Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 90


__ADS_3

Akhirnya sepasang suami istri itu tiba juga di kediaman mereka. Setelah membuka sabuk pengaman, Sara pun langsung bersiap untuk membuka pintu disebelahnya, dan keluar dari dalam mobil. Namun hal itu urung ia lakukan, sebab lengannya malah ditarik oleh Ryuzen agar duduk kembali. Ryuzen menantap Sara lamat-lamat sambil meletakkan tangannya di sandaran kursi tepat di samping wajah Sara, demi membatasi gerak Sara supaya tidak bisa kabur.


"Kau mau apa lagi Ryu?" Sara jadi gugup dibuatnya oleh tatapan tajam suaminya itu.


"Kau bilang tadi sudah memaafkanku bukan?"


"I- iya menang, lalu mau apa lagi?"


"Apa bukti kau sudah memaafkanku?"


"Bukti apa? Kan aku sudah katakan tadi jika aku memaafkanmu. Lagipula, bukti apa? Kau saja tidak mengatakan dengan jelas siapa wanita itu, saat kutanya tadi."


"Kau mau penjelasan soal wanita itu? Baiklah... wanita itu tadi bernama Nana, dia seorang model dan dia adalah seniorku saat SMA, dia suka padaku, dan aku pernah berkencan dengannya selama satu hari, setelah itu aku tidak pernah lagi ingat dengannya hingga dia yang mengingatkanku tadi."


Sara hanya bisa diam seribu bahasa mendengarkan penjelasan Ryu barusan.


Bagimana, sudah cukup pen-je-la-sannya, Nona Sara?"


"Kau pernah suka dengannya?"


"Tidak sama sekali."


"Tapi kau berkencan dengan-?"


"Dengar Sara, selama hidupku ini. Hanya akan ada dua wanita yang mengisi hatiku, yang pertama Erika masa laluku, serta yang terakhir dan untuk selamanya adalah kau, percaya atau tidak aku terserah dirimu."


"Jadi benar, kalau kau dan-?"


Ryu menutup bibir Sara dengan telunjuknya, yang diletakan dibibir ranumnya itu, "Aku minta maaf jika aku telah membuatmu tidak nyaman, dengan masa laluku yang sering diberitakan dengan banyak wanita."


Melihat permintaan Ryu ini, Sara jadi seperti merasa bersalah. jika dipikir-pikir tidak seharusnya ia begitu tadi.


"Aku sungguh telah memaafkanmu Ryu, dan untukku, tolong maafkan aku juga ya Sayang..." Sara kemudian langsung saja merangkul pundak Ryuzen, dan menempelkan bibirnya ke bibir suaminya itu. Hingga keduanya pun larut dalam kemesraan untuk beberapa saat di dalam mobilnya.


~~


Keesokan harinya, Ryu dan Sara tengah berada bersama-sama di sekolah Arvin untuk menjemput Arvin di sekolahnya. Dengan mengenakan sweater turtleneck dilapisi mantel berwarna navy, Ryuzen menemani Sara yang tampak begitu anggun, mengenakan rok model tutu panjang dipadu atasan blouse crop top bermotif bunga, yang membuat mereka begitu serasi saat berdampingan.


"Sepertinya, sudah lama juga ya kita datang menjemput Arvin langsung berdua seperti ini?" Pungkas Sara yang tengah duduk di kursi tunggu yang ada di koridor.


"Sepertinya begitu," balas Ryuzen yang berdiri bersandar dengan satu kakinya pada dinding sambil menyilangkan kedua lengan di bawah dada.

__ADS_1


"Papi... Mami....!" Tiba-tiba suara Arvin yang terdengar riang gembira, menggema di sepanjang korider, memanggil kedua orang tuannya yang sudah menunggunya sejak tadi.


"Halo jagoan kecil!" Ujar Ryuzen yang kemudian melakukan tos selama ala mereka.


"Mami, kita jadik kan pergi berziarah ke makam kakek dan nenek buyut?"


"Tentu saja, oleh karena itu kita harus segera berangkat sekarang."


Mereka bertiga pun saling bergandengan tangan dengan Arvin yang ada ditengah-tengah mereka, pergi meninggalkan sekolah.


~~


Sesampainya di c-lovely Sara memesan beberapa buket bunga untuk dibawanya pergi berziarah ke makam. Di sana, Arvin dan Ryu yang diajaknya malah sibuk jadi pusat perhatian para pengunjung yang datang. Bahkan tidak jarang mereka yang gemas ingin mencubit Arvin, sifat Arvin yang ramah dan mudah bergaul dengan para pegawai maupun pengunjung toko, membuatnya populer. Lain hal dengan Ryuzen yang tidak bisa ramah, namun hal itu malah membuat kaum hawa jadi banyak yang pura-pura membeli, demi melihat Ryu yang ada di dalam toko saat ini.


"Sepertinya suami dan anakmu bisa jadi brand ambassador toko ini deh, aku yakin toko ini akan ramai seramai-ramainya pengungjung jikalau mereka jadi model toko kita," goda Thomas.


"Kau ini ada-ada saja, mana bisa begitu!" Balas Sara sambil memilih bunga-bunga yang akan dibuatnya menjadi buket.


"Butuh bantuan sayang?" Ujar Ryuzen yang memeluk Sara dari belakang secara tiba-tiba.


Sara menganggukan kepalanya, "Tolong bantu aku pilihkan bunga yang ini ya sayang."


Thomas yang ada di dekat mereka bedua hanya bisa membatin dengan gemas. Ternyata mereka memang so sweet sekali... aku jadi iri melihatnya.


~~


Setibanya di area pemakaman tanpa sengaja mereka bertiga malah dipertemukan dengan Jordan Han yang terlihat juga ingin berziarah.


"Tuan Jordan?"


"Kalian?" pungkas Jordan yang tidak menyangka bisa bertemu disini.


Sara berjalan menghampiri Jordan dan bertanya, "Apa kau juga mau berziarah ke makam nenek buyut?"


Jordan hanya tersenyum tanda mengiyakan. Arvin yang sejak tadi terus memperhatikan pria paruh baya tersebut, tengah berpikir seperti pernah bertemu dengan Jordan.


"Um... kakek? Kau yang waktu itu bertemu denganku ditaman sambil membawa bunga kan?"


"Kau masih ingat aku pria kecil?"


"Iya aku ingat! Kau kakek keren yang waktu itu."

__ADS_1


Ya Tuhan..! Aku lupa jika Arvin kan belum tahu jika tuan Jordan ternyata adalah kakeknya kandungnya. Sara pun akhirnya memperkenalkan mereka berdua sebagai cucu dan kakek.


"Woah, jadi kakek ini benar kakekku? Benar-benar jodoh tidak ada yang tau."


"Kakek mari kita tos tanda pertemanan kita," ujar Arvin yang entah kenapa bisa langsung akrab dengan tuan Jordan. Ironisnya berbanding terbalik dengan sang putra, Ryuzen justru masih saja bersikap begitu dingin terhadap ayah kandungnya itu.


"Kalian mau berziarah kalau begitu, silakan duluan..."


Sara tahu alasan mengapa Jordan mengatkan hal tersebut terhadap dirinya dan keluarganya. Untungnya Arvin kecil kita pandai mencairkan segalanya. Dengan polosnya Arvin berkata, "Kenapa harus terpisah jika bisa bersama? Kakek ayo sama-sama berziarah ke makam kakek dan nenek buyut."


Anakku memang cerdas! Good job Arvin, mami sayang dirimu.


Akhirnya mereka berempat pun memutuskan pergi berziarah bersama-sama.


~~


Selesai membersihkan dan mendoakan makam kakek dan nenek Ryuzen. Kini giliran makam Laulin alias mendiang ibu Ryuzen yang mereka kunjungi. Bagi Arvin dan Sara, ini pertama kalinya mereka mengunjungi makam Laulin. Setelah dibersihkan dari dedaunan yang gugur karena musim gugur, Arvin meletakan bunga aster itu di depan makam sang nenek, diikuti dengan doa dan harapan mereka untuk mendiang Laulin di surga.


Arvin ; Hai nenek di surga, aku Arvin. Aku anaknya mami Sara dan putramu Ryu. Terima kasih sudah melahirkan pria hebat seperti dia untuk menjadi papiku. Nenek berbahagialah di surga sana ya. Jangan lupa, untuk selalu memperhatikanku, mami, papi, dan kakek dari atas sana ya.


Sara ; Salam kenal ibu mertua, hari ini aku mengunjungimu untuk pertama kalinya. Aku istri putramu, sebentar lagi kami juga akan punya anak lagi, aku berharap kau juga bisa merasakan kebahagian atas kelurga ini. Aku juga berharap kau selalu menjaga kami dari sana.


Jordan ; Laulin sayang, apa kabar? Hari ini aku ingin mengatakan padamu jika aku begitu senang, karena saat ini aku bisa mengunjungimu bersama Ryuzen dan keluarga kecilnya. Kau lihat! Ryuzen sudah memberikan kita seorang cucu. Andai kau ada disini pasti kau akan sangat senang melihatnya, menantu kita juga wanita yang sangat baik sepertimu. Laulin, maaf aku belum bisa menemuimu seutuhnya.


Ryuzen ; Ibu... hari ini aku datang menemuimu bersama keluarga kecilku. Kau lihat pria kecil di sebelahku, dia cucumu dan sebentar lagi akan ada yang kedua. Dan apa kau lihat wanita cantik di sebelahku ini? Dia istriku, wanita terbaik yang pernah aku tahu selain dirimu bu. Dan ibu..., aku akhirnya bertemu dengannya, laki-laki yang sangat kau cintai itu, dia kini berada di dekatku.


Aku tidak tahu apa yang aku rasakan terhadapnya saat ini, tapi hatiku masih sering terluka saat melihatnya. Maaf jika aku tidak bisa sepertimu yang begitu pemaaf, tapi kau tenang saja. Menantumu wanita yang penyabar, pintar, dan lembut dia akan membantuku ketika aku salah. Meski merasa tidak pantas mengatakannya tapi, ibu... bisakah kau katakan pada Tuhan untuk selalu memberikan kebahagiaan bagi istri dan anak-anakku?


----


Seseorang mungkin pergi membawa raganya ditelan bumi. Namun tidak dengan kenangan dan kebaikan yang ditorehkannya semasa hidup, yang mana akan selalu dikenang oleh mereka yang masih ada.🍃


🌹🌹🌹


Hai my beloved readers...


Terima kasih ya, buat kalian yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏


Meski sering slow update kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending. Jadi mohon bersabar ya.... kakak-kakak yang cantik dan tampan.😘 Oh iya jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, vote dan jangan lupa untuk di share juga ya. Thank you.


Happy reading and hopefully you like it all...

__ADS_1


[Oh ya jangan lupa juga follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana😊]


__ADS_2