
~Ruangan Ryuzen
Kenzo masuk ke ruangan Ryuzen untuk melaporkan sesuatu hal yang ia ingin sampaikan. Ryuzen yang fokus dengan laptopnya pun tetap mendengarkan laporan dari Kenzo.
"Tuan muda, ternyata selama ini Tina sepupu Nona Sara menghidupi dirinya dengan menjadi salah satu simpanan Lizo Xiao, dan dari info yang aku dapat dua minggu terakhir ini Lizo akan melakukan transaksi obat-obatan ilegal di kota ini," terang Kenzo.
"Bagus! Apa Biyan Dao juga terlibat akan hal itu?" tanya Ryuzen.
"Sejauh yang aku tahu, Lizo melakukan transaksi seperti ini tidak berkaitan dengan Biyan Dao."
"Aku tidak percaya jika pamanku tidak terlibat, Biyan Dao itu licik. Lizo bodoh itu saja yang tidak menyadari jika diperalat oleh pamanku yang b*jingan itu," ujar Ryuzen yang kini sudah tidak sibuk lagi dengan laptopnya.
Ryuzen meletakan kedua tangannya yang saling menggenggam jari-jari tangannya ke atas meja, dan menatap tajam.
"20% saham Emerald adalah masih milik Biyan, dan aku memegang 70% persennya, dan 10% lain dipegang oleh Kak Miya dan Rony masing-masing 5 %. Aku harus memiliki setidaknya 90% saham Emerald jika tidak, Biyan Dao bisa saja menghancurkan Emerald, meski hanya dengan 20% saham yang ia miliki, karena pria tua itu sangat licik!" ujar Ryuzen terlihat sangat serius.
~~
~Di acara lelang tahunan
"Gina, aku tidak tahu kau suka acara begini?" tanya Sara yang datang ke acara lelang tahunan karena diminta oleh Gina menemaninya.
"Aku hanya suka saja, hehehe...," jawab Gina tertawa kecil.
Sara menggeleng-gelengkan kepala atas jawaban Gina. Dirinya dan Gina pun kemudian berkeliling sebelum acara lelang benar-benar dimulai. Ketika hendak berkeliling, Sara dan Gina tidak sengaja berpapasan dengan Jesper di acara tersebut.
"Jesper?" ujar Sara.
"Hei kalian disini juga?" balas Jesper melihat Sara dan Gina.
"Sejujurnya aku hanya menemani Gina sih," terang Sara.
__ADS_1
"Kau sendiri, apa kau sering ke acara seperti ini?" tanya Gina pada Jesper.
"Oh... tidak juga. Kebetulan aku tertarik dengan lukisan berusia 50 tahun yang akan dilelang di sini, maka dari itu aku datang kemari," ungkap Jesper.
"Kalau begitu..., karena kebetulan kita bertemu disini, kenapa kita tidak berkeliling bersama saja," kata Sara memeberi usul untuk bersama-sama berkeliling.
"Ide yang bagus," terang Gina menatap Jesper dan Sara secara bergantian.
"Tentu saja," sahut Jesper.
Akhirnya mereka bertiga pun berkeliling melihat-lihat barang-barang yang akan di lelang sambil menunggu acara lelang benar-benar dimulai. Tapi saat sedang asyik berkeliling, Sara dan Jesper malah harus terpisah dari Gina yang tiba-tiba tidak ada di dekat mereka.
"Dimana Gina? Kenapa malah dia yang tiba-tiba mencar begini!" mata Sara celingak-celingkuk mencari dimana Gina tengah berada.
"Biar aku coba hubungi ponselnya."
Jesper pun mencoba menghubungi Gina namun malah tidak diangkat.
"Tidak diangkat ya?"
"Emm, bagaimana kalau sambil mencari Gina kita berkeliling saja, siapa tahu nanti berpapasan," usul Jesper.
"Iya sih, kau benar! Barang kali nanti bertemu," balas Sara.
Sara dan Jesper akhirnya berkeliling berdua sambil mencari Gina. Namun apa daya, saat mereka berkeliling bukannya bertemu Gina malah berpapasan dengan pria berwajah dingin yang sudah sangat familiar bagi Sara.
"Selalu saja bertemu pria ini dimanapun dan kapanpun!" batin Sara berujar.
"Tuan Han...?" sapa Jesper saat berpapasan dengan Ryuzen, yang sedang berjalan beriringan dengan seorang wanita.
Sara tiba-tiba menjadi kikuk mendegar nama itu disebut oleh Jesper, Sara memilih memalingkan wajahnya mencoba menghindari terjadinya kontak mata dengan Ryuzen yang berdiri di hadapannya saat ini. Namun tetap saja Sara masih bisa melihat Ryuzen dan wanita yang ada disebelahnya lewat ekor matanya.
__ADS_1
"Baru kemarin digosipkan dengan aktris, sekarang sudah ganti lagi. Lady killer tetap saja akan jadi lady killer, huf**..!" ucap Sara di pikirannya, melihat wanita bergaya elegan, yang tengah berdiri beriringan disebelah Ryuzen.
"Pengacara Lin disini juga?" tanya Ryuzen dengan ekspresi datar.
"Ya aku disini, menemani teman baikku untuk melihat-lihat barang yang akan di lelang," jawab Jesper.
"Anda membawa pacar baru anda Tuan muda Han?" celetuk Jesper sengaja.
"Ini Yeslin," Ryuzen memperkenalkan wanita disebelahnya.
"Sepertinya, pertemuanku dengan Tuan Lin membuat seseorang tidak senang ya?" ucap Ryuzen melihat Sara yang terlihat tidak suka berada di situasi saat ini. Sara pun tahu betul ucapan yang dilontarkan oleh Ryuzen barusan, adalah untuk menyindirnya. Sara pun berpura-pura menyapa Ryuzen dan partner wanitanya saat itu.
"Selamat malam, Tuan Han dan ... pacarnya Tuan Han, Nona Yeslin. Aku Sara Chen," ucap Sara formal dengan senyumnya yang dibuat-buat.
"Bicara begitu di hadapanku, sepertinya kau itu sedang cari mati ya Sara?" tatap Ryuzen pada Sara dengan tatapan tidak senang.
"Eh, dia kenapa menatapku begitu, memang aku salah bicara ya?" batin Sara yang tidak berani membalas langsung tatapan Ryuzen itu.
Ryuzen tersenyum licik, "Karena kita sudah bertemu di sini, bagaimana jika kita berkeliling bersama-sama sampai pelelangannya dibuka," ucap Ryuzen memberi usul.
"Eh, dia bilang apa?" Sara kaget mendengar perkataan Ryuzen barusan.
"Tentu saja aku mau, suatu kehormatan bisa berkeliling bersama CEO Emerald yang terkenal, tapi apa kau tidak sibuk melayani tamu-tamu penting disini Tuan Han?" tanya Jesper.
"Tentu saja tidak, itu pun jika pengacara Lin dan nona Sara tidak keberatan," tukas Ryuzen kembali melirik Sara dengan senyum palsu di wajahnya.
"Kalau aku... aku terserah Jesper saja," ucap Sara diikuti senyum canggung di wajahnya.
"Aku bersedia," sahut Jesper.
Setelah setuju berkeliling bersama, mereka berempat pun akhirnya berkeliling bersama sambil menunggu acara lelang benar-benar dimulai.
__ADS_1
Bersambung....
Like, comment, vote thank you ππ·