
~ Di dalam mobil
Ryuzen menyetir mobil dan mengantar Sara dulu ke tokonya. Di sepanjang jalan Sara teringat akan obrolan Ryuzen dan Miya.
"Apa benar bunga-bunga yang kemarin itu, adalah karena Ryuzen yang minta pada kak Henri, untuk di kirim ke C-lovely? Kalau iya..., berarti aku harus berterima kasih padanya."
"Memikirkan apa?" tanya Ryuzen pada Sara.
"Tidak apa-apa," balas Sara menutupinya dari Ryuzen.
"Sudahlah, coba nanti aku tanyakan saja langsung pada kak Henri soal itu!"
Hampir sampai di C-lovely, seperti biasa Sara akan turun agak jauh dari tokonya
"Aku bisa antar kau sampai toko, tidak akan ada yang lihat juga," kata Ryuzen santai.
"Tidak usah, Ryuzen terima kasih ya," ucap Sara terlihat tak biasa.
"Iya!"
Sara berniat keluar dari mobil, namun terhenti oleh Ryuzen yang menahan tangannya.
"Ada apa?" tanya Sara.
"Tidak ada, hanya..."
"....."
Ryuzen menarik wajah Sara dan mencium bibir indah milik istrinya itu. Sara pun tanpa sadar membalas ciuman dari Ryuzen barusan, dan untuk beberapa saat mereka terlarut dalam momen itu.
Sara yang akhirnya sadar pun langsung menarik bibirnya dari bibir Ryuzen.
__ADS_1
"Eghh.., Ryuzen! Maaf tapi aku harus pergi sekarang. Sekali lagi terima kasih telah mengantarku, sampai jumpa," ucap Sara yang langsung keluar dari mobil, dengan wajahnya yang tiba-tiba jadi merah merona.
"Sara...," panggil Ryuzen dari dalam mobil.
"Ada apa lagi?"
"Tidak ada, hanya ingin bilang lipstikmu sepertinya belepotan tuh!" ujar Ryuzen menggoda Sara lalu tancap gas dan pergi.
"Eh, Apa iya?" Sara langsung melihatkan wajahnya ke layar ponselnya.
"Astaga iya, ini semua kan gara-gara dia yang melakukannya tanpa bilang dulu! Huh..."
"Tapi... kenapa aku jadi gugup begini ya? Tadi itu juga rasanya seperti agak berbeda, seperti aku senang dicium Ryuzen," gumam Sara menyentuh bibirnya.
"Aduh! Aku ini kenapa sih? Sara ayolah fokus kerja saja!" ujar Sara pada dirinya sendiri.
**
~Emerald Tower
"Nona Gina Qin ada keperluan apa, hingga kau harus repot-repot menemuiku. Ada hal penting yang ingin kau bicarakan denganku kah?"
"Tentu saja aku datang kemari karena ada keperluan yang sangat penting, dan ini menyangkut putramu," ucap Gina
"Soal Arvin?!" pikir Ryuzen.
"Kalau begitu, kita ke ruanganku,"
"Dan kau Kenzo, kau minta pada Morin, untuk segera buat semua salinan hasil rapat hari ini,"
"Baik Tuan muda," ucap Kenzo paham.
__ADS_1
~Ruangan Ryuzen
Ryuzen sudah duduk di kursi miliknya, yang berada di belakang meja kerjanya.
"Silakan duduk," ucap Ryuzen mempersilakan Gina.
"Terima kasih," balas Gina yang kemudian duduk.
"Jadi, ada hal penting apa yang ingin kau sampaikan?"
"Begini, sebenarnya aku tengah menyelidiki kasus kecelakaan Arvin tujuh bulan yang lalu, dan penyelidikanku menyatakan jika, kecelakaan Arvin murni karena kesengajaan. Tapi untuk membawa kasus ini ke pengadilan aku butuh bantuan Anda Tuan Han."
Ryuzen terlihat marah mendengar hal itu.
"Lalu apa yang bisa aku lakukan, untuk membantumu menangkap orang itu?"
"Mudah saja, aku butuh rekaman cctv di sekitar lokasi tempat Arvin kecelakaan saat itu, dan untuk mendapatkan itu, aku butuh bantuan dari orang yang punya kuasa sepertimu. Bagaimana, kau bersedia membantuku?"
Ryuzen tersenyum mengejek, "Untuk anakku sudah pasti apapun akan aku lakukan, hari ini juga aku akan dapatkan rekaman itu. Kau tenang saja, orang yang berusaha mencelakai putraku, sudah pasti berhak dan pantas menerima hukuman."
"Ternyata, aku minta bantuan pada orang yang tepat. Tapi Tuan Han, aku tidak bilang sama istrimu lho kalau aku kemari. Karena beberapa waktu lalu dia sudah bilang untuk menghentikan penyelidikan ini, tapi aku tetap menyelidikinya.
"Memangnya Sara tidak mengatakannya padamu ya soal ini?" tanya Gina
"Tidak!" balas Ryuzen yang jadi terlihat tidak senang.
"Sara kadang sebagai sahabatmu, aku merasa kau itu idiot, coba saja dari awal kau bilang masalah ini pada Ryuzen, pasti sudah sejak lama masalah ini selesai!"
"Baiklah Tuan Han, karena urusanku sudah selesai aku permisi dulu, terima kasih atas bantuan dan kerja sama anda. Permisi!" ucap Gina yang kemudian meninggalkan ruangan Ryuzen.
"Wanita bodoh, kau sejak lama mengetahui jika kecelakaan Arvin adalah kesengajaan tapi tidak bilang padaku, isi di otakmu sebenarnya apa Sara..!" Ryuzen jadi geram pada Sara, meski mimik wajahnya masih tetap terlihat dingin.
__ADS_1
πΉπΉπΉ
Vote, comment, like itu wajib! ππ·