
Sara yang tadi kehujanan, dibawa ke rumah milik Jesper yang berada di salah satu distrik di kota Montegi. Setelah mengeringkan tubuhnya dan berganti pakaian, Jesper membuatkan teh herbal hangat untuk Sara.
"Ini kau minum dulu," ucap Jesper sambil menyodorkan secangkir teh herbal untuk Sara minum. "Terima kasih Jes," balas Sara dengan ekspresi datar dan tubuhnya yang kini sudah tidak kedinginan lagi akibat hujan.
"Untung saja, sepupu perempuanku pernah menginap disini, jadi ada pakaian yang bisa kau pakai." ucap Jesper tiba-tiba.
"Jesper, maaf aku merepotkanmu, kau tenang saja setelah tehnya habis aku pasti akan pulang," kata Sara yang kini matanya sembab karena menangis.
"Umm, Sara..., sebenarnya ada apa? Kenapa kau menangis? Ada apa Sara, ceritakan padaku!"
Jesper menanyakan apa yang terjadi pada Sara, namun kali ini Sara bingung, bagaimana mungkin ia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi padanya saat ini.
"Jes, boleh ku pinjam bahumu sebentar... saja," pinta Sara.
"Tentu saja," balas Jesper yang dengan senang hati meminjamkan bahunya untuk Sara bersandar.
"Bahkan yang lebih dari itu pun, pasti akan ku berikan untukmu Sara" batin Jesper yang kini pundaknya disandari kepala Sara.
__ADS_1
~Villa Constel
Ryuzen terus menunggu Sara, namun Sara tidak juga kunjung kembali. Ryuzen yang tempramennya cukup buruk tidak bisa menahan lagi emosinya. Bagi Ryuzen kali ini ia hanya bisa melampiaskannya, dengan minum-minuman miliknya hingga berbotol-botol.
"Sara..., jika kau tidak kembali kemari, akan kubuat selamanya kau tidak pernah bisa pergi dariku, sampai kapan pun!" ujar Ryuzen yang kini tengah kalut.
~~
Jesper sampai mengantar Sara pulang ke rumahnya yang sudah cukup lama ia tinggal, sejak dirinya tinggal bersama Ryuzen.
"Terimakasih banyak Jes, maaf jika sejak dulu aku sering merepotkanmu," ungkap Sara.
"Sara, aku tidak apa jika kau tidak mau menceritakan masalahmu saat ini, tapi satu hal yang aku ingin kau tahu jika... aku akan selalu ada untukmu Sara, jadi kumohon jangan anggap aku orang lain, kau bisa ceritakan semua padaku." terang Jesper.
Sara menundukan wajahnya, saat ini dirinya tidak tahu harus bagaimana. Di sisi lain, dirinya merasa Jesper orang yang mungkin bisa menenangkannya saat ini.
"Jes.., dia..."
__ADS_1
"Dia, siapa?" tanya Jesper yang tidak paham ucapan Sara,
"Pria itu..., pria yang membuatku memiliki Arvin, aku sudah menemukannya," ungkap Sara akhirnya mau bercerita pada Jesper.
Jesper kaget mendengarnya ia pun spontan menanyakan siapa pria itu, namun Sara masih urung mengatakannya.
"Tidak masalah jika kau belum mau memberitahuku, setidaknya kau sudah mau jujur padaku," ungkap Jesper tersenyum. Mendengar jawaban Jesper, kini Sara merasa sedikit lebih tenang.
"Sekarang kau masuk, dan istirahatlah. Ingat, jika kau butuh apapun jangan pernah sungkan untuk minta padaku," imbuh Jesper
"Sekali lagi, terima kasih banyak Jesper. Kalau begitu, aku masuk dulu, kau hati-hati di jalan pulang," ucap Sara yang kemudian meninggalkan Jesper dan menuju kediamannya.
"Meskipun aku tahu, saat ini posisiku di hatimu tidak lagi sama seperti dulu. Namun aku akan tetap selalu ada untukmu Sara, dan aku tidak akan menyerah, selagi hatimu belum mutlak dimiliki orang lain."
Dan Jesper pun melenggang pergi.
πΉπΉ
__ADS_1
Jangan lupa like, comment dan kasih votenya dong fellas.... Luv You ππ·