Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 89 : Lagi-lagi tanpa Papi


__ADS_3

~Villa Constel


Sara dan Arvin berencana pergi ke taman hiburan hari ini, dan lagi-lagi Arvin terlihat kurang bersemangat. Menyadari hal yang membuatnya jadi tidak bersemangat, Sara pun tidak bisa berbuat banyak. Namun Sara tetap mencoba menghibur Arvin.


"Arvin, sudah lama sekali kan kita tidak keluar bedua, kau harusnya senang kan...?!" ucap Sara mencoba mencoba menghilangkan mood jelek putranya.


"Iya sih! Tapi kalau pergi bertiga pasti akan jauh lebih menyenangkan," guman Arvin.


"Tapi aku tidak boleh buat mami khawatir karena terlihat tidak happy, walau lagi-lagi hanya berdua tanpa papi, aku tetap harus bersemangat. Tentu saja aku kan jagoan!" tekad Arvin di dalam hati.


"Iya nanti aku tantang mami naik roller coaster yang terbaru disana, berani tidak?"


"Heh, siapa takut!" balas Sara.


"Oke, let's go!" ujar Arvin..


Mereka berdua pun akhirnya pergi ke taman hiburan bersama tanpa Ryuzen.


~~


Macau, di ruang peresmian.


Dengan ekspresi dinginnya, Ryuzen terlihat memandangi arlojinya. Saat ini di ruangan ada beberapa orang yang tengah melakukan presentasi sebelum resmi proyek kasino milik grup Emerald diresmikan. Melihat presentasi berjalan tidak efektif membuat Ryuzen kesal,


"Bisakah kalian lakukan presentasi dengan lugas dan langsung ke intinya? Kalian pikir berapa lama waktu terbuang hanya untuk pertanyaan yang tidak perlu dijawab!" tegas Ryuzen didepan jajaran direksi.


Mendengar hal itu semua staf dan jajaran direksi pun jadi terdiam,


"Tapi, tuan...."

__ADS_1


"Aku tidak mendengar alasan yang hanya untuk membela diri, jika kalian tidak sanggup bekerja dibawah aturanku maka pergi dari sekarang!


"Aku di sini, hanya memilih mereka yang seratus persen bekerja dengan kompeten dan profesional, bukan yang hanya ingin santai-santai! Jadi, jika masih ada yang mau membela diri silakan mundur dan angkat kaki dari sini sekarang!" ucap Ryuzen serius.


"Tuan Han benar, semakin cepat proyek ini berjalan maka semakin kecil juga anggaran yang harus dikeluarkan dan semakin cepat juga kita beroperasi untuk mengumpulkan banyak profit," ujar Daniel dari divisi keuangan Emerald Group.


"Ya benar juga,"


"Betul, semua ucapan Tuan Han memang betul!"


ujar jajaran direksi yang lain, saling bersahutan.


~


Akhirnya presentasi selesai dan peresemian proyek kasino pun telah usai, semua jajaran direksi saling berjabat tangan.


"Senang bisa bekerja dengan anda Tuan Han," ucap salah satu petinggi, perusahaan rekonstruksi yang menangani pembangunan proyek kasino tersebut.


~~


Ryuzen kini sudah melangkah meninggalakan tempat tersebut, di ikuti Kenzo yang berjalan dibelakangnya.


"Apa semua yang aku minta hari ini, sudah kau lakukan?!"


"Sudah Tuan! Semuanya beres!"


"Bagus, sekarang juga, kita kembali ke Montegi!"


"Siap Tuan!"

__ADS_1


Ryuzen pun menuju ke privat jet miliknya, untuk segera kembali ke Montegi.


~ Montegi Amusement Park


Sara dan Arvin akhirnya menghabiskan waktu bersama dia taman hiburan. Pasangan Ibu dan anak ini bejalan-jalan mengelilingi tiap titik yang ada. Namun Sara dan Arvin malah, sama sekali belum menaiki wahana permainan.


"Dari tadi kita belum naik wahana, kenapa kita tidak mulai menaikinya satu persatu?" ajak Sara.


"Memangnya mami berani naik yang satu itu," ujar Arvin menunjuk wahana roller coaster yang sedang beroperasi.


"Ngg..., bagaimana kalau kita mulai dari yang tidak terlalu tegang dulu, bagaimana?" ucap Sara yang sebenarnya tidak berani naik roller coaster.


"Bilang saja Mami takut kan? Sudah mengaku saja!"


"Hehe, bukan begitu, aku rasa untuk permulaan kita harus mulai dari yang tidak terlalu memacu adrenalin, iya kan?" *jurus ngeles ala Sara


"Huh, Mami dari tadi alasan terus! Coba ada papi, sekali ku minta pasti dia akan bilang oke!"


"Huh, apa-apa papi , kalau cuma naik begituan saja, aku rasa aku juga berani," ujar sara sedikit cemburu melihat Arvin yang selalu saja membanggakan Ryuzen ketimbang dirinya.


"Kalau begitu ayo kita naik!" ajak Arvin sengaja menantang sang Mami.


Sara melihat ke arah wahana roller coaster yang tengah bergerak tersebut, dan menelan ludahnya karena nyatanya memang dia tidak berani naik wahana itu.


"Mau pura-pura berani juga tetap saja kelihatan oleh Arvin aku ini takut, akui sajalah kalau aku memang tidak berani!" pikir Sara


Sara menghela nafasnya...


"Baiklah-baiklah Mami mengaku tidak berani, kalau begitu kita naik yang lain saja ya," ucap Sara pada Arvin.

__ADS_1


🌹🌹🌹


Like, comment, vote jangan lupa gais πŸ˜… πŸŒ·πŸ™


__ADS_2