Legenda Dewa Perang

Legenda Dewa Perang
45. Siasat


__ADS_3

"Heiii Kucing tua, sepertinya kamu terlalu banyak berfikir. sudahlah sekarang kita satu kelompok, perkenalkan saya Yura dan kamu siapa?" Yura menghampiri Xie xue yang masih melamun dan bergelut dengan fikiran fikiran yang memenuhi kepalanya.


"Grrrrrr Jaga bicaramu, kita tak tau siapa yang menang jika bertarung" Xie xue melotot dan menggeram disebut sebagai kucing tua.


Liu jie menengahi mereka berdua, dengan mengeluarkan jurus yang sebelumnya menekan Xie xue dipertemuan pertama. "Tahap ke dua Jurus Pemusnah Dewa, Aura penghukum dewa".


Seketika itu juga Xie xue dan Yura langsung tertelungkup ditanah, nafas mereka tak teratur seakan paru paru serta seluruh organ dalamnya akan pecah.


Merasa sudah cukup, kini Liu jie menarik kembali auranya dan tertawa "Hahahaaaaa bagaimana masih mau bertengkar atau mau kuhukum lagi".


Bagi Xie xue, jurus yang dikeluarkan Liu jie sudah tak asing lagi namun bagi Yura yang baru bergabung dikelompok bintang surgawi, serangan Liu jie tersebut cukup untuk untuk membuatnya tak berani menatap mata Liu jie terlebih lagi untuk membantah.


Yura menyadari sesuatu, dalam diamnya dia berfikir "Kekuatan apa ini, andaikan diawal tadi dia tersinggung maka bisa dipastikan dia dengan mudah merampas inti sariku. sepertinya dibalik sikap anehnya tersembunyi kekuatan yang maha dahsyat".


Cukup lama Yura terdiam hingga sebuah tepukan dibahu menyadarkannya "Sekarang kamu faham kan kekuatan tuanku? Yura sebaiknya kamu persiapkan mental ya soalnya apa yang kamu lihat belum seberapa terlebih lagi pasukan kelompok bintang surgawi pasti akan jauh lebih mengagetkanmu khihi" Xie xue kemudian tertawa kecil seakan menikmati ekspresi kaget Yura setelah sebelumnya menyombongkan diri dihadapan Liu jie.


"Nah akur kan enak, Yura sebelum kamu masuk kedalam dunia dimensiku, saya ingin membuat tanda segel padamu. sekarang ulurkan tanganmu" Liu jie dengan segera membuat tanda segel penghancur ditelapak tangan Yura yang akan aktif dan menghancur leburkan Yura kapanpun Liu jie inginkan.

__ADS_1


Liu jie memang konyol tapi dia tidak bodoh, senyuman aneh Yura diawal awal tadi cukup untuk membuat Liu jie sadar bahwa Yura bisa saja berkhianat jika merasa tak diuntungkan.


Segel itu berbentuk sebuah titik hitam sebesar kuku dan perlahan meresap kedalam hingga hilang tak berbekas.


"Segel apa itu Tuan, apakah semua juga mendapatkan segel seperti itu?" Yura merasa curiga namun tidak berani protes lebih jauh, dia sangat faham bahwa setiap jenis segel pasti punya tujuan khusus namun dia tak tau secara pasti tujuan dari segel tersebut.


"Ahhh itu, itu hanya segel murahan. siapa saja bisa melakukannya, sebagai ketua kelompok bintang surgawi maka saya wajib menjaga dan melindungi anggotaku, dengan bantuan segel itu saya bisa merasakan ancaman disekitarmu, yaaaa kurang lebih begitulah" Liu jie membuat alasan yang sekiranya cukup masuk akal agar Yura tak curiga.


Seakan mengerti, Yura menganggukkan kepalanya dan tersenyum. dalam hati dia berfikir "Untung saja cuma itu, saya kira segel penghancur, kalo itu jenis segel penghancur bisa bahaya rencanaku nanti menguasai dimensinya khihi".


"Jie'er tindakanmu tepat, saya merasakan makhluk hina itu hanya akan memperalatmu. tapi sepertinya kamu jauh lebih pandai" Shangdi mengajak Liu jie berkomunikasi lewat fikiran seperti biasanya karena turut merasakan keganjilan.


"Sepertinya kamu bukan saja makin hebat dan cerdas, tapi kini kamu mulai ahli dalam bersiasat, Guru bangga mengangkatmu menjadi murid. Untuk menjadi seorang pemimpin kamu tidak hanya butuh kehebatan, kecerdasan dan hati nurani, tapi teknik bersiasat pun harus kamu kuasai. soalnya guru tak selamanya bisa mendampingimu, andaikan bukan kisar langit yang memberi ijin dengan batas tertentu, mungkin guru tidak boleh ikut denganmu kedunia, jadi tetap Ingat pesan pesan guru ya Jie'er". Shangdi yang merasa bangga, tetap menyisipkan pesan diantara kalimatnya.


"Baiklah guru.. tenang saja guru, saya akan belajar secepat mungkin agar guru bisa kembali kealam dewa melaksanakan tugas sebagai dewa pengatur flora dan fauna, oh iya guru nanti tolong ajarkan saya jurus Mata Khayangan dan jurus sayap naga, saya yakin jurus itu pasti akan sangat berguna saat guru nanti sudah tak ada" Liu jie memohon kepada Shangdi karena dia tau betul dengan jurus mata khayangan maka dia dapat memantau keadaan sekitar dari langit seakan matanya berada dilangit meskipun itu dalam kondisi gelap gulita, sama seperti jurus yang dimiliki Sirei. sedangkan jurus sayap naga akan memudahkannya bepergian dengan terbang diangkasa dengan bantuan empat buah sayap dipunggung.


"Nanti guru akan ajarkan dengan syarat dan ketentuan berlaku hahaha" Shangdi tertawa puas karena kali ini menemukan celah untuk membalas Liu jie setelah beberapa kali dikalahkan lewat ejekan.

__ADS_1


Liu jie yang sadar akan arah pembicaraan Shangdi, kini tiba tiba tertawa dengan keras "Ahahahahaaaaaaaa siap asal jangan berlebihan".


Yura jelas saja kaget, karena dari tadi Liu jie hanya diam dan tiba tiba tertawa keras. sedangkan Xie xue dan yang lainnya sudah faham, biasanya Liu jie hanya akan begitu jika sedang berkomunikasi dengan Shangdi yang kekonyolannya tak kalah dengan Liu jie.


"Upssss maaf Yura, karena kamu sudah resmi menjadi anggota kelompok bintang surgawi, sebaiknya kalian berkenalan dulu dengan semua anggota kelompok ya" Liu jie tersenyum hangat sambil membuka mulut dan sebuah hembusan angin pelan mengiringi ketiga sosok yang sebelumnya berdiam diri didalam alam dimensi milik Liu jie.


Betapa kagetnya Yura saat melihat dua dari tiga sosok itu. Wen wen yang masih tergolong anggota terlemah tidak menjadi perhatian bagi Yura, sedangkan Moyu dan Sirei membuat Yura tersengal sengal seakan paru parunya tak bekerja sama dengan baik, pelipisnya tiba tiba mengucurkan keringat dan wajahnya memucat.


"Nah perkenalkan, ini Sirei yang biasanya dijuluki Iblis perang tapi sebenarnya saya mau mengganti julukannya nanti kalo sudah dapat nama yang bagus khihi, nah ini Moyu dia dikenal sebagai Siluman ular bulan yang tak lain adalah kakak manis teman mainku dulu dialam dewa, dan gadis cantik disamping Moyu adalah kakak ku Wen wen, saya yakin nanti pasti kakak akan dikenal dengan julukan pendekar jenius Golok hijau" Liu jie memperkenalkan mereka satu persatu dengan gayanya yang khas yaitu nada yang agak bercanda.


Mereka pun saling sapa dan berkenalan, namun Sirei yang memperhatikan semua kejadian dari alam dimensi sangat mengenali tanda segel kutukan dari Liu jie ke telapak tangan Yura terlebih lagi siasat penjelasan Liu jie ke Yura bukanlah arti sebenarnya dari tanda segel kutukan tersebut, Sirei yang kecerdasannya diatas rata rata faham bahwa tanpa disuruh Liu jie secara langsung maka dia harus bisa menyembunyikan dengan baik aura membunuhnya agar Yura tidak curiga.


"Kita sudah terlalu lama disini, ayo kita berangkat. Sirei kamu dengan Yura kembali ke alam dimensi ya, biar kelompok kita tidak mengundang perhatian yang lebih" Liu jie menjentikkan jarinya seakan itu adalah kode untuk melanjutkan perjalanan.


"Baik Tuan" sahut Sirei dan Yura.


Sirei dan Yura pun dihisap oleh Liu jie kembali kedalam Alam Dimensi.

__ADS_1


"Semuanyaaaaa Ayoooo kita berangkat" Liu jie yang penuh semangat kini melompat kepunggung Xie xue dan disusul oleh wen wen dengan golok hijau ditangannya.


__ADS_2