Lepaskan Aku, Tuan Muda!

Lepaskan Aku, Tuan Muda!
Seminar


__ADS_3

Memiliki jadwal kuliah di pagi membuat Gea harus bangun lebih awal. Agar sarapan Tuan Zidane dan adiknya bisa dibuat dan dia juga tidak begitu terburu-buru ketika harus mengejar angkot saat berangkat ke kampus nanti. Sekarang Gea lebih memilih untuk naik angkot daripada harus berjalan karena sampai rumah dia juga harus bekerja lagi.


Sekarang jarum jam sudah minjam pukul 03.30. dia sudah membuka mata dan segera menyingkapkan selimut yang menutupi tubuhnya karena malam ini sangat dingin meski dia sudah memakai dua selimut tapi tetap saja hawa dingin itu menusuk tulang-tulangnya.


Dia segera keluar dari kamar tetapi Mbak Ranti belum juga kelihatan keluar dari kamarnya. Gea merasa wajar karena hari ini masih pukul setengah empat pagi. Biasanya Mbak Ranti akan bangun setelah jam 05.00.


Untuk menu makanan hari ini kaya akan membuat nasi goreng dan telur ceplok saja memang cukup sederhana tapi menu yang satu ini digemari oleh Tuan Zidane dan juga Marry.


Gea mengambil beberapa potong bawang bawang putih dan bawang merah serta beberapa cabe merah untuk diulek jadi satu sebagai bumbu dasar nasi goreng. Pokoknya dalam pikiran kias sebelum Mbak Ratih bangun pekerjaan dapur sudah selesai jadi nanti Mbak Ranti bagian yang makan siang.


Gea bekerja dengan terus memandangi jam yang terletak di atas dapur. Gea tidak mau terlambat karena hari ini katanya akan ada seminar oleh salah satu pengusaha sukses di kota mereka. Dia lebih suka mengikuti seminar di kampus daripada harus mengikuti jam kuliah yang terasa membosankan bahkan tak jarang dia pun tertidur pulas saat jam kuliah berlangsung apalagi jika dosennya spek bidadari.


Pukul 05.30 pagi semuanya sudah beres beda pun sudah bersih dan area dapur sudah disapu serta dipel oleh Gea. Mbak Ranti yang keluar menguap seketika matanya mengecap mendapati dapur sudah berusia makanan sudah siap di atas meja.


"Kamu semalam nggak tidur?" tanya Mbak Ranti mengedipkan matanya berharap jika saat ini dia memang sedang mimpi atau benar-benar berada di dunia nyata.


"Aku bangun lebih pagi, Mbak." Gea mencuci wajan yang digunakan untuk menggoreng nasi tadi.

__ADS_1


"Terima kasih ya sudah meringankan pekerjaanku."


"Tidak perlu begitu karena nanti siang aku juga akan pulang terlambat, Mbak, jadi untuk masak makan siang pasti Mbak Ranti sendirian." Gea malah merasa tidak enak jika Mbak Ranti harus masak sendirian.


"Hehehe, sudah biasa aku mah, Gea, kalau masak sendiri." Mbak Ranti berkata dengan ekspresi yang sangat senang.


Karena jam sudah mepet ya akhirnya Gea harus mandi dengan cepat, dia hanya mengenakan hoodie dan celana jeans panjang seperti biasanya serta tidak lupa sepatu kets yang sudah berumur sekitar 2 semester yang lalu dia beli.


"Mbak Ranti aku berangkat dulu," kata Gea hendak keluar dari rumah melalui pintu belakang. Sebenarnya bukan pintu belakang tetapi itu pintu favorit bagi para asisten rumah tangga jika akan keluar dari rumah karena selain aksesnya tidak harus memutar melalui jalan depan, itu jalan yang cukup familiar dan menghadap ke jalan.


Kali ini angkot yang ditunggu Gea ternyata secara on time dia langsung datang dan dia pun naik. Suasana di dalam angkot itu pun tidak begitu ramai hanya ada tiga penumpang. Ghea dan 2 orang laki-laki lainnya. Di tengah perjalanan dia baru merasa jika kedua lelaki itu menatap Gea dengan tetap menggoda. Hal inilah yang membuat Gea merapatkan duduknya yang semula berada di belakang sekarang berubah menjadi ke samping pintu keluar dengan tujuan agar dia bisa keluar sewaktu-waktu ada sesuatu yang mengancam dirinya. Karena menurut pengalaman dia hidup di kota besar ini haruslah berhati-hati apalagi kedua orang ini terlihat sangat mencurigakan.


"Mungkin mereka akan menjambretku?" Pikir Gea begitu merasa curiga dengan keduanya yang sedari tadi terus menatap Gea dengan sedemikian rupa. Tidak mau terus-menerus menjadi pusat perhatian Gea pun langsung berjalan menuju halte yang tidak jauh dari tempat angkot tadi mogok. Kebetulan sekali di sana ada beberapa orang yang sedang menunggu bis untuk berangkat ke kantor maupun ke sekolah. Alhasil Gea pun bergabung dengan mereka. Tentu saja hal ini membuat kedua pria itu tidak bisa mengikuti gaya lagi. Dia dapat bernapas lega setelah bebas dari ancaman dua lelaki yang berjalan beriringan tadi.


Menunggu bus rupanya cukup lama karena hampir 1 jam tidak ada bis yang lewat. Dia pun sempat putus asa apalagi jadwal kuliahnya sekarang sudah terlewat hampir 1 jam tapi tetap saja dia tidak boleh panik.


*

__ADS_1


Setibanya di kampus suasana di sana sudah cukup ramai beberapa mahasiswa terlihat lalu lalang melewati lobi kampus. Gea pun membuka ponselnya berharap jika Vina mengirimkan pesan. Ternyata benar Vina mengirimkan pesan sejak 37 menit yang lalu dia pun langsung membuka pesan tersebut.


Vina : kamu dimana?


Gea : Aku berada di lobby.


Vina : oke, aku segera let's go ke sana kamu jangan berpindah tempat.


Memasukkan ponselnya kembali. Dia menunggu Vina sampai gadis itu datang dan ternyata tidak lama kemudian terdengar suara orang yang berlari. Benar saja itu pasti Vina.


"Hai hai, gimana penampilanku hari ini?" Katanya Vina sambil mengibaskan rambutnya yang berwarna kemerah-merahan dan bau parfumnya yang begitu menyengat apalagi penampilan Vina hari ini terlihat sangat berbeda dan ingin membuat Gea tersenyum. Vina yang biasanya polosan saja cantik dan ini menambahkan make up tipis-tipis membuat dirinya semakin cantik. Diam-diam Gea ingin seperti Vina tetapi dia buru-buru harus bersandar diri jika dirinya dan Vina bagaikan langit dan bumi. Bisa berteman dengan Vina saja merupakan suatu keberuntungan yang sangat luar biasa bagi Gea.


"Kamu tahu nggak siapa yang akan menjadi tamu di kampus kita nanti?" Vina langsung merapatkan alisnya ketika memberitahukan Gea siapakah yang akan datang ke seminar mereka nanti.


"Siapa? Bapakmu? Pacarmu?" tanya Gea berapi-api.


"Ishh, terus aja bocah ini nyerocos terus, bukan, bukan semua itu salah." Beruntung saja jika Vina belum keceplosan untuk mengatakan jika tamu pada hari ini merupakan orang yang sangat spesial. Dia sudah menerima bocoran dari ayahnya sendiri tentang siapakah besok yang akan mengisi seminar di kampusnya.

__ADS_1


"Ya udahlah bodo amat siapapun yang mengisi seminar yang penting dia menarik dan nggak bikin ngantuk." pungkas Gea berjalan mendahului Vina. Tidak lama kemudian gadis itu pun menyusul temannya mensejajarkan langkah.


__ADS_2