
Suasana di rumah Tuan Zidane.
Dari tadi Nyonya Ami masih bersantai di teras karena menunggu anak sulungnya akan segera pulang tetapi ketika ia menelpon Tuan Zidane dan mengatakan jika dia masih sibuk dengan pekerjaannya maka Nyonya Ami segera masuk ke ruang makan untuk segera memulai makan malam setelah keluarga Grace datang ke rumahnya.
"Ma, menurutmu itu memangnya pantas Zidane kita nikahkan dengan Grace?" Tuan Arya, ayah Tuan Zidane pun menilai jika nyonya Ami terlalu terburu-buru untuk menikahkan Tuan Zidane.
"Papa ini mbok ya jangan terlalu kolot begitu, sudah jelas jika Grace itu berasal dari keluarga berada dan tentu saja tidak akan merusak keturunan kita daripada asal Papa tahu kemarin Zidane itu dekat dengan pelayan di rumah ini untung secara cepat lama sudah mendepaknya keluar." Nyonya Ami masih ingat betul bagaimana Zidane berpacaran dengan Gea saat itu. Apalagi melihat mereka saling berpelukan di dapur ingin rasanya nyonya Ami langsung melabrak tetapi karena di sana ada Tuan Zidane maka Nyonya Ami tidak berani untuk berbuat lebih kepada Gea selain mengusirnya dari rumah ini secara diam-diam. Walaupun nyonya Ami adalah orang yang telah merawat tuan Zidan dari kecil tetapi jika sampai nyonya Ami berbuat yang tidak-tidak maka dia tidak akan memiliki apapun termasuk rumah ini dan jika Tuan Zidane mengusirnya dari sini, maka dia dan suami hanya akan menjadi seorang gelandangan di jalan. Karena almarhum kakek Zidane telah mewariskan semua hartanya untuk cucunya dan tidak menyisakan untuk kedua orang tua Zidane termasuk papanya sendiri.
Jadi sekarang usaha yang sedang ditekuni oleh Tuan Arya adalah usaha murni. Iya memang Tuan Arya terkenal dengan bisnisnya yang hebat selama dia mengelola perusahaan ayahnya semuanya maju dan saat ayahnya menyerahkan semua tamu harta kepada Tuan Zidane, Tuan Arya pun tidak merasa disingkirkan karena baginya Tuan Zidane juga merupakan dirinya di masa muda.
Hanya saja terkadang Nyonya Ami yang tidak terima karena dia tidak mendapatkan bagian apapun padahal sudah mengurusi sidang sejak lahir sampai besar seperti sekarang ini.
"Pah, anakmu itu terlalu bebal untuk diberitahu masalah seperti ini dia hanya ingin maunya sendiri seperti bapak kamu." Nyonya Ami menatap sinis ke arah Tuan Arya.
Dengan santainya Tuan Arya menyesap kopi hitam kesukaan yang telah tersedia di meja makan. Ini sudah menjadi rutinitasnya jika setiap hendak makan pagi ataupun makan malam dia selalu meminta kopi terlebih dahulu kepada pelayan barulah kemudian memakan makanan berat. Mungkin ini terkesan sangat tidak sehat tetapi Tuan Arya telah menjalani kehidupan yang seperti ini sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu dan dia merasa jika dirinya masih baik-baik saja.
__ADS_1
"Pa, kalau ada wanita ngomong itu kenapa nggak kamu dengarkan?" Tuan Arya segera meletakkan cangkirnya kemudian menatap nyonya Ami dengan seksama. Mata mereka saling bersirobok untuk beberapa saat.
"Aku tuh sebenarnya juga mendengarkan mah hanya saja Mama ini yang terlalu masa anak jaman sekarang mah dijodohkan ya mana mau." Tuan Arya menggelengkan kepalanya sebenarnya dia juga tidak setuju jika Nyonya Ami main menjodohkan Zidane dengan Grace.
"Kali ini Mama mohon Papa percaya dengan Mama, tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya itu menjadi lebih menderita dari kita." Nyonya Ami berkata dengan begitu tajam.
*
Sudah sejak pukul 05.00 tadi gratis telah berdandan ala princess dan seolah dia sedang menghadiri sebuah acara yang begitu mewah dengan mengenakan dress selutut warna biru dan aksen payet yang kelap-kelip sehingga membuat suasananya menjadi heboh.
Grace tampak cuek dengan Vina. Dia seolah tidak menganggap jika di situ ada orang maka ia langsung mencueki Vina yang tengah berbicara kepadanya. Ya, sebenarnya Grace dan Vina adalah masih bersaudara sepupu tetapi terkadang karena sifat mereka yang bertolak belakang tidak menjadi serta merta mereka ini jarang akur satu sama lain bahkan jika bertemu ada saja masalah yang kerap timbul di antara mereka berdua.
"Biarin aja ini kan terus gue elo ngapain ikut-ikutan," kata Grace menatap malas kepada Vina.
"Ya udah deh kalau emang lu nggak nurut apa kata gue terserah nanti kalau jadi badut di acara itu." Seketika itu Vina langsung menggeloyor pergi dari hadapan Grace karena muak dengan sikapnya.
__ADS_1
Grace dan Vina memang tinggal bersama karena orang tua Vina sedang berangkat ke luar negeri 2 hari yang lalu jadi terpaksa Vina harus berada di rumah Grace untuk waktu sekitar 2 minggu. Sebenarnya jika tidak dipaksa oleh mamanya Vina memilih untuk di rumahnya sendiri tetapi karena di sana mereka tidak memiliki pembantu maka dia takut jika Vina kesepian dan langsung menitipkan di rumah Grace. Bukan rahasia umum lagi jika Grace dan Vina tidak bisa akur satu sama lain mereka bagaikan Tom and Jerry di dunia nyata.
Untuk malam ini Vina ikut berangkat ke kediaman Tuan Zidane tetapi dia tidak tahu bahwa acara makan malam diadakan di sana. Dengan mengendarai mobil keluarga Vina serta Grace dan kedua orang tuanya bertolak ke rumah Tuan Zidan.
Sesampainya di halaman, jika ini adalah rumah majikan Gea. Seketika itu dia langsung teringat jika majikan kia adalah tongsis dan itu artinya Tuan Zidane akan dijodohkan dengan Grace?
Saliva Vina langsung mengering ketika dia menemukan jawaban jika malam ini Grace akan dijodohkan dengan Tuan Zidan. Dia tidak habis pikir kenapa om dan tantenya begitu tega menjodohkan Grace dengan seorang yang seperti Zidane. Vina sangat yakin 1000% jika tuan Sidan pasti akan menolak Grace untuk menjadi istrinya. Secara pribadi pun dia juga memilih Gea yang mendampingi Tuan Zidane dan daripada Grace.
Akhirnya mobil yang dikendarai oleh mereka berempat telah sampai di ruang parkir rumah Tuan Zidan. Begitu sampai di teras nyonya Ami langsung menyambut kedatangan mereka dan bersikap sok akrab termasuk dengan Vina.
"Halo, kalian hari ini cantik sekali." Nyonya Ami sengaja memuji agar Grace merasa senang padahal dalam hati ia sedang memuji Vina yang memiliki paras kelewat cantik.
Begitu asyik berbincang-bincang, nyonya Amel langsung memerintahkan para tamunya untuk duduk di meja makan dan memulai makan malam hari ini. Sejak tadi Grace terus selingkuhan ke sana kemari untuk melihat dimanakah Tuan Zidane berada.
"Eh lu kok kayak jerapah gitu emang cari apa?" Sindir Vina sengaja menendang kaki Grace dengan high heelsnya.
__ADS_1
"Gue belum ketemu calon suami gue." Setelah itu Vina langsung memanyunkan bibirnya pertanda dia tidak percaya dengan ucapan Grace yang terkesan seperti seolah-olah Tuan Zidane yang mencari dirinya.