
~Di perjalanan
"Paman, kita ke villamu dulu saja ya, aku suka lihat koleksi yang ada di rumahmu," pinta Arvin pada Ryuzen yang kini ia sudah ketahui sebagai papinya.
"Kau masih memanggilku Paman..?" tanya Ryuzen sedikit heran.
Arvin menggeleng-gelengkan kepalanya dan menjawab, "Begini, karna mamiku sendiri belum mengakui kalau kau itu adalah papi kandungku yang asli, jadi aku belum bisa memanggilmu Papi. Lagi pula, siapa yang menjamin kalau kau itu bohong atau tidak? jadi untuk saat ini statusmu masih belum resmi jadi papi aku."
Bukan kesal, Ryuzen justru terkesan mendengar jawaban dari Arvin.
"Intuisimu bagus sekali, kau benar! kalau aku jadi kau, aku juga pasti akan berpikir sama sepertimu. di sekitar kita, semua orang bisa saja jadi musuh kan..?"
"Jadi, aku ini benarkan Paman?"
"Tentu saja benar, lanjutkan cara berpikirmu itu, aku suka," puji Ryuzen pada Arvin, yang terlihat senang mendengar pujian darinya.
"Faktanya, keturunan Ryuzen Han memang sudah seharusnya berpikir layaknya diriku." Ryuzen pun menyeringai penuh arti.
~~
Ryuzen dan Arvin tiba di villa constel. Namun saat mereka hendak masuk ke dalam rumah, Ryuzen dan Arvin di buat tidak percaya, karena hadirnya sosok wanita cantik yang berdiri di depan pintu seperti sedang menunggu penghuninya tiba.
"Mami?!" Seru Arvin
Ryuzen yang tidak menyangka kalau Sara akan datang kemari pun, heran.
"Aku penasaran, apa yang membuat Nona sara, datang kemari?" ujar Ryuzen bertanya.
__ADS_1
"Kita masuk dulu, di luar dingin!" seru Ryuzen. Dan mereka bertiga pun masuk ke dalam.
Saat ini mereka bertiga duduk di ruang utama, ditemani secangkir minuman hangat, di hadapan mereka masing-masing.
"Kalau begini terus lengkap sudah hidupku, ada mami, ada papi," celetuk Arvin yang kemudian menyeruput secangkir coklat panas yang ada di tangannya.
Sara terbelalak mendengar hal itu, dirinya pun langsung menegur Arvin,
"Arvin, kau ini bicara apa? Jangan sembarangan berucap nak!" Sara terlihat was was mengatakan hal itu.
"Masih mencoba menutupi kebenaran kah?" ucap Ryuzen dengan santai
"Apa maksudmu?!" balas Sara.
"Mami..., kau tidak usah menutupinya lagi, karena aku sudah tau semuanya," sahut Arvin pada Sara.
"Mami, maaf aku berbohong soal tadi… sebenarnya aku sudah dengar percakapan kalian di rumah tentang Paman Ryuzen yang sebenarnya adalah ayah kandungku," ungkap Arvin pada Sara.
"Arvin..," ucap Sara lirih.
"Maafkan aku karena tidak jujur padamu mam," kata Arvin menyesal.
"Jadi Arvin sudah tahu kebenarannya? Bagaimana ini? Bagaimana kalau Ryuzen berniat mengambil Arvin dariku? Tidak! ini tidak boleh terjadi, tidak ada yang boleh mengambil anakku dariku, sekali pun itu seorang Ryuzen Han!"
Perasaan Sara kini mulai berkecamuk, ia pun meminta Arvin ikut dengannya untuk pulang.
"Arvin, ini sudah mau malam, sekarang kita pulang!"
__ADS_1
"Kenapa harus pulang? Waktu aku pulang dari rumah sakit, aku kan tinggal di villa ini. Lagi pula ini kan villanya paman Ryuzen, dan dia adalah papiku, lalu, kenapa kita harus pergi dari sini?" terang Arvin yang tidak ingin lagi tinggal terpisah dengan ayah kandungnya.
"Arvin kau dengar mami, kita tidak bisa tinggal disini."
"Ini... ini bukan rumahku," lirih Sara.
Ryuzen pun langsung membalas ucapan Sara.
"Ini memang bukan rumahmu tapi ini rumahku, dan rumahku adalah rumah anakku, jadi apa salahnya kalau Arvin tinggal disini, tidak masalah bukan..?
"Ryuzen!" seru Sara menatap ke arah Ryuzen yang kini duduk dengan tenang.
"Kenapa malah jadi begini? Apa orang dewasa itu selalu seperti ini kalau sedang bermasalah...,"
Arvin yang merasa tidak nyaman pun memutuskan untuk meninggalkan kedua orang tuanya.
"Arvin, kau mau kemana?" ujar Sara, melihat Arvin yang beranjak pergi dari tempatnya.
"Aku mau ke kamar saja, kata bibi Gina, melihat dua orang dewasa bersitegang seperti ini, tidak baik untuk anak-anak. Jadi, silakan kalian selesaikan masalah diantara kalian, aku akan masuk ke kamar saja."
Arvin pun pergi ke kamar, meninggalkan Ryuzen dan Sara di ruang utama villa.
*Kamar yang dimaksud Arvin adalah kamar yang selalu ditempati Arvin sejak tinggal di villa pasca keluar rumah sakit.
Bersambung...
Jangan lupa like, comment dan votenya kawan-kawan... Thank You 🌷
__ADS_1