Lepaskan Aku, Tuan Muda!

Lepaskan Aku, Tuan Muda!
Kekuatan cinta


__ADS_3

Nyonya Aminl menelpon Tuan Zidan untuk segera pulang karena mereka akan makan malam bersama. Papa Tuan Zidan ternyata baru pulang dari luar negeri. Beliau ingin istirahat sejenak dari pekerjaannya dan pulang untuk melihat keluarganya yang berada di negeri ini.


"Zidane, kamu nanti kalau bisa pulang cepat ya?" Sebenarnya sepanjang hari ini Tuan Zidane sangat malas untuk bertemu dengan mamanya tetapi karena permintaan orang tua maka Tuan Zidane tidak bisa menolak.


"Oke, Ma," jawab Tuan Zidan langsung menutup teleponnya karena dia memang sangat malas untuk sekedar berbicara dengan mamanya saja. Andai saja dia tidak tahu jika mamanya yang telah berada di balik semua ini pasti Tuan Zidane tidak akan semarah ini tetapi tadi sang pemilik kontrakan telah berkata dengan jujur bahwa Nyonya Ami lah yang menyuruh orang-orang untuk mengusir Gea.


Begitu Tuan Zidane menutup teleponnya dia langsung meletakkan benda canggih berteknologi tinggi itu di meja dan sesekali menengok kembali masih berharap jika Gea akan menghubungi dirinya. Namun semua itu tampaknya hanyalah sia-sia saja. Gea tidak pernah sekalipun berusaha untuk menghubungi Tuan Zidane.


Pikiran Tuan Zidane selama di kantor malah terfokus ke Gea, apalagi belum menerima laporan dari Re, hatinya semakin cemas. hal yang dicemaskan adalah jika mamanya terpaksa nekad, maka Tuan Zidane tidak akan memaafkan perbuatan orang itu mesti itu adalah mamanya orang yang telah mengandung dia selama 9 bulan 10 hari kemudian melahirkan dan merawatnya hingga sampai sekarang tetapi apabila memang mamanya berbuat salah maka Tuan Zidane pun siap untuk menghukumnya.


"Astaga, Gea, kamu sebenarnya malah ke mana?" Tuan Zidane meraup mukanya dengan kasar bahkan ia menjadi seorang lelaki yang tidak berguna karena tidak tahu dan tidak mampu mencari kemanakah gaya berada saat ini.


Kring….


Tuan Zidane langsung melihat siapakah si penelpon yang mengganggu jam kerjanya sekarang.


"Halo Rey gimana kabarnya?" Tuhan sudah langsung mengangkat tanpa mengucapkan salam ia langsung to the point mengatakan apa yang ia tunggu saat ini.


"Halo Zidane, aku dalam keadaan baik-baik saja apakah kamu merindukanku?" Di seberang sana terdengar Rey sedang cengengesan.

__ADS_1


"Merindukan matamu, aku bertanya beneran apa kamu sudah bisa melacak di mana lokasinya Gea saat ini?"


"Kalau aku sekarang memberitahukan apa balasannya untukmu?" Sengaja Rey ingin mengulur waktu agar Tuan Zidane semakin emosi karena dia lebih senang melihat Tuan Zidane emosi daripada terus-menerus cemberut bahkan cemas hanya karena wanita. Selain itu Rey juga ingin mah ngetes kesetiaan Tuan Zidane sampai di manakah rasa untuk Gea.


"Rey, lu jangan banyak bacot deh gua udah nggak sabar di mana sekarang Gea berada?" Benar saja Tuan Zidane mulai tersulut emosinya, dia bahkan berkata dengan ada yang tinggi kepada Rey.


"Yes gua udah dapat di mana lokasinya cewek yang lu cintai itu dan kalau pengen detail kalau bisa datang nanti ke rumah gue."


"Oke gue datang ke rumah lu setelah kerjaan gue selesai paling setengah jam lagi." Akibat mencari keberadaan Gea Tuan Zidane pun mengabaikan makan malam yang akan diadakan oleh keluarga besarnya. Di samping itu dia sebenarnya juga tidak tahu bahwa di malam ini ada keluarga Grace yang berkunjung untuk perkenalan dan sekaligus mengadakan acara perjodohan di antara keduanya yaitu antara Tuan Zidan dan juga Grace.


Tepat pukul 05.30 sore Tuan Zidane langsung mengemasi seluruh pekerjaannya baik yang sudah selesai maupun belum dia susun dengan rapi di atas meja agar besok tidak kerepotan sendiri tanpa harus melibatkan sang sekretaris meski sekretarisnya itu dengan cakap membersihkan semua bekas kerjaan Tuan Muda Zidane.


Tuan Zidane hanya menanggapi dengan senyuman sekilas yang terulas di bibirnya. Fokusnya saat ini adalah ingin segera sampai ke rumah Rey dan mengetahui di mana keberadaan Gea saat ini itu paling penting.


Tiba-tiba saja ponselnya kembali berdering.


"Halo, Ma."


"Zidan kamu ini sudah sampai mana?"

__ADS_1


"Aku masih di kantor, Mah tadi kerjaannya banyak banget dan sekarang belum selesai." Begitulah Tuan Zidane beralasan agar dapat menghindari makan malam keluarga. Dia memang dulu paling disiplin untuk makan malam bersama keluarga tetapi saat ini sedang berkonflik dengan mamanya bertemu di ruang makan rasanya akan menjadikan makanan yang tersaji itu hambar.


"Ya ampun Zidane, bukankah Mama tadi sudah bilang jika kamu harus banget di awal karena ada keluarga Grace yang akan datang ke sini." Tuan siten hanya menaikkan alisnya tetapi dia tidak sebenarnya juga tidak mau makan malam bersama dengan keluarga Grace karena sudah pasti ujung-ujungnya mereka akan membicarakan tentang perjodohan itu dan lebih baik itu Tuan Zidane menghindar dari semuanya ini.


"Tapi ini untuk persiapan besok, Ma. Mama tidak mau kan jika perusahaan harus bangkrut karena menolak investor yang satu ini," kilah Tuan Zidane berpura-pura sedih karena bagaimanapun juga masalah uang mamanya pasti akan bertoleransi.


Terdengar seperti ******* putus asa dari balik telepon. Namun Nyonya Ami berusaha untuk tetap tenang karena menaklukkan Tuan Zidane memang sangat tidak mudah.


"Sebenarnya memang Mama khawatir jika investornya akan menolak tetapi disisi lain kamu juga harus memikirkan dirimu sendiri jangan hanya perusahaan saja yang kamu pikirkan." Nyonya Ami berbicara dengan nada seakan dia setuju dengan pernyataan Zidane tetapi mengarahkan Tuan Zidane keperluan pribadinya terlebih dahulu.


"Aku juga memikirkan diriku sendiri, Ma, contohnya aku tidak telat makan, aku selalu berolahraga dan juga aku terkadang menonton film untuk hiburan." Tuan Zidane setelah berkata seperti itu langsung mematikan ponselnya. Nanti bila sampai di rumah dia ditanya kenapa ponselnya mati tentu akan menjawab bila baterainya habis karena itu adalah alasan yang paling aman.


Segeralah Tuan Zidane masuk ke mobil kemudian menjalankan mobilnya ke arah di mana rumah Rey berada. Beberapa kali ia terjebak macet karena memang berbarengan dengan jam pulang kantor jadi harus terbiasa dengan macet di jalanan.


Jarak tempuh yang seharusnya memakan waktu sekitar 30 menit sekarang harus ditempuh dengan jarak kurang lebih 1 jam Tuan Zidan baru sampai di rumah Re.


Ketika itu langit yang tadinya masih terang benderang gini perlahan-lahan gelap menyelimuti bumi. Suasana terang karena matahari kini berubah menjadi terang karena bantuan lampu.


Setibanya di rumah Rey ternyata sang pemilik sudah standby di depan untuk menanti kedatangan Zidane. Sebenarnya Rey juga tidak menyangka jika tuan Zidan akan seantusias ini terhadap makhluk yang bernama wanita biasanya dia akan cuek bahkan tidak begitu peduli.

__ADS_1


__ADS_2