatan dari tahap bumi pertama menjadi tahap pendekar langit ke 4 maka besar kemungkinan kemampuannya berada ditahap pendekar langit terakhir" dengan ekspresi tegang dan sangat berhati hati, Chang sin memperingati adiknya sambil mencoba mencari tau batas kemampuan Liu jie.
"Hei kakek kakak jahat tunggu sebentar ya, ingat jangan pergi ya karena kita akan bersenang senang" tiba tiba Liu jie berteleport kehadapan wen wen.
Wen wen terkejut dengan kemunculan Liu jie yang mendadak serta mengeluarkan sebuah jurus.
Jurus Pertahanan : Kubah Dewa
Jurus Segel : Segel Rantai Api Neraka .
Tampak Liu jie mengeluarkan cahaya putih dari kedua telapak tangannya, cahaya tersebut kemudian membentuk sebuah kubah terbalik yang menutup wen wen, setelah itu seutas rantai emas dengan ukiran tulisan kuno disepanjang rantai terulur keluar dari mulut Liu jie dan kemudian melingkari kubah tersebut.
"Ini disebut Kubah Dewa dan Segel Api Neraka, kubah dan segel rantai ini adalah pertahanan mutlak yang diciptakan kakekku dulu dan selama kakak berada didalamnya tak ada serangan yang akan mampu melukai kakak bahkan jika itu dewa sekalipun terkecuali Kaisar langit. sekarang kakak hanya perlu duduk manis menikmati pertarungan" Liu jie tersenyum setelah mengamankan wen wen dan kemudian kembali berteleport kehadapan Chang gong dan chang sin.
"Tampaknya selain kuat, kamu juga pandai. Membuat pertahanan untuk gadis lemah di batu sana agar tak memecah konsentrasimu dalam pertarungan. sungguh bocah nakal yang menarik, tapi sayangnya malam ini kau sungguh sial karena harus menghadapi kami berdua" chang gong mengakui kehebatan Liu jie sekaligus merendahkannya.
Chang bersaudara yang belum siap, kini termundur beberapa langkah dengan memegangi perutnya yang sakit karna menerima serangan tendangan dan pukulan dadakan dari Liu jie. meskipun serangan itu hanya mengandalkan kekuatan fisik serta teleport tingkat tinggi namun tetap saja terasa sakit bagi chang bersaudara.
"Dasar bocah tengik, kamu tak punya rasa hormat, tanpa aba aba kamu menyerang kami yang masih sedang berbicara" ucap Chang Gong yang sangat marah karena mendapatkan serangan dadakan disaat dia masih berbicara.
"Siapa suruh banyak bicara Hahahahaha" kini Liu mengejek Chang gong dengan posisi jongkok sambil tertawa memegangi perutnya.
"Sudah kubilang tadi waspada dan jangan meremehkan bocah nakal itu" Changsin marah kepada adiknya yang selalu saja meremehkan lawan saat bertarung.
"Baiklah bocah mari kita bertarung" teriak Chang gong. Chang bersaudara mengeluarkan jurus pertama dan menggabungkannya sehingga kekuatan jurus gabungannya akan setara dengan kekuatan jurus pendekar langit tahap 4 bahkan mampu melukai pendekar langit tahap terakhir.
"**Tahap kuasa Jurus elemen petir: Cakaran Naga petir
Tahap kuasa Jurus Elemen petir: Pusaran petir" Chang sin mengeluarkan jurus dua jurus sekaligus untuk menambah daya gempurnya hingga angin sangat kencang muncul dan membentuk sebuah pusaran dan didalam pusaran tersebut tampak se ekor naga meliuk liuk dengan cakarnya yang terbuat dari petir yang menyambar nyambar.
"Tahap kuasa elemen Api : Mata Sesat
__ADS_1
Tahap kuasa Elemen Api : Amukan Raja Ular Lava" Tak mau kalah dari kakaknya, Changgong juga mengeluarkan dua jurus berelemen api miliknya".
Seketika dilangit muncul sepasang mata. Mata tersebut tak memiliki warna hitam dan putih, justru terlihat api yang berkobar ditengah sepasang bola mata tersebut. Tak sampai disitu, tiba tiba tanah berguncang hebat kemudian muncul sebuah lubang berdiameter 5 dihadapan Changgong, suara desisan yang memekakan telinga terdengar dari dalam lubang dan sesosok Ular bermahkota Api dan memiliki sisik merah bara merayap keluar dari lubang tersebut. Ular itu sangat besar, ukuran tubuhnya 5 kali lipat dari ukuran batang pohon kelapa.
"hahahaaaaa bocah kali ini kau takkan bisa sombong lagi dihadapan kami" ucap Chang gong sambil menatap Liu jie dengan tatapan mengerikan.
Dalam satu kedipan mata mereka berdua melancarkan serangan kearah Liu jie, pusaran angin, naga petir dan Raja ular bermahkota milik mereka melesat dengan cepat kearah Liu jie.
Liu jie menghindar dengan jurus teleportnya ke arah samping, namun sebelum jurus chang bersaudara membentur tanah, jurus tersebut berhenti dan memutar dengan cepat kearah Liu jie berteleport sehingga membuat liu jie kewalahan seakan jurus chang bersaudara memiliki akal dan kehidupan sendiri. hal tersebut terjadi berulang ulang.
Liu jie bisa saja menahan serangan tersebut dengan cara membuat perisai energi pertahanan namun Liu jie hanya menghindar sambil mengawasi kegunaan sepasang mata yang ada dilangit tadi. Liu akhirnya faham cara kerja jurus mata sesat dilangit tersebut.
Liu jie bergumam pelan "uhmmm ternyata mata setan itu mengawasi pertarungan ini, letak posisiku serta mengontrol jurus jurus Chang bersaudara agar tidak meleset, sungguh menarik".
Setelah menganalisa keadaan, Liu jie kini mendapatkan sebuah ide.
"Sepertinya kali ini akan menarik khikhikhi" Dengan senyum liciknya Liu Jie berteleport tepat dibelakang Chang bersaudara dan benar saja sesuai perkiraannya, jurus yang tadi mengejarnya kini berputar haluan dengan cepat sesuai arah pandangan mata setan dilangit yang terus mengejar posisi Liu jie namun sebelum serangan itu tiba, Liu jie yang sudah berdiri dibelakang chang bersaudara Menendang punggung mereka berdua dengan sedikit energi tenaga dalam agar memberi rasa sakit yang lumayan. Kemudian dengan sigap Liu jie mengeluarkan jurus untuk menutup pertarungan.
"Jurus Auman Dewa Naga : Auman Kedengkian" Liu jie membusungkan dada dan menghirup udara dengan kuat lewat hidungnya, dan mengaum dengan keras.
Graaaaauuuuummmmmmmmmmmm
Meskipun dia baru menguasai 90 persen jurus tersebut namun jurus tersebut sudah cukup untuk membuat Dewa naga emas kelabakan saat latih tanding di alam dewa. Auman yang begitu keras terdengar sejauh 1 kilometer, terlebih lagi Liu jie menambahkan energi tenaga dalam yang besar pada jurus tersebut.
Jurus auman dewa naga Liu jie tersebut memberikan dorongan yang kuat sehingga tendangan dadakan ditambah auman dewa naga membuat Chang bersaudara melesat dengan kecepatan tinggi hingga membentur Jurus gabungan mereka sendiri yang datang dari depan.
Dhuarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
Suara dentuman dahsyat bergemuruh kesegala penjuru bahkan ke enam orang yang tadi melarikan diri dan bersembunyi dikejauhan mampu merasakan tabrakan jurus tersebut.
Sedangkan Wen wen yang melihat kejadian tersebut secara langsung tak lepas dari keringat dingin, meskipun dia aman didalam kubah namun dia membayangkan berada diposisi chang bersaudara.
"Dasar Kakek kakek busuk, sudah bau tanah di dunia persilatan tapi kalian masih saja arogan saat kekalahan kalian ada didepan mata" kali ini dengan ekspresi yang miris sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
__ADS_1