Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 55 : Tetap disini.


__ADS_3

~Atap gedung Emerald Tower


"Tuan Muda kau sejak tadi hanya berdiri disini dan menghabiskan berbatang-batang rokok," ujar Kenzo pada Ryuzen yang kini tengah berdiri di pinggir atap gedung, menghisap rokoknya yang mungkin sudah ke-sepuluh batang.


"Aku tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi padaku, mungkin sudah kutukan jika, keturunan laki-laki keluarga Han semuanya memang brengsek begini." Cibir Ryuzen dipikirannya.


Ryuzen mematikan putung rokoknya dan turun dari pijakan atap gedung Emerald Tower.


"Kenzo, menurutmu aku pria yang bagaimana?"


"Hal itu sudah jelas, kau pria paling hebat dan paling keren yang pernah aku tahu seumur hidupku,"jawab Kenzo dengan yakin.


"Begitu ya, tapi sayangnya aku masih suka sama perempuan, jadi walaupun kau bilang begitu aku tetap tidak akan suka padamu," ucap Ryuzen dengan ekspresi wajah datarnya.


"Hais, aku juga masih normal," gumam Kenzo.


Ryuzen yang baru ingat jika hari ini adalah hari jumat, itu tandanya Arvin akan pulang, Ryuzen pun berpikir untuk meminta Kenzo menjemput Arvin dari sekolah.


"Hari ini jadwal Arvin pulang di akhir pekan, nanti kau jemput Arvin bawa ke villa, karena besok aku sudah berjanji padanya akan mengajaknya pergi," tukas Ryuzen.


"Baik Tuan!" balas Kenzo yang sudah paham perintah Ryuzen.

__ADS_1


"Tuan Ryuzen, soal kau dan nona Sara... pasti pada akhirnya akan melibatkan Tuan Kecil, dan bagaimana pun dia harus tau semua kebenaran tentang kau yang sebenarnya adalah Ayah kandungnya. Lalu apa yang akan kau lakukan?" sambung Kenzo.


"Aku juga tidak tahu harus bagaimana, tapi untuk saat ini lebih baik jangan beri tahu dulu. Aku ingin dia mendengar kenyataan ini langsung dariku atau Sara. Jadi tolong kau rahasiakan ini dulu dari Arvin."


Kenzo pun mengangguk paham ucapan Ryuzen tersebut.


~~


Di dalam ruangannya, Ryuzen nampak begitu serius duduk di sofa sambil menikmati segelas anggur mewah koleksinya. Ryuzen memikirkan kata-kata yang diucapkan Kenzo tadi.


"Kenzo benar, cepat atau lambat Arvin pasti, dan harus tau semua kebenaran jika aku ini ayah kandungnya."


"Tapi sebelum itu, aku masih harus menyelesaikan urusanku dengan ibu dari anakku. Sara, Sampai kapan kau mau menghidariku? Sudah sejak kemarin dia selalu menghindarku, bahkan tadi pagi saja aku tidak melihatnya sama sekali. Sara... you are an enigma!"


~Villa Constel


Sara terlihat mengemasi pakaiannya ke dalam koper dan berencana meninggalkan villa ini. Ryuzen yang baru saja pulang, melihat Sara dengan kopernya pun sontak beraksi dengan wajahnya yang dingin seperti biasanya,


"Kau mau kemana dengan koper itu?" ucap Ryuzen dengan suaranya yang berat.


Sara yang agak terkejut dengan kepulangan Ryuzen yang tiba-tiba, masih bersikap sama seperti kemarin pada Ryuzen. Marah namun tak bisa berbuat apa-apa. Bagi Sara saat ini, yang dia inginkan hanyalah bisa lepas dan menjauh dari pria yang berdiri di hadapannya saat ini.

__ADS_1


"Mulai hari ini, aku dan Arvin akan kembali ke rumah kami yang lama, jadi aku harap kau jangan mempersulit aku," ucap Sara memalingkan wajahnya dan tidak mau menatap Ryuzen.


"Apa yang harus aku lakukan, supaya kau mau melihat ke arahku saat bicara?"


"Tidak ada, kau hanya harus tidak mempersulitku itu sudah cukup!" ucap Sara, membalas pertanyaan Ryuzen.


"Baiklah kalau itu maumu, kau boleh pergi, tapi biarkan Arvin tetap disini."


Mendengar ucapan Ryuzen barusan, Sara yang tadinya tidak mau menatap wajah Ryuzen, kini justru berbalik menatapnya dengan tatapan penuh emosi.


"Apa? Kau minta Arvin tetap disini? Kau pikir kau itu siapa?"


"Aku ayah kandungnya!" ucap Ryuzen sambil menatap Sara dalam dengan sorot matanya yang tajam.


"Ayahnya? Wow... Tuan Ryuzen Han, ternyata kau bukan hanya menakutkan dan mengerikan, tapi ternyata kau ini juga tidak tahu diri," ucap Sara dengan nada sindiran.


"Sara, dengar..."


"Jangan sentuh aku!" ujar Sara yang baru saja akan disentuh oleh Ryuzen.


"Tadi kau bilang, kau ayah kandungnya bukan? Kalau begitu pertanyannku adalah... di dunia ini, Ayah kandung macam apa yang dengan tega meminta imbalan, agar mau memberikan darahnya untuk anaknya yang sedang kritis saat itu. Jawab aku! Ayah kandung macam apa itu?!" ujar Sara yang terlihat begitu emosi.

__ADS_1


Mata Sara mulai berkaca-kaca, mengingat bagaimana dirinya saat itu harus memohon dan merendah pada Ryuzen, supaya dia mau menolong Arvin yang sedang kritis dan membutuhkan donor darah secepatnya.


🌷 Vote, like, and comment. Thank You🌷


__ADS_2