Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 66 : Resmi menikah


__ADS_3

Sara dan Ryuzen akhirnya tiba di kantor Pencatatan Sipil untuk mendaftarkan pernikahan mereka. Sara melangkah namun terlihat agak ragu dan gugup.


"Apakah ini benar-benar keputusan terbaik?" batin Sara.


"Kenapa? Berubah pikiran?" ujar Ryuzen pada Sara yang terlihat kembali ragu.


"Huh, memangnya kalau sudah begini, masih bisa mundur lagi?" balas Sara yang kemudian berjalan maju mendahului Ryuzen.


Mereka pun tiba di sektor pengurusan catatan pernikahan, Ryuzen dan Sara kini harus menandatangani surat tanda resmi menikah yang ada di hadapan mereka saat ini.


"Setelah aku tanda tangani ini, aku akan resmi jadi istri sah Ryuzen Han di mata hukum. Pernikahan impian yang aku bayangkan sejak kecil, nyatanya hancur dalam waktu semalam. Benar-benar menyedihkan! "


Dan pada akhirnya Ryuzen dan Sara sudah resmi sebagai pasangan suami istri, setelah mereka selesai menandatangani sertifikat bukti pernikahan barusan.


"Selamat ya Tuan, Nyonya, kalian sudah resmi jadi suami dan istri, ini sertifikat pernikahan kalian. Semoga diberkati Tuhan, aku doakan kalian bahagia sampai maut memisahkan, dan dikaruniai banyak anak." ujar paman petugas kantor pencatatan sipil tersebut dengan begitu ramah.


"Terimakasih," balas Ryuzen dengan fake smile ala Ryuzen Han.


"Istriku, kita di beri selamat, kau harus bilang terima kasih..." terang Ryuzen di depan petugas itu.


"Baru menikah tekanan hidup sudah terasa begini, bagaimana nanti kedepannya. Ayolah Sara, ini semua demi Arvin."


Sara pun pasrah dan akhirnya mengucapkan terima kasihnya pada petugas tersebut.


"Terima kasih atas ucapan dan doanya," ucap Sara tersenyum yang juga palsu. Bukan menyudahi Tuan petugas itu malah bercerita tentang dirinya dan istrinya dulu pada Sara dan Ryuzen.


"Aku senang melihat pasangan muda yang baru menikah, karena hal itu mengingatkanku dengan istriku 20 tahun yang lalu. Sekarang kami sudah tidak muda lagi, tapi kami masih saling mencintai. Aku harap kalian juga seperti itu."


"Astaga paman...! Kalau saja kau tahu alasan aku dan pria ini menikah, pasti kau tidak akan bisa bicara seperti itu," gerutu Sara dalam hati.


"Baiklah kami pergi dulu," ujar Ryuzen pada Petugas itu.


"Tuan muda Han!" panggil petugas yang mengenali Ryuzen, sebelum Ryuzen benar-benar pergi meninggalkan tempat itu. Ryuzen pun menoleh pada Petugas itu.


"Aku tidak menyangka rumor di media tentang dirimu dan wanita-wanita itu hanyalah isu belaka. Nyatanya yang kau nikahi bukan salah satu dari mereka melainkan, gadis cantik itu (Sara sudah berjalan pergi duluan)."

__ADS_1


"Tolong kau rahasiakan pernikahanku ini dari khalayak luas, terutama media. Kau mengerti?"


"Tentu saja Tuan, sebagai rasa terima kasihku karena nyonya Ivy Han yang sudah sangat dermawan membantu pengobatan istriku, aku berjanji tidak akan mengatakan apapun soal ini," jawab pria petugas itu.


"Baguslah! Lagi pula, kau juga pasti sudah tahu apa akibatnya jika berani melakukan hal itu," ucap Ryuzen, lalu melenggang pergi.


~Di dalam mobil menuju perjalanan pulang


"Kau baca baik-baik kontrak perjanjian itu, karena jika kau sudah menandatanganinya maka semua itu mutlak harus kau patuhi!"


"Iya Tuan muda...," gumam Sara.


Sara pun membaca poin demi poin, isi kertas perjanjian kontrak pernikahannya dengan Ryuzen tersebut.


"Lagi-lagi tanda tangan kontrak. Lama-lama aku terasa seperti orang penting, yang setiap saat harus memberikan tanda tangan persetujuannya. Menyebalkan!" keluh Sara di dalam hati.


"Ini, sudah ku tanda tangani dengan nama jelas, kalau tidak percaya kau lihat dan baca sendiri saja."


Sara menyodorkan kertas kontrak yang sudah iya tanda tangani kepada Ryuzen yang tengah menyetir.


"Eh, apa maksudmu?" Sara jadi bingung.


"Meminta seseorang yang tengah menyetir dengan kecepatan 80km/jam di jalan raya, hanya untuk membaca isi kontrak. Itu sama saja kau cari mati Sara...," ungkap Ryuzen tetap dengan ekspresi datarnya.


"Ya Tuhan, Sara...! Kenapa setiap kali berhadapan dengan orang ini, ada saja kebodohanmu yang muncul, pasti saat ini dia sedang menertawai kebodohanmu," ujar Sara di dalam hati menahan rasa malu. Menyadari apa yang dikatakan Ryuzen, Sara merasa malu, ia pun tidak jadi memberikan kertas itu pada Ryuzen dan malah meletakkan kembali di pangkuannya.


"Maaf," ucap Sara menyadari kesalahannya.


"Gadis bodoh!" gelak Ryuzen melirik ke arah Sara yang terlihat tengah tertunduk malu.


"Ryuzen memang hebat, selalu saja punya celah untuk menertawakan kebodohanku, walau secara tidak terang-terangan. Kalau seperti ini, tidak heran jika Arvin IQ-nya sangat tinggi dan juga cerdas, ternyata turunan dari pria ini," batin Sara melirik ke Arah Ryuzen yang tengah fokus menyetir. Ryuzen yang menyadari hal itu, malah berpura-pura tidak menyadarinya.


~Villa Constel


"Tuan muda Han, Nona Sara, kalian sudah kembali?" ucap Kenzo melihat Sara dan Ryuzen baru saja masuk.

__ADS_1


"Kenzo, mulai hari ini Sara dan Arvin akan tinggal disini," kata Ryuzen memberi tahu Kenzo


".... Apa maksud anda tuan, aku jadi bingung," ungkap Kenzo.


"Aku dan Sara baru saja resmi menikah, jadi mulai sekarang dia tinggal di villa ini," tandas Ryuzen dengan santai.


"Apa? Menikah?" ujar Kenzo tidak percaya.


Kenzo yang masih belum percaya pun jadi berkata-kata di dalam pikiranya,


"Bagaimana bisa? Setahuku Tuan Ryuzen bukan pria yang dengan mudah memutuskan menikah. Bahkan, nenek kesayangannya saja tidak bisa membujuknya segera menikah. Benar-benar tidak bisa dipercaya!"


"Kenzo!" panggil Ryuzen pada Kenzo yang malah melamun memikirkan soal pernikahan Ryuzen dan Sara.


"Iya Tuan, ada apa?" sahut Kenzo pada bosnya tersebut.


"Kau buatkan aku secangkir kopi!"


"Um, tapi tuan sejujurnya aku tidak terlalu bisa menyeduh kopi," jawab Kenzo yang memang tidak biasa membuat kopi.


"Kau mau kopi? Biar aku buatkan," sahut Sara tiba-tiba.


"Tidak! Kali ini aku minta Kenzo yang buatkan, dan aku mau kau pergi istirahat saja, lagi pula hari ini aku tahu kau sudah sangat lelah.


"Dan satu lagi, malam ini jika kau mau, kau bisa tidur di kamar Arvin," lanjut Ryuzen dengan ekspresi dingin di wajahnya.


"Baiklah kalau begitu, selamat malam," ucap Sara, yang kemudian pergi.


"Mau sampai kapan berdiri disana? Aku minta kau buatkan kopi. Kau ini benar-benar tidak mau naik gaji ya?" ujar Ryuzen pada Kenzo yang belum beranjak membuatkannya secangkir kopi.


"Baik Tuan, akan aku buatkan sekarang," kata Kenzo dengan sigap dan langsung pergi ke dapur untuk menyeduh kopi.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Vote, like and comment. Thank You ๐ŸŒท

__ADS_1


__ADS_2