
"Kau merasa aku curiga padamu?" Tanya Ryuzen balik menatap Jordan dengan sorot matanya yang sulit di jelaskan itu.
"Sedikit!" Balas Jordan.
"Baiklah, kalau kau berpikir begitu," balas Ryuzen dengan santai.
"Aku sudah membubarkan black serpents!"
Ryuzen tampak sedikit terkejut. "Apa maksudmu?"
"Ya! Aku sudah resmi membubarkan organisasi itu. Hal itu sudah aku pikirkan sejak lama, dan juga aku telah membebaskan mereka semua yang tergabung dalam anggota," jelas Jordan.
"Semudah itu kau bubarkan?"
Jordan tersenyum masam, yang mana lekukan senyumnya terlihat sedikit mirip dengan Ryuzen. "Memang keputusan yang sangat sulit, tapi aku, aku harus melakukannya, karena semua memang pada akhirnya harus di akhiri."
Jordan memang baru membubarkan black serpents beberapa hari yang lalu. Tapi simpang siur hal itu sudah lama bergaung, Jadi tidak heran jika beberapa dari anggota black serpents sudah mulai mencari pekerjaan baru di luar misi mereka. Terutama bagi mereka yang memang menggantungkan hidupnya dengan bayaran dari misi yang mereka kerjakan.
"Lalu nasib mereka sekarang?" Tanya Ryuzen.
"Banyak dari mereka ternyata, memutuskan untuk membuka usaha sendiri dari pengahasilan mereka selama ini. Sebagian lagi, ada yang memilih untuk di rekrut oleh badan intelejen negara, ada juga yang memutuskan untuk melanjutkan pendidikan mereka. Tapi... ada juga manusia yang lebih dulu memilih untuk mecari jalan hidupnya sendiri, karena merasa sudah tidak ada gunanya lagi di organisasiku."
Ryuzen tertawa meremehkan, "Aku tahu siapa manusia bodoh yang kau maksud."
"Yah, kau tahu siapa dia," balas Jordan.
Dan suasana seketika hening.
"Nak, jika kau butuh bantuanku. Aku akan sangat senang! Sekarang ini, mungkin aku sudah tak segagah dirimu, untuk turun ke sebuah pertarungan lapangan. Tapi dari pengalaman yang kumiliki, aku mungkin bisa membantumu menyelesaikan masalahmu."
Ryuzen hanya terdiam tanpa berucap kata, dirinya seperti tidak tahu harus bereaksi apa, dan menjawab apa saat ini. Pria ini, sebenarnya aku harus bagaimana bersikap padanya?
"Kau mau membantuku?" Ucap Ryuzen menatap Jordan.
"Tentu saja, kapanpun kau membutuhkanku aku akan membantumu."
"Baiklah, terima kasih! Hari ini kau sudah cukup membantuku," ucap Ryuzen yang kemudian bangkit dari duduknya.
"Ryu...!" Jordan menahan Ryuzen yang baru saja mau melangkahkan kakinya dari tempat itu.
"Ada lagi yang ingin kau katakan, tuan Jordan?" Ucap Ryuzen tidak jadi melangkah.
"Soal Renji!" Ungkap sang ayah.
__ADS_1
"Kau tahu sesuatu tentang dia sekarang?"
"Aku ingin memberitahumu jikaー" Ryuzen memicingkan matanya pada Jordan.
"Jika Renjilah yang sudah menolong putramu, saat dirinya hampir tenggelam di sungai waktu itu."
Ryuzen tersentak setelah mengetahui hal itu. "Begitu ya? Baiklah terima kasih infonya," ujar Ryuzen yang kemudian melanjutkan langkahnya berjalan pergi meninggalkan kediaman Jordan.
"Nak...!" Seru Jordan lagi, namun kali ini dengan nada yang terdengar pilu. Hingga tidak sadar Ryuzen langsung dengan spontan menghentikan langkahnya.
"Aku hanya ingin kau tahu Ryu. Apa pun yang terjadi nanti, sebenci apapun kau padaku, dan sedingin apapun kau memperlakukanku, aku akan selalu menjadi ayahmu yang akan melindungi putranya. Bahkan jika ada peluru panas yang mencoba melukaimu, aku akan jadi perisai pertama yang melindungimu dari peluru itu."
Ryuzen bergeming, emosinya mulai tak terkendali, rongga dadanya seperti terasa sesak seketika. Ia mengepalkan kedua tangannya, seolah menahan gejolak rasa yang ia rasakan saat ini.
"Aku pergi dulu tuan Jordan! Terima kasih atas informasi dan semua bantuanmu. Sekali lagi terima kasih!" Ucap Ryuzen yang kali ini benar-benar berjalan pergi meninggalkan kediaman ayah kandungnya tersebut. Jordan yang masih berdiri di tempat sama itu, hanya bisa menatap kepergian sang putra dari jarak jauh. Tanpa sadar bulir bening itu jatuh dari pelupuk mata pria paruh baya itu.
Aku ingin sekali mendengarnya memanggilku ayah, bahkan jika hanya sekali saja. Aku ingin sekali mendengar kata itu terucap dari bibirmu nak.
~~
Beberapa meter dari kediaman Jordah Han, ternyata sudah ada Kenzo yang sejak tadi menunggu Ryu di dalam mobil.
"Wah! Kau sudah kembali ya tuan muda, bagaimana?" Tanya Kenzo, melihat Ryuzen yang memasuki mobil dari kaca spion di depannya. Namun saat Kenzo menoleh ke belakang, yang ia lihat justru ekspresi wajah Ryuzen yang sepertinya sedang tidak baik-baik saja, ia pun sadar dan segera tutup mulut untuk tidak bertanya apa-apa lagi.
Ada apa dengan tuan muda? Apa di dalam ada masalah dengan tuan Jordan?
"Baik Tuan!" Jawab Kenzo yang langsung tancap gas menuju kembali ke kantor.
~~
Jam makan siang pun tiba. Kali ini di restoran oracle, tampak Jesper yang sedang duduk di salah satu meja pengunjung.
"Maaf ya aku terlambat!" Ujar Gina yang baru saja tiba. Jesper yang awalnya tertunduk sibuk menatap layar ponselnya pun langsung mengangkat kepalanya. "Oh Gina! Akhirnya kau datang juga, silakan duduk," kata Jesper mepersilakan. Gina pun langsung menarik kursi dan duduk di hadapan Jesper.
"Maaf aku agak terlambat," sekali lagi Gina meminta maaf karena datang terlambat.
"Tidak masalah Gina, aku juga belum terlalu lama menunggu kok!" Ucap Jesper yang sama sekali tidak merasa kesal atau marah atas keterlambatan Gina. Lagipula, dia kan yang mengajak Gina makan siang bersama, jadi bukankah wajar saja jika dirinya yang harus menunggu.
"Syukurlah, mm... kau sudah pesan makanan Jes?" Tanya Gina.
"Belum, aku hanya baru memesan minuman saja."
"Baiklah kalau begitu, kau mau pesan apa?"
__ADS_1
"Pesananku..., samakan saja seperti pesananmu," tukas Jesper.
"Baiklah," Gina pun langsung memanggil seorang pelayan untuk mencatat menu pesanan dirinya dan Jesper. Setelah menimbang -nimbang, akhirnya Gina memesan dua sup iga jamur dengan nasi merah, untuk makan siangnya dengan Jesper.
"Silakan ditunggu pesanannya," ujar pelayan tersebut yang kemudian pergi.
Jesper terlihat senyam senyum menatap Gina. Diri Gina yang menyadari hal itu pun, hampir saja salah tingkah dibuatnya. "Kenapa kau melihatku senyam senyum begitu?" Protes Gina yang mulai salah tingkah.
"Tidak apa. Aku hanya tidak menyangka saja, ternyata kau sangat memperhatikanku ya, buktinya kau masih ingat sekali menu makanan yang biasa aku pesan jika datang ke restoran ini," ungkap Jesper smmbil tersenyum.
Eh? Kenapa dia menyadarinya? Tiba-tiba saja Gina jadi merasa malu sendiri. Gina langsung tertawa kecil untuk menutupi rasa malunya, karena ketahuan oleh Jesper kalau dirinya sangat perhatian padanya.
"Mu- mungkin hanya kebetulan saja."
"Hahaha, kebetulan ya? Padahal kalau iya aku akan sangat senang lho, karena merasa diperhatikan oleh juniorku ini," ungkap Jesper jujur.
Gina langsung tersenyum malu-malu. "Padahal aku kan memang selalu memperhatikanmu sejak pertama kali masuk kuliah Jes," gumam Gina.
"Eh kau bilang apa barusan?"
"Eh? Tidak kok bukan apa - apa," Fiuh! Hampir saja kau kelepasan bicara yang aneh-aneh di depan Jesper.
"Oh iya Jesper, tadi di telepon bukankah kau bilang ada yang ingin kau ceritakan padaku, apa itu?"
"Sebenarnya ini Soal Sara."
Huft! Sudah aku duga, tapi sepertinya apa yang ingin dikatakan oleh Jesper kali ini cukup serius.
"Memangnya ada apa dengan Sara?" Tanya Gina yang langsung memasang sikap siap mendengarkan. Sayangnya, obrolan mereka agak terdistraksi dikarenakan pelayan yang datang mengantarkan menu pesanan mereka. "Silakan dinikmati!" Ujar pelayan tersebut yang kemudian pergi.
"Jadi ada apa dengan Sara sebenarnya?" Tanya Gina lagi.
"Jadi tadi pagi, aku datang ke tokonya dan dia bercerita padaku soal...."
🌹🌹🌹
Halo my beloved readers. Semoga kalian sehat selalu ya...
Author secara personal ingin berterima kasih pada kalian, yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak -kakak dan teman-teman sekalian🙏
Oh iya, meski sering novelnya suka slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending kok. Jadi mohon bersabar ya... kakak-kakak yang cantik dan tampan sekalian. Dan buat yang udah baca, agar jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa LIKE, COMMENT, serta VOTE dan jangan lupa untuk bantu di SHARE, karena yang kalian lakukan itu sangat berarti buat aku.
Dan temen-temen sekalian, jangan lupa juga ya buat follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana 😊
__ADS_1
FYI : Dalam waktu dekat ini aku mau keluarin novel baru, semoga kalian juga suka ya... dan doakan biar lancar semuanya, aamiin..🙏