Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 91 : Seperti keluarga yang sempurna


__ADS_3

Mereka bertiga kini berjalan bergandengan layaknya keluarga yang sangat harmonis. Arvin sendiri terlihat begitu bahagia sampai tidak bisa di sembunyikan raut wajah bahagianya.


"Aku harus abadikan momen ini, berjalan beriringan begitu, mereka bertiga benar-benar terlihat seperti keluarga yang sempurna!" ucap Kenzo yang memperhatikan mereka dibalik kostum yang ia pakai.


"Aih, tidak sia-sia aku mengorbankan diriku mengenakan kostum ini. Mereka terlihat seperti keluarga yang sangat bahagia, terutama Tuan kecil dia benar-benar terlihat sangat bahagia," ungkap Kenzo senang sambil terus mengambil foto mereka dengan kamera ponselnya.


Mereka bertiga pun bersenang-senang, Ryuzen menemani Arvin main roller coaster, bermain banyak wahana lain dan memainkan banyak permainan lain.


Sara yang tengah duduk memperhatikan keakraban Ryuzen dan Arvin pun terlihat sangat senang melihat ayah dan anaknya akrab begitu. Di tengah dirinya memperhatikan Arvin dan Ryuzen, tiba-tiba Arvin malah memanggilnya ke tempat pemainan menembak sasaran.


"Mami...! sini."


Sara pun langsung bergegas mendekat ke tempat permainan itu.


"Mami mau hadiah yang mana? Biar papi yang dapatkan buatmu," ucap Arvin.


"Eh, aku tidak terlalu ingin sesuatu, tapi di tanya begitu baiklah, aku suka boneka panda yang berpasangan itu, terlihat lucu," jawab Sara melihat gemas kepada sepasang boneka panda yang ada di rak hadiah.


"Sudah besar masih suka hal begitu?!" ledek Ryuzen pada Sara.


"Memangnya kenapa?!" balas Sara agak cemberut.


"Tapi baiklah, aku akan dapatkan," ucap Ryuzen.


*Bang!

__ADS_1


One shot, Ryuzen langsung dapatkan boneka itu.


"Tuan anda luar biasa, ini hadiahanya," ujar penjaga stand permainan tersebut, dan memberikan bonekanya pada Ryuzen.


"Ini." Ryuzen menyerahkan boneka panda pasangan itu kepada Sara.


Dengan wajah senang Sara pun menerimanya.


"Wah..., terima kasih!"


"Aku sudah dapatkan apa yang kau mau, nanti malam bayarannya harus bikin aku puas...," bisik Ryuzen menggoda Sara.


Wajah Sara jadi terlihat memerah seketika.


"Eh, tidak! Mami baik-baik saja kok!" jawab Sara gelagapan.


"Ini semua gara-gara Ryuzen tua mesum itu, mana mungkin aku jelaskan pada Arvin perkataannya yang buat aku jadi malu begini, huh menyebalkan!" kelu Sara di dalam hati.


Hari sudah petang, lampu-lampu wanaha pun mulai menerangi sekitaran area di tiap sudutnya.


"Mami, Papi ini sudah waktunya! Kembang api penutupan akan segera dimulai ayo kita naik ferris wheel," ajak Arvin.


"Sudah semalam ini ya?" kata Sara tidak sadar jika langit telah berubah gelap.


"Ayo cepat!" Ryuzen langsung menggenggam tangan Sara dan mengajaknya menuju wahana ferris wheel.

__ADS_1


"Jarang sekali dia menggenggam tanganku seperti ini," batin Sara melihat tangan Ryuzen yang jauh lebih besar dari tangan miliknya, menggenggam tangannya. Mereka pun sampai di wahana ferris wheel untuk mengantri.


"Arvin ayo kita naik," ujar Sara menoleh kebelakang tapi malah bingung, karena arvin yang tadi dibelakangannya malah sekarang tidak ada.


"Mami..., kau naik saja sama Papi! Aku mau cari mainan sama paman Kenzo dulu," teriak Arvin yang malah pergi dengan Kenzo yang kini sudah melepaskan kostumnya dan bergabung dengan mereka.


"Kenzo? Jadi dari tadi kau disini juga?"


"Aku dari tadi disini pakai kostum, jadi tidak kelihatan," ujar kenzo tertawa malu.


"Jadi kau, yang jadi boneka badut tadi? Wow aku tidak menyangka," ujar Sara.


"Kalau bukan karena suamimu yang suruh, aku mana mau pakai kostum seperti tadi..," gumam Kenzo.


"Tuan muda dan Nona Sara masuk saja, nikmati kembang api dari atas, kami berdua nanti menyusul," ucap Kenzo.


"Eh tapi...."


"Sudah terbuka, ayo masuk!" Ryuzen menarik Sara masuk bersamanya ke dalam gerbong ferris wheel yang sudah terbuka dan menaikinya hanya berdua saja. Dari luar Kenzo dan Arvin melambai-lambaikan tangan mereka pada Ryuzen dan Sara yang sudah mulai naik.


"Rencanamu bagus juga paman asisten! Karena idemu bagus, nanti aku bilang sama papi untuk menaikan gajimu deh," ujar Arvin pada Kenzo.


"Tuan kecil kau sangat dermawan...!" puji Kenzo senang.


Like, comment dan votenya dong temen-temen Thank you πŸ™πŸŒ·

__ADS_1


__ADS_2