Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 49 : Mau berdansa?


__ADS_3

Sara mencoba semua makanan-makanan enak yang disuguhkan di pesta. Dan sekali lagi, pandangan mata Sara tidak sengaja kembali tertuju pada Ryuzen yang kini bediri dengan dikelilingi wanita dan orang-orang penting lainnya.


"Dilihat dari sisi manapun Ryuzen Han memang tampan sekali," pikir Sara melihat Ryuzen dari tempatnya berdiri. Bagi Sara hal itu adalah fakta yang semua orang harus akui.


"Di tempat ini gap antara aku dan dia begitu terlihat bukan, dia yang pesonanya begitu kuat dimanapun ia berada. Mungkin dia memang di lahirkan untuk menjadi seorang yang dominan diantara banyak orang hebat lainnya, entahlah...."


Sara yang terus saja melihat ke arah dimana Ryuzen berdiri, malah tidak sengaja menyenggol seseorang disebelahnya.


"Eh, maafkan aku Nyonya!" ucap Sara meminta maaf


pada wanita yang tersenggol Sara itu, namun wanita bukannya merespon permintaan maaf Sara, malah membuang wajah padanya.


"Apa semua sikap orang kaya itu begitu, selalu saja membuang muka pada orang lain, benar-benar menyebalkan!" batin Sara berseloroh melihat sikap wanita yang tadi tidak sengaja ia senggol itu, bersikap angkuh terhadapnya.


Merasa tidak cocok berada di lingkungan pesta seperti ini, Sara memutuskan untuk mencari udara segar di luar. Sara pun segera berjalan keluar aula dan menuju ke sebuah taman yang belum pernah dirinya lihat.


"Berada di dalam pesta itu lama-lama, aku terasa seperti sampah diantara para berlian!" gumam Sara yang kemudian dibuat terpesona oleh taman yang ia lihat saat ini.


"Aku tidak menyangka disini ada taman seindah ini, disini banyak kunang-kunang, dan bau harum ini..."

__ADS_1


Sara mencari sumber bau harum yang ia sangat kenal itu. "Benar dugaanku, ini wangi lavender!" ujar Sara begitu senang melihat banyaknya bunga lavender tumbuh disini.


Selain bunga, ada juga air mancur berukuran sedang, yang suara kucuran airnya begitu menenangkan hatinya. Sara duduk di kursi yang ada di taman tersebut, melepas topeng pestanya lalu menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya agar rileks.


"Tidak tahu kenapa, tapi tempat ini seratus kali lebih menyenangkan bagiku, dibanding pesta yang ada di dalam sana," tutur Sara sambil menikmati keindahan taman yang disinari oleh lampu-lampu taman.


Suara alunan musik dansa waltz di ruang pesta bergema, hingga Sara yang ada di taman pun ikut mendengarnya. Sara berdiri mengambil ancang-ancangnya dan mulai menggerakan tubuhnya menari mengikuti irama lagu tersebut.


"Dulu, saat aku masih kecil, aku pernah bermimpi jadi seorang penari profesional. Namun seiring berjalannya waktu impian itu hanya tinggal impian. Dan kini aku hanya bisa menari disini sendirian."


"Sepertinya Nona Sara sangat pandai berdansa?" ucap Ryuzen yang tiba-tiba datang dan menangkap tubuh Sara dengan satu tangannya.


"Ryuzen!" sontak sara kaget melihat Ryuzen di sini bersamanya, dan menangkap tubuhnya. Ryuzen melepaskan tangannya dari tubuh Sara lalu mengulurkan satu tangannya kedepan


Sara tersenyum ragu-ragu, tapi dirinya benar-benar ingin berdansa malam ini. Ia pun akhirnya menyambut ajakan Ryuzen dengan suka cita.


"Tentu saja, siapa yang berani menolak ajakan Tuan Muda Han," balas Sara yang kemudian meraih tangan Ryuzen dan memutarnya seolah ditarik ryuzen ke dekapannya. Kini mereka telah dengan posisi siap berdansa. Mereka berdansa, dengan Ryuzen yang memimpin gerakannya, menikmati alunan musik yang suaranya mungkin tak sebesar jika berada di dalam. Namun hal itu tidak mengurangi hentakan kaki dan kelincahan mereka berdua yang tengah berdansa.


"Aku tidak tahu kau pandai berdansa?" ucap Ryuzen yang kini menikmati dansanya bersama Sara.

__ADS_1


"Kau tidak pernah bertanya," balas Sara.


Mereka menikmati dansa di taman cukup lama, hingga terpaksa berhenti karena Sara yang tiba-tiba berujar merasa kesakitan di kakinya.


"Aww...."


"Kau kenapa?" tanya Ryuzen dengan wajah tenang tapi sebenarnya cukup khawatir. Sara meraih kakinya yang agak lecet karena sepatu berhak tingginya yang kurang pas.


Ryuzen berjongkok dengan satu kakinya lalu meraih kaki Sara, melepaskan sepatunya dan meletakannya di atas pahanya.


"Ryuzen nanti celanamu kotor!" ujar Sara.


"Sudah kau diam saja, kakimu sudah luka begini masih saja ribut masalah celana, gadis bodoh!"


"Tapi..." wajah Sara memerah melihat Ryuzen memperlakukannya seperti ini. Ryuzen melepaskan kedua sepatu Sara lalu berdiri dan menggendong Sara.


"Ryuzen apa-apaan ini, turunkan aku! Bagaimana kalau ada yang lihat kita!"


"Tidak ada yang akan lihat, tapi kalau kau berisik begini mungkin malah akan banyak yang lihat." Tanpa mempedulikan apapun Ryuzen terus saja berjalan sambil menggendong Sara ala bridal style.

__ADS_1


🌹🌹


Like, comment, vote harus!😁 🌷


__ADS_2