
Dan mereka berlima pun kini berkumpul di ruang makan. Semerbak harum aroma sukiyaki yang baru matang benar-benar menggugah selera, membuat cacing-cacing di perut menari-nari. “Woah, aku
benar-benar lapar, dan tidak sabar ingin menyantapnya.” Ujar Arvin melihat Sara
membuka hotpot yang ada di atas mejanya tersebut.
Bagi Arvin ini adalah makanan yang
sangat spesial, pasalnya setelah pindah dan tinggal di kediaman Han yang lebih
besar itu. Dirinya jadi jarang sekali makan masakan maminya..
Tidak jauh berbeda dengan Arvin, kelihatannya Kenzo juga sudah mulai kelaparan. Melihat hidangan
yang kini telah tersaji di hadapannya itu, air liurnya seolah menetes,
karena tak kuasa menahan rasa laparnya yang mulai tidak terkontrol.
“Dari baunya saja sudah sangat menggugah selera, Kau pandai memasak, beruntungnya tuan muda memiliki
istri sepertimu nona,” kata Kenzo sudah bersiap dengan sumpit sebagai
senjatanya, melahap habis semuanya.
“Ku terlalu memujiku Kenzo, padahal aku masak ini juga dibantu oleh Gina.”
“Iyakah?”
Arvin yang sudah
lapar sejak tadi pun mulai kesal. Pasalnya makan malamnya tak kunjung dimulai. Ryuzen yang ternyata mengetahui hal itu pun langsung saja buka suara, “Ehem,
bisakah kita mulai makan malamnya sekarang?”
Wah papi kau memang
penyelamat hidupku!
“Oh iya, maaf ya aku
banyak bicara ternyata.” Kenzo merasa tak enak hati, karena dari tadi malah bicara
terus menerus.
Terdengar suara aneh
dari dalam perut Ryuzen. Suara yang menjadi pertanda jika sepertinya makan
malamnya memang sudah seharusnya segera dimulai.
“Baiklah, kita semua, nari
mulai makan malamnya.”
Kelimanya kini telah duduk di kursi masing-masing dan mulai menikmati hidangan yang telah dimasak
oleh Sara dan Gina tadi.
Arvin dan Kenzo
terlihat begitu lapar, hingga meraka menyantap makanan seperti orang yang tidak
bernapas saja.
“Tambah!” ujar Arvin.
“Aku juga!” seru Kenzo yang juga ikut mengangakat mangkuknya tersebut, tanda minta makanan porsi
kedua. Yang lucunya adalah seorang Ryuzen Han pun ternyata, ikut mengangkat
mangkuknya. Hal itu pun ber hasil membuat Sara terkekeh kecil.
Bagi Sara, melihat
situasi di ruang makan saat ini benar-benar membuatnya begitu hangat.
Aku harap momen
seperti ini akan sering terjadi di dalam kehidupanku kedepannya. Terima
kasih ya Tuhan karena kau telah berikan aku, orang-orang yang begitu peduli padaku
mengelilingiku.
__ADS_1
Makan malam pun
berjalan dengan baik dan penuh rasa ke keluargaan di dalamnya. Makanan rumahan
yang nikmat, ditambah suasana ke keluargaan yang begitu terasa membuat makan
malam itu begitu berkesan di hati semuanya.
--
Malam pun juga semakin
larut, setelah membantu mencucikan piring bekas makan malam tadi. Kenzo dan
Gina juga harus pamit untuk pulang.
“Sara, Ryuzen,
terimakasih atas makan malamnya yang menyenangkan ini,” ucap Gina yang sudah siap
untuk pamit pulang.
“Nona Sara, masakanmu
benar - benar lezat, mungkin lain kali aku bisa diberi kesempatan untuk menikmati
masakanmu yang lain,” Ujar Kenzo yang sekali lagi memuji masakan Sara.
“Oh tentu saja, lain
kali akan ku buatkan kau lebih banyak masakan yang lainnya.”
“Tuan muda, kalau bagitu aku pamit
pulang dulu...,”
“Aku juga pamit
pulang dulu ya, Sara, Ryuzen. Dan tolong titip salamku juga untuk jagoan kecil
kalian yang sudah tertidur itu ya,” imbuh Gina yang gemas melihat Arvin yang
kini sudah tertidur lelap di gendongan papinya tersebut.
“Iya nanti aku akan
“Kalau begitu sampai
jumpa....” Kenzo melambaikan tangan dan pergi pulang bersama Kenzo.
---
Setelah mengantar Kenzo dan Gina untuk pamit. Kini giliran Ryuzen mengantar
putranya yang sudah tertidur di bahunya itu, untuk kembali ke kamarnya. Bersama Sara
dirinya mengecup pipi Arvin, sebelum mengucapkan kata selamat tidur.
“Selamat tidur sayang,” bisik Sara yang kembali menciumnya, namun kali ini di dahinya.
“Selamat tidur Arvin,” imbuh Ryuzen yang kemudian menyelimuti Arvin dengan benar.
---
Setelah mengantar Arvin kembali ke kamarnya, kini giliran Sara yang juga harus bersiap-siap untuk
tidur. Meski hari ini meyenangkan, ternyata efek kehamilannya juga mulai terasa,
Sara benar-benar merasa lelah setelah seharian beraktivitas. Saat tengah menanggalkan pakaiannya, Ryuzen
tiba-tiba memeluk istrinya itu dari belakang. Mengecup tengkuk istrinya dan berbisik, “Kau
pasti sangat lelah hari ini, nanti setelah selesai bersih-bersih aku akan memijatmu okey...?.”
"Okey"
Sara senang melihat suaminya yang begitu memanjakannya, bahkan apapun yang ia ingin Ryu selalu
berusaha memenuhinya tanpa protes sedikit pun. Kadang Sara sempat berpikir jika
semua yang dilakukan Ryuzen semata-mata adalah, cara untuk menebus waktu yang tidak pernah ia rasakan saat Sara mengandung Arvin beberapa tahun silam.
“Baiklah, kalau
__ADS_1
begitu aku bersih-bersih dulu. Setelah itu tolong manjakan aku ya suamiku,” pungkas Sara lalu
menuju ke kamar mandi.
Sambil menunggu sang istri selesai bersih- bersih Ryuzen pun berinisiatif, untuk membuatkan Sara susu hamil yang biasa ia minum tiap malam.
__
Akhirnya Sara elesai bersih-bersih. Dirinya pun keluar dari kamar mandi, hanya menggunakan bathrobe berwarna peach.
Entah mengapa bagi Ryuzen Sara nampak cantik sekali.
“Ini minum dulu susu
hamilmu,” kata Ryzen sambil menyodorkan segelas susu hamil yang biasa di
konsumsi oleh ibu hamil.
“Eh terima kasih Ryu,kau baik.”
Sara pun langsung saja meminum habis susu tersebut dengan tanpa sisa.
Setelah menghabiskan susu hamilannya, Sara pun langsung saja menagih Ryuzen yang mengatakan akan
memijatnya tadi. Tentu saja bagi seorang Ryuzen pantang mengingkari janji,
apalagi janji dengan istrinya sendiri. Oleh karena itu, Ryuzen justru langsung
mengangkat Sara dan meletakkan tubuhnya di atas ranjang berukuran king size
itu.
Ryuzen mulai memijit bagian - bagian tubuh Sara itu, dari mulai kaki hingga bagian-bagian yang hanya boleh
dirinya sendiri yang menyentuhnya.
Sara yang mendapatkan pelayanan spesial begini oleh suaminya,
benar-benar jadi merasa rileks dan jadi ingin cepat tidur.
“Kau mengantuk?” tanya Ryu melihat istrinya menguap.
Sara menguap dan berkata,
“Iya aku mengantuk.”
“Baiklah kalau begitu,
kau sekarang tidur saja. Besok tolong jangan terlalu lelah seperti hari ini lagi ya...,”
bisik Ryuzen yang kemudian mencium kening sang istri. Sara pun tertidur sambil
memeluk Ryuzen, yang seolah dijadikannya guling itu.
🌹🌹🌹
Hai my beloved readers...
Terima kasih ya, buat
kalian yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan
Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan
author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya
kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏
Meski sering slow
update kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini
sampai ending. Jadi mohon bersabar ya.... kakak-kakak yang cantik dan tampan.😘Oh iya jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa
like, comment, vote dan jangan lupa untuk di share juga ya. Thank you.
Happy reading and
hopefully you like it all...
NB : Teman - teman dan kakak - kakak sekalian mohon maaf jika banyak typo dan penempatan paragraf yang berantakan akhir - akhir ini. Ada kendala teknis. mohon maaf atas ketidak nyamanannya.
[Oh ya jangan lupa
__ADS_1
juga follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku
mungkin disana😊]