Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 94 : Minta bantuan darinya.


__ADS_3

"Tina?" ucap Sara melihat Tina yang menghampirinya tiba-tiba.


"Hai sepupuku, kenapa? Kaget melihatku disini?" ujar Tina dengan gaya sombongnya.


"Oh iya, bagaimana dengan ganti rugiku? Ini sudah masuk tiga hari lho.., jangan bilang kau pura-pura tidak ingat."


"Tenang aku ingat, hanya saja... aku belum punya uang sebanyak itu, bisakah kau beri aku waktu sehari lagi?" pinta Sara.


Tidak tahan melihat tingkah Tina, Gina pun menegur Tina, "Hei kau itu bukannya kakak sepupunya Sara, kenapa kau tega sekali melakukan hal ini pada sepupumu sendiri? Kau itu tidak punya hati ya?!"


"Maaf aku tidak ada urusan denganmu, jadi kau lebih baik diam saja ya!" balas Tina sinis pada Gina.


"Gina, sudah biar aku saja yang bicara!" Sara mencoba menenangkan Gina.


"Tidak! Wanita licik seperti dia harus di beri pelajaran!" Gina Menatap marah pada Tina.


Tina tertawa mencibir "Ya terserah saja, kalau kau tidak mau ganti rugi, ya terpaksa aku bawa masalah ini ke jalur hukum," Tina pun mencoba mengancam.


"Oh silakan saja, aku juga bisa melaporkanmu balik atas dasar pemerasan, mau apa?" Gina mengancam balik.


"Gina.., kau tenang dulu...!" pekik Sara.


"Kenapa tidak bersuara lagi? Kau takut huh?" ucap Gina sombong pada Tina.


Tina agak takut dengan ancaman Gina, namun ternyata dirinya yang licik, sudah memiliki ancaman lain untuk menekan Sara, dan Tina pun tersenyum jahat.


"Dengar! Aku tidak peduli kau mau mengancamku balik, tapi jika Sara tidak bayar ganti ruginya besok, aku bukan hanya akan bawa ini ke jalur hukum, tapi aku juga akan bilang pada anak kesayanganmu, jika dia itu sebenarnya anak yang terpaksa dilahirkan karena kesalahan ibunya yang sudah tidur dengan pria asing!"


Sara tersentak kaget dengan ucapan Tina barusan.


"Tina kau!" ujar Sara marah.


"Kenapa? Takut? Kalau kau tidak mau aku lakukan itu, ya kau bayar saja sesuai yang aku minta, mudah kan!"


"Dasar wanita gila!" maki Gina.


Sara hanya bergeming, dirinya tidak berani membayangkan bagaimana hancurnya Arvin jika tahu jika dirinya hadir bukan karena cinta kedua orang tuanya, tapi karena sebuah perbuatan keji Ryuzen padanya dulu.

__ADS_1


"Atau mungkin kau memang ingin lihat anakmu yang manis itu, tahu tentang ibunya yang murahan dan suka tidur sama sembarang pria, iya?" ejek tina pada Sara.


"Tina cukup! Aku, aku akan membayar sesuai yang kau minta, tapi tolong jangan kau ganggu anakku," ucap Sara yang terpaksa menuruti kemauan Tina.


"Jawaban yang bagus! Kalau begitu aku tunggu besok, bye..." Tina pun langsung melenggang pergi.


Sara duduk dengan tubuh lemas dan tak bertenaga, setelah mendengar ancaman Tina barusan.


"Sara.., sepupumu sudah keterlaluan kau tidak bisa tunduk pada ancamannya begitu saja!"


"Tapi aku takut Gina, aku tidak mau Arvin tahu masa laluku dengan Ryuzen yang menyakitkan itu aku tidak mau!" ujar Sara yang air matanya sudah mulai mengintip di pelupuk matanya.


"Sara.., apa yang harus aku lakukan sekarang?" ucap Gina yang tidak tega melihat temannya berada dibawah ancaman Tina.


~


C-lovely Florist


Sara terlihat melamun saat jam kerja. Ia memikirkan ancaman yang di lontarkan oleh Tina tadi siang. Rina dan Orin yang melihatnya pun jadi aneh, karena Sara tidak biasanya seperti itu.


"Kak Sara, apa kau sakit?" tanya Rina menghampiri Sara.


"Tapi kenapa kau terlihat sangat lesu hari ini?" terang Orin


"Mungkin aku hanya kurang tidur saja, kalian tidak usah khawatir aku tidak apa-apa kok..! Sudah kalian kembali saja bekerja," ungkap Sara menutupi masalahnya dari kedua pegawainya.


"Kalau begitu, Kak Sara istirahat saja saja, biar kami yang urus semuanya, lagi pula jam kerja tinggal 3 jam lagi," ucap Rina.


"Terima kasih ya," ungkap Sara.


Rina dan Orin pun meninggalkannya, dan Sara kembali lagi dengan memikirkan permasalahan di dalam kepalanya. "Aku harus telepon dia!"


Sara mengambil ponselnya dan menekan kontak bertuliskan nama Ryuzen.


Percakapan via telepon Sara dan Ryuzen


Ryuzen :Ada apa?

__ADS_1


Sara :Ryuzen kau sedang apa? sibuk tidak


Ryuzen :Tidak juga, kenapa?


Sara : Ryuzen aku boleh minta uang 100 ribu dollar tidak?


Ryuzen : Apa untuk membayar sepupumu itu?


"Ryuzen tidak boleh tahu, akan hal ini. Lebih baik aku cari alasan lain saja," pikir Sara di otaknya.


Sara : Bukan, bukan! Ini.., ini untuk aku membeli sesuatu, uangku berkurang banyak akibat beli kado untukmu tahu!


Ryuzen : begitu ya? Ternyata kau itu orangnya hitung-hitungan sekali ya,


Sara : Mau kasih tidak?


Ryuzen : Kalau aku beri 100 ribu, imbalannya apa?


Sara : Kau mau apa?


Ryuzen : Aku ingin kau puaskan aku sampe pagi,


Sara : Habis itu aku dapat uangnya?


Ryuzen : Tergantung performa Nona Sara,


Sara : Oke,


Ryuzen : Baiklah... setuju!


Sara membuang nafas panjangnya.


"Demi dapat uang darinya, aku harus janji hal seperti itu pada Ryuzen. Huft, siapa peduli! Setiap hari juga selalu melakukan dengannya, lagian memang aku ini apa masih pantas merasa sok suci dan polos," ujar Sara, pasrah akan nasibnya saat ini.


~Emerald Tower


"Jadi dia beli kado juga hitung-hitungan ya? Sara kau ini sebenarnya wanita atau teka-teki. Selalu saja membuatku menebak-nebak dirimu begini," gumam Ryuzen yang jadi merasa tidak senang, setelah mengakhiri percakapannya dengan Sara di telepon barusan.

__ADS_1


Like, comment, vote jangan lupa nih aku bold biar inget πŸ˜‰πŸŒ·


__ADS_2