
Usai membeli barang-barang kebutuhan untuk apartemennnya. Ternyata esper sekalian mengajak Gina untuk menemaninya makan malam di sebuah restoran.
"Padahal kau tidak perlu sampai mertraktir aku, hanya karena aku sudah menemanimu membeli beberapa keperluan untuk apartemenmu Jesper!" Ungkap Gina yang kini duduk di salah satu kursi restoran di pinggir kota bersama Jesper.
"Tidak apa-apa, lagipula aku memang berniat mengajakmu makan malam, karena sekalian sebagai bentuk rasa senangku, karena sudah kembali lagi ke kota ini," jelas Jesper yang masih sibuk menatap buku daftar menu.
"Oh iya, jadi kau mau pesan apa Gina?" Tanya Jesper lagi.
"Um... tunggu sebentar." Gina mulai terlihat membolak balikan buku menu di tangannya itu.
"Baiklah aku mau pesan, udang asam manis dan untuk minumnya, aku mau jus aprikot saja," ujar Gina yang kemudian menutup buku daftar menu yang ada dipegangannya itu.
"Kau sendiri, kau pesan apa Jes?"
Jesper masih tampak memilih menu yang akan dipesannya. "Ah ya aku mau pesan cream soup dengan taburan coriander, dan untuk minumnya aku mau jus mixfruit." Setelah masing-masing memutuskan pesanan, Jesper pun segera memanggil pelayan untuk mencatat pesanan mereka berdua.
"Kalau begitu, tuan dan nona, mohon agar ditunggu sebentar makanannya," ucap si pelayan yang baru saja selesai mencatat pesanan Jesper dan Gina itu.
Sambil menunggu pesanan mereka datang, Gina dan Jesper pun mulai mengobrol ringan dengan mulai menanyakan tetang kabar, perkejaan dan sejenisnya.
"Jadi kapan tepatnya kau sampai dikota ini Jes?"
"Tadi siang sekitar jam satu, aku tiba di bandara, dan dari bandara aku mampir dulu ke rumah sakitー"
"Eh, apa kau ada sakit?" Wajah Gina tiba-tiba jadi terlihat khawatir.
"Oh tidak, kau tenang saja, aku tidak sakit apa-apa. Aku ke rumah sakit hanya untuk cek kesehatan saja, mengingat beberapa hari yang lalu aku baru saja sembuh dari sakit flu."
Gina menghela napas lega, "Syukurlah... kalau begitu."
"Lalu? Ada apa? Kenapa tiba-tiba wajahmu jadi terlihat tidak semangat begitu...?" Tanya Gina melihat ekspresi wajah Jesper yang tiba-tiba saja berubah dari sebelumnya yang semangat.
__ADS_1
Lagi dan lagi, senyum getir itu terukir di bibir Jesper. "Tadi di rumah sakit,aku bertemu dengan Sara."
Jantung Gina terasa terbentur batu karang yang keras, suasana hatinya yang awalnya bagai melayang di udara, seketika seperti malah jatuh menghantam padang kering yang tandus, saat Jesper menyebut nama sabahatnya sendiri. Kenapa? Padahal dia hanya menyebut nama Sara, tapi... kenapa? Kenapa rasanya begitu nyeri mendengarnya menyebut nama Sara yang padahal dia yang dibicarakannya adalah sahabatku sendiri. Tenggorokan Gina benar-benar bagai tercekik saat ini.
"Oh! Begitu ya.... lalu apa kau dan Sarー"
"Dia ke rumah sakit bersama suaminya." Kali ini Jesper tersenyum yang seolah tengah mengejek dirinya sendiri. "Kau tau Gina, terkadang aku merasa malu pada diriku sendiri."
"Jes..."
"Gina, apa kau pernah merasakan ditolak secara tidak langsung?"
"Entah!" Jawab Gina dengar suara lirih.
"Aku sadar, bahkan sangat sadar jika.dia sudah mencintai orang lain, tapi seringkali aku dengan tidak tahu dirinya berharap lebih dari dirinya. Kau tahu! Terkadang aku merasa, cinta itu terlalu tidak adil untukku."
Di hadapan Jesper, pria yang diam-diam telah lama mencuri hatinya. Gina dengan perasaan yang seperti terkoyak duri, hanya bisa terus mendengarkan cerita pilu tentang cintanya yang tak terbalaskan oleh Sara.
Apa kau tahu Jes, apa yang kau rasakan sebenarnya sama persis seperti yang aku rasakan. Kita sama-sama mencintai orang yang tidak mencintai kita, dan bodohnya lagi, kita malah masih saja menggantungkan harapan pada orang yang jelas-jelas tidak memiliki tempat spesial untuk kita di hati mereka. Sungguh konyol!
"Oh maafkan aku Gina, kau jadi terpaksa mendengarkan cerita pria menyedihkan ini," kata Jesper jadi merasa tidak enak.
Gina lalu tersenyum kecil "Tidak apa Jes, hidup ini memang tidak selalu menawarkan keadilan, bahkan pada orang sebaik dirimu. Tapi kau jangan meratap telalu lama, hanya karena cinta seseorang yang kau mau, tidak bisa jadi milikmu. Dan aku rasa... secara tidak langsung kau telah membuktikan, jika kaulah pecinta sejati yang sesungguhnya. Yang rela sakit demi yang kau cinta bahagia, Bukan begitu?"
"Huft! Yah sepertinya kau benar!" Jesper menghela napas lega. "Entah mengapa setelah bercerita denganmu, hatiku agak sedikit lega. Terima kasih Gina, kau memang terbaik. Tidak heran kau dapat predikat salah satu lulusan terbaik di jurusan kita," ujarnya sambil tergelak.
"Haha... kau ini bisa saja!"
"Tapi aku serius Gina, siapapun pria beruntung yang kau cintai nanti, aku yakin dia adalah salah satu pria paling beruntung di dunia catat itu," tukas Jesper dengan nada mengamini.
Dan pria itu sebenarnya adalah kau Jesper. Tatap Gina dengan mata sendunya.
__ADS_1
Tidak terasa, akhirnya makanan pesanan Jesper dan Gina pun datang. Mereka berdua menikmati makan malam mereka di restoran tersebut.
Mencintai orang itu tidak ada salahnya. Tapi meratapi nasib cintamu terlalu lama bukanlah pilihan yang benar.
~~
Malam ini suasana di Kairaku terlihat sangat ramai. Meski bar itu selalu ramai, tapi malam ini terlihat lebih ramai dari biasanya. Mungkin efek musim dingin yang akan semakin dekat, sehingga banyak orang yang tiap malam memilih untuk datang menghabiskan malamnya di bar ini.
Sama seperti biasanya, Yoshiki selaku pemilik dan juga manajer Kairaku, dirinya akan selalu menyempatkan diri untuk memantau tempat usahanya itu. Dengan pakaian semi formal yang dipakainya, Yoshiki terlihat berdiri di bar station bersama pegawai barman lain. Tidak jarang dirinya juga akan menunjukan skill-nya sebagai bartender.
Biasanya dalam seminggu dua atau tiga kali, teman-teman dekatnya seperti Ryuzen, Kenzo dan yang lainnya akan datang mampir ke tempatnya. Tapi malam ini mereka tidak ada yang datang, Yoshiki tentu mengerti. Terutama Ryu, sahabatnya itu kini bukan lagi pria single yang bebas pulang pergi kapanpun dia mau.Terkadang aku rindu saat kami masih sering bermain bersama. Ungkap Yoshiki di dalam hatinya sambil tersenyum.
Sesosok pria tinggi dan atletis, terlihat menghampiri meja bar. Orang tersebut duduk tidak terlalu jauh, dari tempat dimana Yoshiki kini sedang mengelap gelas-gelas koktail mewah miliknya.
"Berikan aku satu minuman dengan racikan terbaik!" Ujar pria itu memesan minuman. Saat salah seorang pegawai Yoshiki ingin melayani pria tersebut, Yoshiki langsung menahannya, dan memilih dirinya untuk secara langsung melayani pria tersebut. "Biar aku yang meracikan minuman untukmu tuan," ujar Yoshiki dengan tatapan tak biasa.
"Sungguh kehormatan buatku, bisa dilanyani langsung oleh sang pemilik tempat ini," balas pria itu dengan senyuman penuh intriknya.
Yoshiki pun tanpa banyak basa basi menunjukkan skillnya sebagai peracik minuman. Dengan sangat lihai ia mencampurkan beberapa paduan rasa minuman menjadi segelas cocktail, yang terlihat begitu mewah rupa dan aromanya.
"Silakan di nikmati tuan Renji Haoran...!" Pungkas Yoshiki menyerahkan segelasa koktail buatannya, sambil menatap pria yang sudah lama tidak dilihatnya itu.
🌹🌹🌹
Halo my beloved readers. Semoga kalian sehat selalu ya...
Author secara personal ingin berterima kasih pada kalian, yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏
Oh iya, meski sering novelnya suka slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending kok. Jadi mohon bersabar ya... kakak-kakak yang cantik dan tampan sekalian. Dan buat yang udah baca, agar jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa LIKE, COMMENT, serta VOTE dan jangan lupa untuk bantu di SHARE, karena yang kalian lakukan itu sangat berarti buat aku.
Oh iya temen-temen, jangan lupa juga ya buat follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana 😊
__ADS_1
FYI : Bulan ini aku mau keluarin novel baru, semoga kalian juga suka ya dan doakan biar lancar semuanya, aamiin...🙏