Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 153


__ADS_3

Lidah Orizel seketika kelu hingga sulit berkata-kata. Ekspresinya jelas menunjukan isyarat tidak menyanka, akan melihat sosok pria yang sudah lama tak terlihat, dan kini berada di hadapannya.


"Orizel! Aku bilang lepaskan Wanita itu! Atau...."


"Atau apa? Huh!"


Renji hampir saja menarik pelatuk pistol yang digenggamnya, karena geram melihat Orizel yang malah menantangnya.


"Renji Haoran, kau itu seharusnya berada di pihakku saat ini. Atau kau mau mencicipi istrinya Ryuzen juga? Aku bisa berbagi!"


Renji mengepalkan tangan satunya yang kosong, sorot matanya menunjukkan sebuah amarah yang tengah ditahannya. Orizel Keparat! "Maaf aku bukan sampah sepertimu! Jadi lebih baik segera kau lepaskan Sara, sebelum aku memaksamu melakukan apa yang aku minta."


Sara bisa melihat Renji yang kini tengah berusaha menyelamatkannya dari Orizel. Ren-ji... lirihnya dalam hati.


Orizel tersenyum sombong. "Kau pikir aku takut denganmu...? Kau itu sama saja dengan Ryuzen, sama-sama membuatku muak, dengan tingkah kalian yang merasa paling hebat!"


"Satu peringatan, ternyata belum cukup membuat pencundang sepertimu paham ya Orizel?"


"Tutup mulutmu Renji!" Orizel sontak naik pitam mendengar perkataan Renji yang mengejeknya sebagai pecundang.


"Aku peringatkan untuk terakhir kalinya... lepaskan Sara, maka aku berjanji akan berbaik hati padamu!"


"Lepaskan? Cih! Jangan mimpi! Aku akan bawa wanita ini bersamaku, sampai suaminya yang arogan dan brengsek itu mau bersujud di kakiku dan meminta istrinya kembali dariku."


Tatapan mata Renji semakin dingin, "Kau jangan coba menguji kesabaranku Orizel.."


"Terserah katamu!" Tak menghiraukan peringatan Renji, Orizel tetap berjalan pergi membawa Sara.


Bang! terdengar tembakan pistol, yang pelurunya


kini bersarang di kaki Orizel, yang seketika membuat pria itu lunglai dan terjatuh. Alhasil, Sara yang berada ditangan Orizel pun ikut terjatuh. "Argh...terkutuk kau Renji! Beraninya kau menembak kakiku!" Ujar Orizel. Dirinya bergitu murka pada Renji yang telah menembak kaki kanannya, hingga membuatnya sulit untuk berdiri lagi.


"Aku sudah bilang padamu Orizel, jangan menguji kesabaranku!" Renji berjalan mendekati Sara untuk menyelamatkannya.


"Kau tidak bisa membawanya Renji!" Teriak Orizel sambil menahan rasa sakit pada kakinya yang tertembus timah panas. Renji pun menoleh ke arah Orizel yang tengah berusaha berdiri, dengan susah payah. Sayangnya... Renji tidak sebaik itu. Dirinya justru malah menendang keras kaki Orizel yang becucuran darah, hingga membuatnya terjungkal tak bedaya.


Ugh...! Orizel berteriak kesakitan memegangi kakinya yang terluka dan sakit. Sementara Renji langsung berjongkok, melepas blazernya guna menutupi tubuh Sara yang terlihat terdapat beberapa robekan di pakaiannya. "Renji..." Lirih wanita itu dengan suaranya yang terdengar lemah.


"Kau jangan bicara dulu, lebih baik kita pergi dari sini," Ujar Renji yang kemudian mengangkat Sara dan menggendongnya keluar dari tempat itu, untuk dibawanya ke rumah sakit.


Orizel yang tidak bisa bangkit karena kesakitan, hanya bisa berteriak dan mengutuk, melihat Renji membawa Sara pergi dari hadapannya. "Terkutuk kau Renji! Eghh...!"

__ADS_1


Sayangnya Renji tidak memperdulikan Orizel sama sekali, dan tetap saja pergi membawa Sara.


~~


Di pernerbangan pulang menuju Montegi Ryuzen jelas sekali tampak tidak tenang. Meski dirinya mungkin terlihat hanya duduk diam, namun jelas sekali rasa khawatir dan gusar sedang menyelimutinya hati dan pikirannya saat ini.


Aku sudah menyuruh orang-orangku, tapi mereka belum juga memberi kabar soal keberadaan Sara saat ini.


Sara... kau harus baik-baik saja. Tidak akan aku biarkan siapapun berani menyentuhmu apalagi menyakitimu.


"Tuan maaf, yang aku dengar... pengacara Gina dan Jesper ikut mencari nona, dan mereka curiga jika hilangnya Sara ada hubungannya dengan Renji Haoran!"


"Renji Haoran?" Mata Ryuzen seketika menyipit tajam laksana mata elang yang tengah memburu mangsa, saat Kenzo menyebut nama itu. "Ta- tapi...itu masih dugaan jadiー"


"Dugaan atau bukan, siapapun yang berani menyakiti Sara, dia harus berhadapan denganku. Tidak peduli apapun alasannya, jika ada yang berani menyakiti wanitaku setitik saja dia harus membayarnya ribuan kali lipat!"


Dan jika benar itu semua ulahmu Renji, aku bersumpah dengan nyawaku, akan kubuat kau menyusul adikmu ke akhirat...!


~~


Setelah menyerahkan Sara kepada dokter di ruang IGD untuk di obati dan di periksa. Seorang perawat pun datang menemui Renji yang baru saja selesai mengurus administrasi. "Tuan, istri anda sudah selesai ditangani oleh dokter, luka di kakinya pun sudah diperban," ujar si perawat tersebut.


Istri?


"Aku rasa... lebih baik tuan lihat saja sendiri ke dalam ruangan, dan silakan bertanya kepada dokter yang menangani jika ingin tau pasti bagaimana keadaan istri anda," ujar suster ramah itu yangkemudian pergi meninggalkannya.


Akhirnya... Renji pun memutuskan untuk langsung menemui Sara yang masih berada di IGD, demi memastikan keadaannya saat ini.


~~


Memasuki ruangan tempat Sara berada, mata Renji langsung tertuju pada Sara yang kini berbaring di atas ranjang. Sara masih mengenakan blazer yang diberi oleh Renji tadi, bersama dengan dokter yang kini tengah memeriksa keadaan fisiknya. Renji pun berjalan menghampirinya. "Bagaimana keadaannya dokter?"


Dokter itu melepaskan stetoskopnya. "Oh... istri anda diaー"


"Maaf... dok, dia bukan suamiku!" Dengan suara yang terdengar agak parau, Sara langsung membantah ucapan dokter yang mengira jika Renji adalah suaminya. Mendengar hal itu jujur saja membuat hati kecil Renji seperti teriris. Sebesar itukah cintamu pada pria itu, hingga kau tidak ingin siapapun salah paham akan statusmu sebagai istrinya. Bahkan aku?


"Oh... maaf, iya maksudku... nona ini. Dia baik-baik saja. Dan kandungannya juga baik, hanya saja luka-luka di kakinya cukup banyak. Jadi... nona, tolong anda jangan terlalu banyak berjalan, dan pastikan perbannya sering diganti, agar lukanya tetap bersih dan cepat mengering, " jelas dokter "Dan satu lagi...! Nona, kau harus banyak makan. Kau sepertinya kurang asupan makanan sehat saat ini. Tolong jangan menyepelekan hal itu, ada anak diperutmu yang harus kau jaga kesehatannya," imbuh sang dokter pada Sara.


"Iya dokter, terima kasih...," Jawab Sara dengan suara yang masih terdengar lemah.


"Kalau begitu... aku permisi dulu," ucap dokter tersebut dengan ramah sambil meninggalkan ruangan.

__ADS_1


"Baik, terima kasih dokter!" Sahut Renji.


Renji yang berdiri di tepi ranjang tempat Sara berbaring, membantu Sara yang tiba-tiba mengangkat tubuhnya, agar bisa duduk bersandar di atas tempat tidurnya saat ini.


Dan setelahnya... entah mengapa, ruangan tiba-tiba terasa sunyi untuk beberapa saat, suasana yang sepi senyap seolah berada mengelilingi mereka berdua. Bibirnya seperti kelu, tidak tahu harus berkata apa untuk membuka percakapan.


Ehem! "Um... Sara kauー"


"Terima kasih!" Sara yang memotong ucapan Renji tiba-tiba.


Renji pun hanya bisa mengeluarkan, Suara desah napas dari hidungnya. "Sama-sama, kau baik-baik saja kan?"


"Ya...! Aku baik... dan itu semua karena kau yang sudah menolongku. Aku berhutang budi padamu Renji."


"Kau tidak perlu berkata demikian Sara, anggap saja kita impas! Kau dulu pernah menolongku dari rasa lapar dan dinginnya hujan. Sekarang giliran aku yang menolongmu."


"Begitu ya...? Tapi tetap saja kan, kalau kau tidak datang, pasti aku sudah..." Huek...! Sara tiba-tiba merasa mual membayangkan apa yang mungkin terjadi padanya tadi di tangan Orizel brengsek itu. Dirinya yang sudah mulai tenang, langsung kembali terlihat ketakutan saat mengingat kejadian tadi. Renji bisa melihat tubuh Sara yang masih gemetar, karena terbayang dengan kejadian tadi. Alhasil Renji pun mengurungkan niatnya untuk menanyakan sebab Orizel kenapa bisa menculiknya. Orizel keparat! Ditambah, kenyataannya... kau memang tidak bisa menjaganya Ryu... kau memang tidak pantas untuk Sara.


Melihat Sara yang seperti masih syok, Renji pun mencoba menenangkannya dengan menggenggam tangan wanita di hadapannya itu. "Sara... kau tenangkan dirimu ya. Semua sudah berlalu, jadi jangan kau ingat-ingat lagi...!"


"Aku tidak tahu kenapa pria itu, berbuat begitu padaku? Kenapa.... kenapa banyak orang yang tidak menyukai Ryu...," ujar Sara tertunduk sedih.


Akhirnya kau mengucapkan pertanyaan itu Sara. Aku pun ingin mengatakan jika Ryu memang tidak pantas untukmu! Karena bersamanya kau hanya akan dapat masalah, akibat perbuatannya pada orang lain. Pria itu pun mengusap air mata Sara dengan lembut... ia pun tersenyum lalu berkata, "Hei cantik jangan menangis.... air mata seorang bidadari terlalu berharga untuk dibuang-buang!" Renji mencoba berkelakar untuk menghibur Sara. Dan sepertinya ucapan Renji cukup sedikit berhasil, membuat Sara sedikit tersenyum.


"Renji... sekali lagi, terima kasih sudah menolongku. Ternyata kau orang baik!"


"Heh, aku memang selalu baik bukan?" Terlebih untukmu Sara...


"Baiklah... kau memang baik."


Saat berdua seperti ini denganmu, jujur saja aku semakin gila, benar-benar tergila-gila padamu Sara. Hingga aku berharap, waktu berhenti berputar , aku pun berharap kau lupa ingatan, dan aku juga berharap kita berdua berada di dunia yang hanya kau dan aku yang saling mengenal. Aku harap demikian adanya...


Kenapa tidak kau bawa wanita ini pergi? Pikiran itu seolah menjalar luas di nalar Renji. Tapi mana mungkin bisa, pria itu mencintainy dengan sangat. Jika membawanya kabur bisa membuat Sara mencintai Renji seutuhnya, mungkin sudah dilakukannya sejak awal, tapi Renji tau persis hal itu hanya akan membuat Sara membencinya dan bukan itu yang ia mau.


"Renji... aku ingin pulang ke rumah...," ungkap Sara tiba-tiba.


Sial! Kenapa harus ingin pulang? Seharusnya kau disini saja bersamaku. Bersama suamimu itu kau hanya akan terus dalam bahaya kau tahu? "Huft.... Baiklah... kalau begitu biar aku antar kau pulang," ujar Renji dengan nada datar, menyembunyikan rasa kekecewaannya karena Sara seolah tidak mau berlama-lama dengannya.


"Tidak usah, kau tidak perlu mengantarku..."


🌹🌹🌹

__ADS_1


Hai my beloved Readers... terima kasih ya buat kalian yang masih setia dengan kisah novel yang kubuat ini. Terutama yang sudah menyediakan waktu untuk LIKE, COMMENT, VOTE author sangat berterima kasih sekali.


Jangan lupa juga untuk follow my IG di @chrysalisha98🌹


__ADS_2