
~Beberapa hari kemudian
Saat tengah berbelanja di sebuah mall Sara tidak sengaja menabrak seorang wanita.
#brukkk
"Ah, maafkan aku, maaf ya...." Sara meminta maaf berulang kali, sambil membereskan beberapa barang belanjannya yang jatuh. Sayangnya permintaan maaf Sara bukannya di sambut hangat malah di jawab dengan ketus oleh wanita berkacamata hitam yang tubuhnya sedikit lebih tinggi darinya.
"Lain kali, jika berjalan gunakan kaki sekaligus matamu!" kata wanita itu.
Mendengar hal itu Sara langsung berdiri, dan meminta maaf sekaligus membalas ucapan ketus wanita tersebut.
"Oke aku mengaku salah, tapi aku juga ingin bilang sesuatu padamu, lain kali lebih baik gunakan kacamata silinder, daripada kau menggunakan kacamata hitam di dalam ruangan!"
"Kau! Sudahlah tidak penting, pemisi!" wanita itu pun langsung berjalan melewati Sara dengan gayanya yang sangat stylish dan terlihat angkuh.
Sara menengok ke arah wanita itu pergi. "Padahal dia juga salah, tapi kenapa malah ketus begitu seolah aku saja yang salah! Dasar orang kaya yang suka seenaknya!" gumam Sara yang dibuat jengkel dengan sikap wanita itu.
~Casino Laorca
"Flush!" ucap Seorang pria berusia hampir 40 tahun di depan meja kasino, saat kartu yang ada ditanganya diperlihatkan
"Hahaha..., aku menang lagi!" ucap pria tersebut itu lagi, dengan begitu bangganya.
"Tuan Lizo anda luar biasa, hari ini anda lagi-lagi menang banyak," puji Salah satu rekannya yang duduk di sebelahnya.
"Sudah pasti, siapa lagi yang ingin melawanku!" ujar Lizo dengan sombong.
"Bagaimana bila aku bergabung," ucap pria perpakaian formal dengan wajah yang di tutup topeng mata berwarna hitam. Lizo menoleh ke arah pria tersebut dengan tatapan sedikit aneh, ia merasa tidak asing dengan pria bertopeng yang baru saja bergabung bermain bersamanya di meja kasino saat ini.
"Aku ingin lihat bagaimana reaksi Lizo Xiao saat menyadari siapa aku dibalik topeng ini, tapi pertama-tama akan aku buat dia menangis kalah di permainan ini. Lihat saja!" ucap Ryuzen di pikirannya di ikuti seringai iblis dibibirnya. Ya Pria bertopeng mata itu tidak lain adalah Ryuzen yang sengaja melakukan hal tersebut supaya tidak ketahuan dulu oleh Lizo.
Permainan pun di mulai. Dealer meminta semua peserta permainan memasang koin mereka untuk pertaruhan.
Lizo Xiao memasang banyak taruhan sejak awal permainan, sedangkan Ryuzen sengaja mengulur waktu hingga hanya tersisa dirinya dan Lizo di meja permainan ini.
__ADS_1
"Tuan bertopeng, kau tidak akan menang melawanku!" ujar Lizo dengan begitu sombongnya. Permainan terus berjalan, hingga akhirnya tersisa Lizo dan Tuan bertopeng (Ryuzen) yang terisa di permainan kali ini.
"Pasang taruhan kalian," ucap sang dealer.
"Aku pasang semua," ujar Lizo dengan yakin mempertaruhkan semua koinnya.
"Tuan Lizo Xiao, apa kau yakin memasang koinmu sebanyak itu?" tanya Tuan bertopeng.
"Tentu saja," balas Lizo dengan begitu yakin.
"Kalau begitu aku pasang semua miliku juga," Ryuzen memasang seluruh pot miliknya.
"Tuan bertopeng, aku peringatkan padamu track recordku tidaklah main-main, jadi jangan menyesal jika kau bangkrut malam ini," ujar Lizo begitu percaya diri.
Ryuzen hanya tersenyum simpul.
"Tuan Lizo, di dalam kamusku tidak ada kata kalah!"
Dealer pun mulai meminta Lizo membuka kartu di tangannya.
"Straight kartu milik Tuan Lizo 6♠️,5♦️, 4♠️, 3♣️, 2♥️" Ucap Sang Dealer
Sekarang giliran Ryuzen yang harus membuka hand miliknya.
"Straight, 8♣️, 7♥️,6♠️, 5♦️,4 ♠️, Tuan bertopeng pemenangnya!" keputusan terakhir yang di tetapkan oleh dealer.
Lizo terilihat sangat syok, ia masih tidak percaya bisa kalah telak seperti ini.
"Ba..., bagaiman bisa? Kau pasti curang!" teriak Lizo tidak terima kekalahannya. Ryuzen hanya diam lalu tersenyum miring kemudian membuka topeng di matanya.
"Aku curang, atau kau memang tidak bisa mengalahkan aku Lizo Xiao sang pecundang dan penghianat?!" ujar Ryuzen yang sudah membuka topengnya.
Lizo terbelalak dan mendadak panik melihat Ryuzen di hadapannya.
"Ka... kau bagaimana, bagaimana kau bisa disini?"
__ADS_1
"Lizo mencarimu bukan hal sulit untuku," kata Ryuzen menatap tajam Lizo yang kini terlihat sangat menyedihkan di hadapannya.
"Lizo, kau sudah menghianati kakekku, sekarang kau harus terima balasannya," ujar Ryuzen.
"Aku menang besar hari ini, uangnya untuk kalian semua yang ada disini, Aku sudah cukup puas melihat pria bodoh ini kalah memalukan!" Ryuzen melirik seolah mengejek Lizo yang kalah telak hari ini.
"Wow Tuan kau sungguh dermawan!" ujar salah seorang di ruangan. Ryuzen melenggang pergi keluar dari kasino sambil membuang topeng di tangannya.
"Aku akan buat kau membayar atas penghianatanmu pada kakekku dan Emerald, dan ini baru babak pertama."
Lizo yang melihat Ryuzen pergi terlihat sangat marah.
"Lizo Xiao bak seorang pecundang malam ini!" ejek para pengunjung.
"Ryuzen Han, hampir enam tahun aku tidak pernah bertemu denganmu dan kini kau muncul tiba-tiba mempermalukanku hari ini, tunggu balasan dariku!" Lizo terlihat sangat dendam pada Ryuzen.
Di luar Kenzo sudah menunggu Ryuzen di dalam mobil.
"Wah Tuan nampaknya kau menang besar ya?" tanya Kenzo pada Ryuzen yang baru saja masuk ke dalam mobil. Ryuzen mendengus dengan nada mengejek.
"Aku bukan hanya menang, tapi sudah berhasil membuat si pria idiot itu frustasi," ucap Ryuzen terlihat puas
"Lalu mana uangnya?"
"Aku tidak butuh uang itu, jadi ku berikan pada pengunjung lain."
"Apa? Kenapa tidak berikan padaku saja?" ungkap Kenzo yang berharap dapat bonus dari hasil berjudi itu.
"Untuk apa? Memang gaji dariku masih kurang?!" Ryuzen menatap tajam pada Kenzo.
"Eh, cukup kok Tuan!" balas Kenzo tidak melawan.
Ryuzen pun meminta Kenzo untuk segera meninggalkan tempat tersebut.
⚘⚘
__ADS_1
Like, Vote, Comment 😉