Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 145


__ADS_3

Di sebuah lapangan golf pribadinya yang terletak di salah satu kawasan elit, tampak Biyan Dao sedang menikmati waktunya paginya bermain golf. Pria paruh baya itu terlihat begitu menikmati waktunya, meskipun dirinya adalah salah satu buronan polisi paling dicari saat ini.


"Hei tuan Dao, sedang menikmati hari-harimu yang kini berstatus sebagai buronan di negara ini?"


Biyan yang baru saja selesai memukul bola menoleh ke arah datangnya suara itu. "Oh.. ada tuan Orizel, ada apa? Butuh uang untuk bersenang - senang di luar?" Ujarnya pada Orizel yang baru saja tiba itu.


Orizel membuka kacamata hitamnya lalu menghampiri Biyan Dao, yang kini sudah duduk sambil menuang jus jeruk ke dalam gelasnya. "Apa kau mau ikut sarapan denganku Orizel?" Tanya Biyan Dao, yang kemudian meneguk habis segelas jus ditangannya itu. Orizel menghampiri Biyan dan duduk di sebelah meja yang menjadi penyekat antara kedua pria beda usia tersebut.


"Sayang sekali, aku baru saja selesai sarapan. Lagipula, kedatanganku kemari bukan untuk minta uang padamu tuan Biyan...!"


"Lalu, kau mau apa datang menemuiku kemari, kalau bukan untuk uang?"


Orizel tertawa mengejek, " Sepertinya... dimatamu aku ini mata duitan sekali ya?"


"Memang begitukan kenyataannya?" Ejek pria tua itu.


Dasar kau pria tua, kalau bukan karena mau memberiku uang banyak sudah tembak kepalanya!


"Hem... sebenarnya, maksud kedatanganku kemari hanya ingin tahu saja, kenapa kau masih ingin membalas dendam pada keponakan sialanmu itu? Bukankah dia sudah mempermalukanmu habis-habisan di sidang pada waktu itu, apa kau tidak kapok ?"


Biyan Dao menyeringai, "Justru karena itu, aku jadi semakin semangat untuk menghancurkannya. Lebih tepatnya menghancurkan orang-orang didekatnya...!"


Orizel mengerutkan keningnya, matanya memicing tanda belum paham ucapan Biyan. "Apa maksudmu menghancurkan orang-orang di dekatnya, bukankah... kau sudah melenyapkan Ivy Han?"


"Heh! Jadi kau belum paham ya...?" Biyan mengeluarkan selembar foto dan memberikannya pada Orizel.


"Siapa ini?" Tanya Orizel dengan sangat penasaran dengan orang di foto yang diberikannya tersebut.


Biyan tertawa garing. "Kau baru melihatnya? Bagaimana menurutmu wanita di foto itu?"


Orizel tersenyum penuh intrik, "Aku baru lihat wanita ini, dia sangat cantik! Siapa gadis ini?"


"Oh jadi kau benar-benar belum tahu wanita itu? Baiklah biar aku beritahu, Wanita di foto itu... dia adalah Sara Chen istrinya Ryuzen, dia adalah kelemahan terbesar Ryuzen," jelas Biyan.


"Kelemahan, maksudmu...kau ingin menghancurkan keponakanmu itu dengan menggunakan gadis di foto ini begitukah?"


"Tepat! Dan itu artinya kau harus membantuku. Itupun kalau kau bersedia."


"Soal itu kau tenang saja tuang Biyan, asal ada harga yang cocok maka semua akan beres pada waktunya! Lagipula... aku pun ingin melihat kehancuran keparat Ryuzen itu."


"Bagus kalau begitu!" Jawab Biyan singkat tampak puas.


"Oh iya tuan Dao! Foto istrinya Ryu yang cantik ini, boleh untuku?" Tanya Orizel yang dari mimik wajahnya sepertinya sedang memiliki suatu rencana licik.


"Ambil saja, aku sudah tidak butuh lagi foto itu!"


"Terima kasih!" Balas Orizel tersenyum penuh misteri.


~~


Ryu akhirnya tiba di tempat yang ia tuju. Sebuah daerah dekat perbukitan, yang letaknya cukup jauh dari hirup pikuk keramaian kota Montegi yang tampak sibuk setiap harinya. Dirinya terus berjalan menyusuri jalan setapak, hingga akhirnya ia tiba di sebuah hamparan bukit, yang ditumbuhi ilalang sejauh mata memandang.


Angin musim gugur berhembus kencang, menerbangkan sulur-sulur rambut sang tuan muda hingga tak jarang mengganggu matanya. Di sudut mata Ryu menjangkau padangan, tampak dari belakang seorang pria yang tingginya hampir sama dengan dirinya. Ia mengenakan mantel berwarna abu-abu, dengan satu tangannya dimasukan ke dalam salah satu saku mantelnya. Ryuzen pun berjalan mendekati pria yang belum juga menolehkan wajahnya tersebut.


"Akhirnya kau datang juga, yang terhormat Tuan muda Ryuzen Han!" Ucap pria itu, kemudian membalikan tubuhnya ke hadapan Ryuzen.


Tiba-tiba angin bertiup lebih kencang. Kedua pria itu saling berhadapan. Sorot mata dingin terpampang nyata di mata Ryuzen, kala berhadapan degan pria yang telah lama sekali tidak pernah ia lihat lagi. "Apa kabarmu Tuan RenHao?" Sapa Ryuzen dengan nada datar namun jelas terdengar tidak bersahabat.


"Menurutmu bagaimana kabarku?" Renji menatap Ryuzen, sorot matanya tajam berpadu dengan pembawaannya yang tetap tenang.


Ryuzen hanya tersenyum miring, "Menurutku kau baik secara fisik, iya kan?"


Renji tergelak dengan perkataan Ryuzen. "Kau tidak pernah berubah, selalu to the point seperti biasanya!"


"Aku memang tidak suka basa-basi terutama denganmu tuan Renji!"


"Oh begitu? Baiklah..." Renji tak ambil pusing.


"Ada apa mengajak bertemu disini? Mau membuat sebuah perberitahuan, tentang dirimu yang ingin membalaskan dendammu padakau sembilan tahun lalu?"


"Ternyata kau memang baj*ngan Ryuzen!" Balas Renji yang masih terlihat tenang.

__ADS_1


"Aku kan memang baj!ngan, kau juga sudah tau sejak dulu bukan!" Ryuzen seolah memancing emosi mantan rekannya itu. Tapi Renji masih terlihat tenang di depan Ryuzen yang sejak awal memang sudah sengaja, berbicara dengan nada provokasi demi memancing emosi Renji. Entah apa maksudnya... tapi sepertinya Renji tidak terpancing sama sekali.


Ryuzen kau ingin aku marah saat ini? Heh belum saatnya!


"Sekali lagi, kau benar-benar tidak berubah Ryu, lidahmu masih saja berbisa."


"Heh!" Ryu mengehela napasnya. "Kalau kau tidak mulai katakan apa maumu, maka biar aku saja yang bicara duluan."


"Bicaralah!" Pungkas Renji.


"Aku hanya ingin bilang padamu.... Berhenti, mencari tahu soal keluargaku! Mereka tidak ada hubungannya dengan masalahku denganmu." Kali ini Ryuzen terlihat lebih serius berkata dengan nada rendahnya.


Renji tertawa geli, "Kau bilang tidak ada hubungannya tuan Han? Wow... aku tidak tahu jika tuan Han senaif dan sepolos ini!" Renji perlahan berjalan mendekati Ryuzen, ia pun kini berdiri sejajar dengannya. Ditepuknya pundak Ryu yang kokoh itu. "Tuan Han, kau ingat misi kita sekitar sepuluh tahun yang lalu di kota Cardia?"


Cardia? Ryuzen melirik sinis Renji yang kini berada berdiri di sebelahnya, sambil terus bicara.


"Harusnya kau ingat Ryu, sepuluh tahun lalu saat kita menginap di sebuah penginapan kecil dekat pedesaan di Cardia. Kau ingat yang pernah aku ceritakan padamu soal gadis desa itu disana...."


**Flashback on**


Hari itu hujan lebat tiba-tiba turun. Ryu dan Renji yang baru saja tiba di kota Cardia untuk sebuah misi, dengan sangat terpaksa harus segera mencari penginapan terdekat, supaya mereka bisa mengeringkan tubuh mereka.


"Hei, lihat! Disana sepertinya ada penginapan milik warga. Kita kesana saja!" Ungkap Renji pada Ryuzen.


Tak ada pilihan, akhirnya mereka pun memutuskan untuk pergi ke sebuah penginapan sederhana itu.


~~


Setelah berganti pakaian, kedua pemuda tampan itu pergi ke kafe yang ada di penginapan, untuk sekedar mencari minuman dan makanan hangat, guna menghangatkan tubuh mereka yang tadi habis terguyur air hujan. Ryu dan Renji duduk di salah satu meja di kafe, mereka sudah memesan minuman hangat dan beberapa snack untuk mengisi perut di sore hari yang dingin ini. Seperti biasanya Ryuzen tempak datar-datar saja, cenderung menunjukan kebosanannya saat di tempat ini. Kebalikan dengan Ryu, Renji justru terlihat sangat sumringah saat ini.


"Hei, kenapa sepertinya sejak tiba di kota ini, kau terlihat senang sekali?" Tanya Ryu yang juga menyadari hal itu pada diri Renji.


Renji langsung tersenyum kecil sambil memandangi gelas minumannya. "Aku senang sekali berada di kota ini!"


"Huh?" Ryu mengangkat sebelah alisnya dengan mata yang memicing.


"Aku senang karena... jika aku di kota ini, besar kemungkinan aku bisa bertemu lagi dengannya...!"


"Benar sekali...!"


"Idiot!" Ryuzen mendengus dengan nada mengejek. "Ayolah...! Itu sudah lama sekali dan kau masih mengingatnya, apa kau yakin dia juga ingat padamu?"


"Kalaupun dia tak ingat, aku yang akan mengingatkannya," balas Renji dengan mudahnya.


Ryuzen benar-benar tak habis pikir dengan pria yang ada dihadapannya itu. Ia mengejar gadis yang sudah bertahun-tahu lalu tidak pernah ia lihat lagi. Apa dia itu gila atau terlanjur cinta mati?


"Sepertinya... kau itu terlalu banyak membaca buku kisah-kisah cinta klasik Ren! Hingga kau lupa, kalau masih banyak wanita cantik di luaran sana yang lebih rasional untuk kau kejar!" Ejek Ryu pada rekan kerjanya itu.


"Biarlah... hatiku ini sepertinya sudah disandera olehnya, jadi mau tidak mau aku tidak bisa kabur lagi. Dan aku yakin dirinya saat ini... pasti sudah tumbuh, menjelma menjadi sekuntum bunga yang cantik. Bunga yang menjadi incaran para lebah dan kumbang yang berlomba-lomba, untuk mencicipi manis nektar miliknya."


Heh mulai lagi berlagak jadi pujangga cinta! "Renji Haoran! Jujur, aku heran denganmu, kenapa kau bisa suka pada gadis dari desa kecil begini? Kau tau kan, gadis desa itu kebanyakan masih kuno dan membosankan, kalau aku jadi kau mungkin aku hanya akan menjadikan mereka teman tidur!" Ujar Ryu dengan entengnya.


Sekali lagi Renji hanya bisa tersenyum lalu berkata, "Kau seperti itu, mungkin karena kau lahir dari keluarga kelas atas yang biasa dengan hal-hal modern. Terlebih mantan pacarmu Erika juga wanita yang sangat modern kan, jadi tidak heran kau akan berpikir demikian. Tapi Ryu..., meski dia dari desa, aku berani jamin, jika kau lihat gadis yang aku maksud ini, pasti kau akan jadi salah satu kumbang yang mengejarnya. Pegang kata-kataku!"


"Oh ya? Secantik itukah wanita masa kecilmu Renji? Tapi kalaupun iya aku bertemu dengannya, kau jangan sakit hati ya jika aku berhasil megambil hatinya," seloroh Ryuzen.


"Kau yakin bisa mengambil hatinya?" Dengan nada meremehkan.


"Aku Ryuzen Han, kalau aku tidak bisa mendapatkannya, maka akan aku tawan saja gadis itu seumur hidup, sampai akhirnya dia menyerahkan seluruh miliknya untukku!"


"Ah kau memang lady killer Tuan! Tapi kalau sampai kau mengambilnya, jangan salahkan aku jika aku jadi musuhmu tiba-tiba," pungkas Renji diikuti tawanya yang bernada bercanda. Gadisku pasti sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, senyumu pasti akan tetap sama bukan?


"Oh iya, kau dari tadi cerita gadis itu, memangnya kau tau namanya?"


"Tentu saja! Namanya... Saー"


"Ah iya halo!" Ryuzen seketika pergi dari hadapan Renji, untuk mengangkat panggilan teleponnya yang berdering tiba-tiba.


"Baru ingin ku beritahu, tapi dia sudah pergi saja. Mungkin kau memang tidak dijodohkan untuk bisa bertemu dengan gadisku Ryuzen!" Canda Renji.


__ADS_1


Renji pun hanya bisa menunggu Ryu dengan santai. Dan saat tengah menunggu rekannya itu, tiba-tiba Renji mendengar beberapa pelayan hotel tengah berembuk.



"Sara Chen! Bajumu kenapa basah begini!" Ujar seorang pelayan wanita. Mendengar nama Sara Chen Renji langsung terbelalak, ia pun langsung segera menolehkan pandanganya memastikan siapa Sara Chen yang dimaksud oleh para sekumpulan pelayan muda itu. Mata Renji pun tak ayal langsung saja tertuju pada gadis muda berambut panjang, yang kini berdiri diantara pelayan lain. Rambutnya yang indah menjuntai, kulitnya yang bersih dan tampak halus, serta parasnya yang begitu menawan, membuat Renji langsung menyadari jika dialah... dialah gadis masa kecilnya. Mata Renji berbinar seketika, segera dirinya mendekati sekumpulan pelayan itu.



~~



"Maaf ada apa?" Tanya Renji yang sebenarnya hanya basa basi



"Tidak ada apa-apa tuan, hanya saja... ini pelayan baru disini dia agak ceroboh," ujar salah seorang pelayan lain menunjuk Sara yang pakaiannya basah karena terkena tumpahan minuman.



"Oh... basah ya, lebih baik cepat kau ganti pakaianmu, kalau tidak kau nanti bisa masuk angin karenanya." Suara Renji begitu lembut berkata hal tersebut.



Sara terlihat paling muda dan tentu yang tercantik diantara pelayan lain, tidak heran jika cukup banyak pasti yang cemburu pada fisiknya. Sara menunduk malu karena ceroboh, maklum saja usianya mungkin baru lima belas tahun saat ini, jadi masih sering salah.



"Nona... siapa namamu?" Renji mulai mendekatinya.



"A- aku... aku pergi dulu ganti pakaian! Maaf ya tuan," Sara pun pergi untuk berganti pakaian tanpa melihatnya lebih dulu.



Karena tidak jadi bertemu dan reuni, akhirnya Renji kembali duduk ke tempatnya tadi dirinya duduk. Ia menghela napasnya, sambil memijat pelipisnya. "Padahal sudah bertemu lagi, tapi sayang dia tidak melihatku..., tapi sungguh Sara! Kau benar-benar tumbuh menjadi gadis yang memesona sekarang."


"Hei!" Ujar Ryuzen yang baru saja kembali dari menerima panggilan.


Renji yang awalnya menunduk langsung mendongak. "Oh kau sudah kembali?" Balas Renji yang matanya langsung tertuju pada pakaian Ryuzen yang basah. "Kenapa pakaianmu basah begitu Ryuzen?"


"Oh ini!" Ryu menarik bagian bajunya yang basah terkena noda minuman."Tadi saat aku berjalan keluar, tiba-tiba ada pelayan kecil yang masih amatiran menabrakku! Hotel ini pelayannya sangat buruk!"


"Jadi kau tersiram minuman oleh seorang pelayan wanita?" Renji terlihat kaget mendengarnya.


"Ya! Dan memangnya kenapa kau terlihat antusias begitu?"


"Ahaha... tidak apa-apa, hanya bersyukur saja pelayan itu tidak kau beri pelajaran."


"Aku tidak ada waktu berurusan dengan pekerja kecil macam dirinya! Yang wajahnya saja aku tak ingat!"


Jadi Ryu belum sempat melihat Sara? Ah syukurlah... aku tidak mau gadisku terlibat masalah dengan pria seperti Ryu.


"Hei whats kau malah begong! Kita harus segera pergi dari sini!" Ujar Ryu yang langsung berjalan pergi diikuti oleh Renji yang terlihat masih berharap bisa melihat Sara kembali.


Sara.. aku senang melihatmu baik-baik saja. Suatu hari nanti saat kau benar-benar sudah tumbuh dewasa, aku akan kembali menemui, jadi tunggu aku Sara...!


*** Flashback off ***


Ryuzen benar-benar terkesima mendengarnya, ia menolehkan wajahnya ke arah Renji dengan tatapan tidak menyangka, "Jadi... gadis yang kau maksud itu..."


"Ya, dia adalah Sara Chen, istrimu... yang seharusnya bersamaku bukan bersamamu!"


🌹🌹🌹


Hai may beloved readers i'm sorry baru up lagi, semoga kalian gak bosan ya... tenang aja aku bakal tamatin dengan sebaik yang aku bisa. So keep reading fellas 😊


Eits jangan lupa untuk juga follow my IG yaa... @chrysalisha98.


Haply Reading fellas....

__ADS_1


__ADS_2