
Gea yang sedang asyik menikmati pemandangan di taman begitu banyak sekali orang yang menghabiskan waktu sorenya untuk sekedar duduk-duduk atau menikmati senja di kota besar tidak tahu jika ponselnya telah berdering beberapa kali menandakan jika dia menerima beberapa pesan. Asal tahu saja, Tuan Zidane sebenarnya sudah mengirimkan pesan yang sama sebanyak 60 kali karena Gea sama sekali tidak merespon hingga membuat tuan muda tersebut merasa gemas dengan pacar barunya sekaligus menjadi asisten di rumahnya.
"Astaga, manusia ini terdampar di planet mana sehingga tidak pernah membalas pesanku sedari tadi," kata Tuan Zidane dengan nada pasrah. Beberapa kali ia malah tidak fokus dengan pekerjaannya. Sebentar sebentar menengok ponselnya kalau ada pesan dari Gea. Mungkin ini merupakan kali pertamanya Tuan Zidan memiliki pacar meski masih belum go public kepada siapapun tetapi dia merasa sangat istimewa sekali merasakan hal seperti ini yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
Grace yang bosan karena menurut pandangannya Tuan Zidane terlalu fokus bekerja padahal dia malah asyik mengirim pesan kepada Gea yang tidak kunjung dibalasnya.
"Permisi pak di, jam kantor sudah hampir habis apakah bapak tidak berniat untuk membangunkan teman kencan Anda?" tanya sekretaris Tuan Zidane ketika memasuki ruangan untuk melaporkan pekerjaannya hari ini.
"Bangunkan ketika aku nanti sudah pulang," kata Tuan Zidane dengan mimik serius. Tentu saja wajah sekretaris cantik itu langsung mengerut tidak mengerti dengan jalan pikiran tuannya.
"Terus nanti kalau digondol brondong gimana, Pak?" Menurut dia sayang sekali wanita seperti itu malah disia-siakan oleh Tuan Zidane.
"Saya tidak peduli dia mau digondol grandong sekalian, kamu persilahkan saja." Tuan Zidane pun segera melanggar kunci mobil yang berada di atas pintu kemudian ia keluar. Tentu saja sekretaris itu malah bengong dengan tingkah konyol Tuan Muda Zidane.
Sengaja Tuan Zidane pulang lebih awal karena dia sudah berjanji dengan Gea untuk pulang sekitar pukul 06.00 sore. Di tengah perjalanan dia mendapatkan telepon dari Merry jika nanti malam Merry tidak bisa makan malam bersama dengan kakaknya karena ada acara bersama dengan teman-temannya.
"Iya Kak, nanti Merry ada acara ulang tahun di rumahnya Axel."
"Temanmu itu cowok apa cewek?" Merry menepuk dahinya. Bagaimana pikiran Zidane dari namanya saja sudah jelas jika Axel adalah seorang laki-laki tetapi dia malah masih bertanya.
"Menurut Kakak Axel itu laki-laki apa perempuan?" Merry malah balik bertanya.
"Laki-laki." Tuan Zidane pun menyahut dengan cepat.
"Nah, itu tahu, ceritanya Axel itu hari ini ulang tahun jadi aku dan teman-teman datang ke pestanya mungkin jam 09.00 nanti baru pulang." Sebenarnya jauh di dalam lubuk hati Tuan Muda Zidane, dia tidak rela jika adiknya pergi hingga pukul 09.00 malam tetapi disisi lain dia pun mulai menyadari jika Marry sudah berusia hampir 18 tahun artinya dia sebentar lagi akan mengalami masa remajanya berakhir. Maka dia pun mulai berpikir lebih terbuka dengan Merry.
__ADS_1
Mobil berwarna hitam itu pun memasuki ruangan parkir di rumahnya. Setelah dia memarkirkan mobil tuan sidang segera turun dan masuk rumah. Ternyata disana sudah ada Gea yang sedang membersihkan jendela. Dia tidak tahu jika ternyata Tuan Zidane sudah datang dia masih asik membersihkan jendela sambil bernyanyi, seakan hatinya sangat senang dengan hari ini. Tanpa diduga-duga Tuan Zidane pun langsung memeluk Gea dari belakang.
"Eh, apa ini!" Dengan cepat pipi Tuan Zidane mendarat halusdi pipi Gea agar dia tidak berteriak.
"Aku mohon kamu jangan berteriak. Aku sangat rindu denganmu." Tuan Zidane semakin mempererat pelukannya.
"Astaga, lepaskan aku saat ini aku sudah bekerja." Semakin dia merontak ingin melepaskan maka telah kita semakin erat memeluk dari belakang. Meski pasrahkan sebagai seorang pelayan tetapi dia tetap memiliki wangi yang khas sehingga membuat Tuan Zidane menjadi jatuh cinta.
"Aku hanya ingin mencuri waktuku untuk menghabiskan bersamamu." Gea tidak bisa menolak perlakuan dari Tuan Zidane tersebut.
"Aku akan menyiapkan malam," ucapke ya agar segera bisa lepas dari cengkeraman Tuan Zidane.
"Hari ini kamu tidak usah menyiapkan makanan malam karena Merry akan pulang nanti jam 09.00. "
"Aku ingin mengajakmu berkencan saja," kata Tuan Zidane kepada Gea.
"Gea, aku cari-cari ke mana saja kamu tidak ada ternyata di sini," kata Mbak Ranti sambil menganggukkan kepala kepada tuan sidang sebagai bentuk penghormatan terhadap tuan rumah.
"Hehe, iya Mbak aku membersihkan jendela daripada hanya berdiam diri di kamar."
"Maafkan apakah perlu dipersiapkan makan malamnya untuk saat?" tanya Mbak Ranti seperti biasanya.
"Tidak usah, aku akan mandi dan tolong bawakan makan malamku ke atas." Gea mengangguk begitu pula dengan Mbak Ranti.
Dia pun berjalan ke dapur dengan mengomel sudah masak terlalu banyak tetapi ternyata kedua masih banyak tidak mau makan.
__ADS_1
"Mbak Ranti kenapa dari tadi marah-marah terus?" tanya Gea menyusun makanan yang dia letakkan di nampan untuk makan malam Tuan Zidanen hari ini.
"Ya udah kalau begitu lumayan Mbak buat lauk kita sampai besok pagi," canda Gea mengangkat nampan tersebut.
"Iya sih, benar juga." Barang tipu segera memindah wadah lauk itu ke wadah yang khusus untuk untuk pelayan di rumah tersebut.
Gea segera mengantarkan makanan untuk Tuan Zidane. Di dalam kamar ternyata transition sedang ditelepon oleh Grace.
"Kamu jahat sekali, aku tidak dibangunkan terlebih dahulu saat akan pulang." Begitulah kata-kata yang didengar oleh Gea.
"Maaf," jawab Tuan Zidane dengan singkat. Namun rupanya di dalam hati dia sudah ada seperti rasa cemburu ketika Grace mengatakan jika dirinya tadi siang berada di kantor. Artinya Tuan Zidane dan Grace pasti sudah bersama-sama.
Tanpa permisi Gea pun langsung meletakkan makanan tersebut di atas nafas dan dia bergegas keluar tetapi tuansi dan menahan tangannya sebentar.
"Ada apa?" tanya Gea dengan tatapan lurus. Hatinya sudah dibakar cemburu yang begitu hebat terhadap Tuan Zidane.
"Kenapa terburu sekali ingin keluar?" Tuan Zidan menegakkan dirinya kepada Gea sambil menatap bola mata yang indah dari gadis yang mampu meluluhkan hatinya tersebut.
"Lanjutkan saja video kamu dengan wanita tadi," status giat berusaha melepaskan tangan dari genggaman Tuan Zidane.
Tuan Zidane pun mulai paham jika Gea rupanya sudah terbakar cemburu akibat dia berbicara lewat telepon dengan Grace tadi.
"Rupanya sudah ada yang cemburu hari ini," goda Tuan Zidane dengan mencubit pipi Gea perlahan.
"Aku tidak cemburu," sanggah Gea.
__ADS_1
"Terus?"