Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 27 : Makan Paprika


__ADS_3

Arvin dan Rony kini tengah siap menyantap makan malam mereka. Semerbak aroma makanan yang masih hangat berhasil membuat Rony jadi semakin lapar.


"Ternyata selain pandai merangkai bunga, kau juga pandai memasak ya?" kata Rony memuji hasil masakan Sara yang kini tersaji di atas meja.


"Tidak juga, lagi pula ini hanya masakan rumahan biasa, bukan masakan restoran seperti yang sering kau makan," tandas Sara yang yang kini ikut duduk bergabung dengan Rony dan Arvin.


"Masakan mami memang yang paling enak!" sahut Arvin yang sudah siap akan memasukan makanan ke mulutnya.


"Kau mau coba sup ikan ini?" kata Sara yang berniat menawarkan untuk mengambilkan semangkuk kecil sup ikan yang telah dirinya masak kepada Rony.


"Ya tentu!" balas Rony dengan senang hati.


Dan kini mereka bertiga larut dalam suasana makan malam mereka yang hangat. Hingga tiba-tiba celotehan suara keluar dari mulut Sara yang menyuruh Arvin menghabiskan paprika yang masih tersisa di dalam mangkuknya.


"Arvin, ingat yang Mami katakan! Makan semua sayuran dan buah-buahan."


"Tapi aku sudah makan semuanya," jawab Arvin yang justru kini sibuk memindahkan irisan-irisan paprika tersebut ke piring milik Rony yang berada di sampingnya.


"Ya kau memang menghabiskan semuanya, kecuali paprikanya. Arvin, kau masih dalam masa pertumbuhan jadi makan paprikanya sekarang!" tegas Sara pada putranya tersebut.


"Aku tidak suka makan paprika Mami...," bantah Arvin yang kemudian malah menutup mulutnya dengan kedua tangan kecilnya.


"Arvin ayo makan paprikanya...," pinta Sara membujuknya.

__ADS_1


"Arvin..., makan!" perintah Sara sekali lagi. Namun Arvin tetap saja bergeming dengan mulut yang ia bungkam sendiri dengan kedua telapak tangannya.


Melihat pemandangan Ibu dan Anak sedang bersitegang begini, Rony justru malah tertawa dibuatnya.


"Kau kenapa Rony?" tanya Sara aneh melihat Rony tertawa begitu.


"Huh? Tidak, aku hanya tertawa saja melihat Arvin yang tidak suka makan paprika. Soalnya, hal itu mengingatkanku pada Pamanku yang juga sangat benci makan paprika," kata Rony memberitahu jika pamannya sangat benci paprika.


"Benarkah?" selidik Arvin karena tertarik dengan apa yang dikatakan Rony.


"Iya, pamanku itu sebenarnya bukan orang yang suka pilih-pilih makanan. Hanya saja, sejak kecil dia memang sudah tidak suka dengan paprika.Tapi kau tahu Arvin? Walaupun pamanku tidak suka, dia pasti akan tetap memakannya."


"Kenapa tetap dimakan kalau tidak suka?" sahut Arvin.


"Jadi, Arvin...."


Belum selasai Rony berkata, Arvin langsung mengambil garpunya dan memakan sisa paprika yang ada di mangkuknya.


"Jadi, Arvin..."


"Cukup! Aku sudah tau apa yang akan paman Rony katakan selanjutnya, aku juga akan makan semua makanan yang dimasak mami kok!" ungkap Arvin yang kemudian dengan terpaksa memakan sisa paprika yang ada di mangkuknya tersebut.


~~

__ADS_1


Hari sudah larut malam, Arvin pun kini sudah tertidur pulas di kamarnya. Setelah selesai mencuci piring dan bersih-bersih, Sara mengantarkan Rony yang akan pulang menuju tempat dimana mobilnya di parkir.


Sesampainya di parkiran tempat Rony memarkirkan mobilnya, mereka menyempatkan diri untuk bercakap-cakap sebentar, sebelum akhirnya Rony masuk ke dalam mobil. Rony merasa berterimakasih kerena telah di undang makan malam oleh Sara.


"Sara, terimakasih atas makan malamnya yang luar biasa."


Sara tersenyum manis dan membalas ucapan Rony.


"Sama-sama, aku senang kau menikmati makan malam sederhana yang aku buat."


"Umm, Sara..., sejujurnya aku terkejut saat tahu, ternyata kau sudah punya anak sebesar Arvin," tutur Rony.


"Setelah tahu kalau aku wanita dengan satu orang anak, kau tidak menyesal kan kenal denganku?" seloroh Sara pada Rony.


"Hahaha, menyesal? Apa yang harus aku sesali, kau wanita yang sangat baik, Arvin pun anak yang luar biasa. Bagaimana bisa aku menyesali pertemuan kita!"


Rony tiba-tiba mengambil kedua tangan Sara dengan kedua tangannya dan menggenggamnya. Dirinya menatap mata Sara, dan kini mereka pun saling bertatapan.


"Sara dengar, aku senang sekali malam ini. Dan aku ingin..., aku ingin mengatakan padamu jika...."


Bersambung....


Buat yang suka cerita ini jangan lupa buat Like, comment dan vote, Thank You🌷

__ADS_1


__ADS_2