
"Ini mah sangat lezat sekali Bu bahkan masakan Mbak Ranti kalah sama masakan Bu Ranti." Kebetulan nama senior Gea dan nama ibunya Gea adalah sama-sama Ranti.
"Kalo kamu memberi rating ini rating berapa masakan ibu?"
"100000/10." Gea langsung mengacungkan kedua jempolnya memang masakan itu sangat enak apalagi bumbu rempahnya juga terasa dan ayamnya empuk.
Ketika orang itu langsung menikmati makan siang sekaligus sebagai sarapan mereka dengan lahap. Nando juga terlihat nambah nasi sebanyak dua kali dan mengambil ayam juga 2 potong. Melihat kekonyolan ini Gea pun bergerak untuk bercanda dengan adiknya.
"Nando, kalau kamu gendut nanti gimana?" Gea mengedipkan mata kepada adik semata wayangnya yang masih dalam masa pertumbuhan.
"Habisnya sayang banget kalau ini nggak dihabiskan Mbak masakan ibu terlalu enak untuk dimakan," kata Nando dengan polosnya sambil menyuapkan nasi ke mulut diiringi dengan suwiran ayam bagian paha. Favorit Nando memang di bagian paha dan favorit Gea di bagian dada. Jadi kalau membeli ayam Bu Ranti pasti akan memilih bagian paha dan dada saja sedangkan yang lainnya tidak ada yang suka apalagi kepala. Namun karena tadi diberi oleh abang-abang penjual ayam jeroan maka Bu Ranti juga tidak mau menolak dia juga suka dengan jeroan ayam meski katanya jeroan ayam itu tidak sehat. Daripada menolak rezeki lebih baik menerima dan mengucapkan terima kasih.
"Nando, kamu nanti ikut Mbak jalan-jalan mau nggak?"
"Kemana?" tanya Nando dengan mulut penuh.
"Ya nanti lihat dulu itu makanya dihabiskan jangan terburu-buru seperti itu tidak baik," kata Gea membersihkan mulut Nando yang belepotan dengan kuah kari. Mendapatkan perhatian dari kakaknya membuat Nando nyengir kuda.
"Udah gede kalau makan dibiasain bersih mulutnya,"omel Gea persis seperti waktu ibu Ranti mengomeli dirinya saat masih kecil jika makan pasti belepotan apa lagi yang dimakan adalah coklat dan es krim.
Setelah makan dan membersihkan piring keluarga itu pun bersantai di ruang tamu sekaligus menjadi ruang keluarga. Kontrakan yang ditempati oleh Gea dan keluarga sebenarnya cukup lapang tetapi mereka menggunakan sebagai dapur. Kontrakan ini memiliki dua kamar tidur dan satu ruang tamu saja maka dengan akalnya dia langsung membelah ruang tamu itu menjadi dua bagian yaitu satunya untuk ruang tamu dan bagian lain untuk dapur. Sebenarnya kontrakan yang ditempati oleh keluarga dia cukup murah karena kamar mandi sudah di dalam dan akses juga tidak terlalu jauh.
"Gea, tolong kamu jaga adik ya ibu mau mengambil cucian terlebih dahulu." Pekerjaan sehari-hari Bu Ranti selain sebagai seorang pembantu rumah tangga panggilan dia juga menerima cuci gosok dari tetangga sekitar maupun di kompleks orang kaya yang terletak di depan jalan raya. Orang-orang sekitar situ sudah hafal dengan Bu Ranti maka jika mereka membutuhkan jasanya hanya perlu mengontak saja.
__ADS_1
Ibu Ranti segera berangkat karena takut jika ternyata cuciannya banyak dan harus dikerjakan saat itu juga. Gea dan Nando menikmati acara televisi yang sedang berlangsung.
Sekitar 30 menit kemudian Bu Ranti sudah datang dengan membawa 2 kresek baju kotor yang hendak dicuci. Melihat ibunya kepayahan membawa kresek yang begitu besar dia bangkit membantu memasukkannya ke dalam rumah.
"Ini banyak sekali Bu?" kata Gea membawa kresek itu ke kamar mandi sedang ibunya langsung menyirami baju-baju kotor itu.
"Iya memang anggota keluarganya banyak jadi ya wajar jika cucianya banyak." Dea sangat kasihan melihat ibunya begitu bekerja keras untuk mendapatkan upah guna menyambung hidup dan membiayai sekolah Nando agar supaya berkecukupan.
Dia masuk ke kamarnya mengambil sesuatu.
"Ya, aku belikan saja ibu mesin cuci jadi bisa digunakan untuk mencuci jika ada jasa cuci." Gea bermonolog sambil berjalan mondar-mandir di depan ranjangnya.
Tanpa memberitahu ibunya terlebih dahulu Gea hanya mengajak Nando keluar sebentar.
"Nando!!" teriak Gea merasa panggilannya tidak diindahkan oleh sang adik. Mungkin saking asyiknya menonton acara kartun jadi Nando pun juga tidak merespon sama sekali. Sudah dua kali Gea memanggil Nando kini dia berubah menjadi kesal karena panggilannya tidak diperhatikan.
"Ya sudah kalau begitu Mbak berangkat sendiri saja kamu nggak usah ikut," ucap Gea dengan kesal. Barulah ketika dia berucap demikian Nando memalingkan pandangannya dari televisi.
"Nando ikut! Nando ikut!" Bocah itu langsung heboh berdiri dan mencari sandalnya.
"Makanya kalau ditanya dari tadi itu dengerin Mbak."
"Maaf mbak habisnya acaranya bagus banget jadi Nando nggak memperhatikan Mbak berbicara apa."
__ADS_1
Mereka berdua pun berjalan menyusuri trotoar. Nando juga tidak tahu Gea akan pergi ke mana yang jelas dia bersama kakaknya dan akan dibelikan es krim itu saja sudah cukup bagi seorang Nando.
Di dalam mereka di sebuah toko elektronik dekat tempat tinggalnya. Caranya hanya sekitar 5 menit berjalan kaki.
"Mbak memang kita mau kesini ngapain?" Katanya Nando keheranan melihat kakaknya berhenti di depan toko elektronik.
"Kita mau beli sate." Tentu saja jawabannya nyeleneh Gea membuat Nando semakin penasaran.
"Sejak kapan di toko elektronik ada yang jualan sate?" Nando tidak habis pikir dalam benaknya pun juga demikian apakah sekarang di toko elektronik juga merangkap sebagai seorang penjual sate.
Tidak mau menjawab keheranan Nando dia pun langsung menghadang tangan adiknya masuk ke toko tersebut. Baru beberapa langkah memasuki toko sudah ada pramuniaga yang siap melayani mereka.
"Selamat datang di toko kami apakah ada yang bisa saya bantu?" sapanya dengan ramah hingga membuat pengunjung merasa betah.
"Mbak saya mau mencari mesin cuci." Nando menoleh kepada Gea.
"Mesin cuci buat apa Mbak?"
"Buat bikin sate," jawab Gea jangan santai. Nando masih saja plonga-plongo bingung dengan mulut Gea yang suka menjawab apa adanya. Pramuniaga toko itu juga sampai ikut tertawa karena mendengar Gea dan ekspresi wajah Nando.
"Silakan dipilih,"kata pramuniaga tersebut mempersilahkan Gea untuk memilih mesin mana yang dia inginkan.
Seperti kebanyakan orang lainnya pertama kali yang diliri oleh dia selain kualitas adalah harga karena dia hanya membawa uang terbatas jadi tidak mungkin akan memilih harga di atas Rp.7.000.000.
__ADS_1
Gea sempat bingung untuk memilihkan mesin cuci yang mana yang cocok untuk ibunya. Namun setelah hampir 1 jam dia mengelilingi toko itu barulah ada satu yang cocok dan dia langsung membayarnya di kasir. Gea langsung menuliskan alamatnya dan syarat barang itu harus dikirim setelah dia sampai rumah.