Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 94


__ADS_3

Dan mereka berlima pun kini berkumpul di ruang makan. Semerbak harum aroma sukiyaki yang baru matang benar-benar menggugah selera, membuat cacing-cacing di perut menari-nari. “Woah, aku


benar-benar lapar, dan tidak sabar ingin menyantapnya.” Ujar Arvin melihat Sara


membuka hotpot yang ada di atas mejanya tersebut.


Bagi Arvin ini adalah makanan yang


sangat spesial, pasalnya setelah pindah dan tinggal di kediaman Han yang lebih


besar itu. Dirinya jadi jarang sekali makan masakan maminya..


Tidak jauh berbeda dengan Arvin, kelihatannya Kenzo juga sudah mulai kelaparan. Melihat hidangan


yang kini telah tersaji di hadapannya itu, air liurnya seolah menetes,


karena tak kuasa  menahan rasa laparnya yang mulai tidak terkontrol.


“Dari baunya saja sudah sangat menggugah selera, Kau pandai memasak, beruntungnya tuan muda memiliki


istri sepertimu nona,” kata Kenzo sudah bersiap dengan sumpit sebagai


senjatanya, melahap habis semuanya.


“Ku terlalu memujiku Kenzo, padahal aku masak ini juga dibantu oleh Gina.”


“Iyakah?”


Arvin yang sudah


lapar sejak tadi pun mulai kesal. Pasalnya makan malamnya tak kunjung dimulai. Ryuzen yang ternyata mengetahui hal itu pun langsung saja buka suara, “Ehem,


bisakah kita mulai makan malamnya sekarang?”


Wah papi kau memang


penyelamat hidupku!


“Oh iya, maaf ya aku


banyak bicara ternyata.” Kenzo merasa tak enak hati, karena dari tadi malah bicara


terus  menerus.


Terdengar suara aneh


dari dalam perut Ryuzen. Suara yang menjadi pertanda jika sepertinya makan


malamnya memang sudah seharusnya segera dimulai.


“Baiklah, kita semua, nari


mulai makan malamnya.”


Kelimanya kini telah duduk di kursi masing-masing dan mulai menikmati hidangan yang telah dimasak


oleh Sara dan Gina tadi.


Arvin dan Kenzo


terlihat begitu lapar, hingga meraka menyantap makanan seperti orang yang tidak


bernapas saja.


“Tambah!” ujar Arvin.


“Aku juga!” seru Kenzo yang juga ikut mengangakat mangkuknya tersebut, tanda minta makanan porsi


kedua. Yang lucunya adalah seorang Ryuzen Han pun ternyata, ikut mengangkat


mangkuknya. Hal itu pun ber hasil membuat Sara terkekeh kecil.


Bagi Sara, melihat


situasi di ruang makan saat ini benar-benar membuatnya begitu hangat.


Aku harap momen


seperti ini akan sering terjadi di dalam kehidupanku kedepannya. Terima


kasih ya Tuhan karena kau telah berikan aku, orang-orang yang begitu peduli padaku


mengelilingiku.

__ADS_1


Makan malam pun


berjalan dengan baik dan penuh rasa ke keluargaan di dalamnya. Makanan rumahan


yang nikmat, ditambah suasana ke keluargaan yang begitu terasa membuat makan


malam itu begitu berkesan di hati semuanya.


--


Malam pun juga semakin


larut, setelah membantu mencucikan piring bekas makan malam tadi. Kenzo dan


Gina juga harus pamit untuk pulang.


“Sara, Ryuzen,


terimakasih atas makan malamnya yang menyenangkan ini,” ucap Gina yang sudah siap


untuk pamit  pulang.


“Nona Sara, masakanmu


benar - benar lezat, mungkin lain kali aku bisa diberi kesempatan untuk menikmati


masakanmu yang lain,” Ujar Kenzo yang sekali lagi memuji masakan Sara.


“Oh tentu saja, lain


kali akan ku buatkan kau lebih banyak masakan yang lainnya.”


“Tuan muda, kalau bagitu aku pamit


pulang dulu...,”


“Aku juga pamit


pulang dulu ya, Sara, Ryuzen. Dan tolong titip salamku juga untuk jagoan kecil


kalian yang sudah tertidur itu ya,” imbuh Gina yang gemas melihat Arvin yang


kini sudah tertidur lelap di gendongan papinya tersebut.


“Iya nanti aku akan


“Kalau begitu sampai


jumpa....” Kenzo melambaikan tangan dan pergi pulang bersama Kenzo.


---


Setelah mengantar Kenzo dan Gina untuk pamit. Kini giliran Ryuzen mengantar


putranya yang sudah tertidur di bahunya itu, untuk kembali ke kamarnya. Bersama Sara


dirinya mengecup pipi Arvin, sebelum mengucapkan kata selamat tidur.


“Selamat tidur sayang,” bisik Sara yang kembali menciumnya, namun kali ini di dahinya.


“Selamat tidur Arvin,” imbuh Ryuzen yang kemudian menyelimuti Arvin dengan benar.


---


Setelah mengantar Arvin kembali ke kamarnya, kini giliran Sara yang juga harus bersiap-siap untuk


tidur. Meski hari ini meyenangkan, ternyata efek kehamilannya juga mulai terasa,


Sara benar-benar merasa lelah setelah seharian beraktivitas. Saat tengah menanggalkan pakaiannya, Ryuzen


tiba-tiba memeluk istrinya itu dari belakang. Mengecup tengkuk istrinya dan berbisik, “Kau


pasti sangat lelah hari ini, nanti setelah selesai bersih-bersih aku akan memijatmu okey...?.”


"Okey"


Sara senang melihat suaminya yang begitu memanjakannya, bahkan apapun yang ia ingin Ryu selalu


berusaha memenuhinya tanpa protes sedikit pun. Kadang Sara sempat berpikir jika


semua yang dilakukan Ryuzen semata-mata  adalah, cara untuk menebus waktu  yang tidak pernah ia rasakan saat Sara mengandung Arvin beberapa tahun silam.


“Baiklah, kalau

__ADS_1


begitu aku bersih-bersih dulu. Setelah itu tolong manjakan aku ya suamiku,” pungkas Sara lalu


menuju ke kamar mandi.


Sambil menunggu sang istri selesai bersih- bersih Ryuzen pun berinisiatif, untuk membuatkan Sara susu hamil yang biasa ia minum tiap malam.


__


Akhirnya Sara elesai bersih-bersih. Dirinya pun keluar dari kamar mandi, hanya menggunakan bathrobe berwarna peach.


Entah mengapa bagi Ryuzen Sara nampak cantik sekali.


“Ini minum dulu susu


hamilmu,” kata Ryzen sambil menyodorkan segelas susu hamil yang biasa di


konsumsi oleh ibu hamil.


“Eh terima kasih Ryu,kau baik.”


Sara pun langsung saja meminum habis susu tersebut dengan tanpa sisa.


Setelah menghabiskan susu hamilannya, Sara pun langsung saja menagih Ryuzen yang mengatakan akan


memijatnya tadi. Tentu saja bagi seorang Ryuzen pantang mengingkari janji,


apalagi janji dengan istrinya sendiri. Oleh karena itu, Ryuzen justru langsung


mengangkat Sara dan meletakkan tubuhnya di atas ranjang berukuran king size


itu.


Ryuzen mulai memijit bagian - bagian tubuh Sara itu, dari mulai kaki hingga bagian-bagian yang hanya boleh


dirinya sendiri yang menyentuhnya.


Sara yang mendapatkan pelayanan spesial begini oleh suaminya,


benar-benar jadi merasa rileks dan jadi ingin cepat tidur.


“Kau mengantuk?” tanya Ryu melihat istrinya menguap.


Sara menguap dan berkata,


“Iya aku mengantuk.”


“Baiklah kalau begitu,


kau sekarang tidur saja. Besok tolong jangan terlalu lelah seperti hari ini lagi ya...,”


bisik Ryuzen yang kemudian mencium kening sang istri. Sara pun tertidur sambil


memeluk Ryuzen, yang seolah dijadikannya guling itu.


🌹🌹🌹


Hai my beloved readers...


Terima kasih ya, buat


kalian yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan


Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan


author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya


kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏


Meski sering slow


update kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini


sampai ending. Jadi mohon bersabar ya.... kakak-kakak yang cantik dan tampan.😘Oh iya jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa


like, comment, vote dan jangan lupa untuk di share juga ya. Thank you.


Happy reading and


hopefully you like it all...


NB : Teman - teman dan kakak - kakak sekalian mohon maaf jika banyak typo dan penempatan paragraf yang berantakan akhir - akhir ini. Ada kendala teknis. mohon maaf atas ketidak nyamanannya.


[Oh ya jangan lupa

__ADS_1


juga follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku


mungkin disana😊]


__ADS_2